Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cerita Atlet Malang Raya yang Tetap Beraktivitas di Bulan Ramadan (4)

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 7 April 2023 | 03:00 WIB
PERSIAPAN : Vara (tiga dari kanan) di pelatnas gulat jelang Sea Games 2023 Kamboja. (Vara for Radar Malang)
PERSIAPAN : Vara (tiga dari kanan) di pelatnas gulat jelang Sea Games 2023 Kamboja. (Vara for Radar Malang)
 

Ada tips dan strategi jitu agar energi tetap prima saat menjalani latihan sambil berpuasa. Asupan makanan diperhatikan, sementara aktivitas dibatasi. Itulah yang dilakukan Varadisa Septi Putri Hidayat, atlet gulat yang bakal tanding di Sea Games 2023 di Kamboja, Mei depan.

FAJAR ANDRE SETIAWAN

PORSI latihannya tetap, tapi energinya jauh berkurang. Itu karena Varadisa Septi Putri Hidayat menjalani ibadah puasa Ramadan.

Bagi gadis berusia 21 tahun itu, menjalani latihan di bulan suci Ramadan bukan kali pertama.

Tentu saja, dia punya strategi agar puasa tidak menjadi penghambat latihannya. Dia menyadari bahwa puasa adalah perintah Ilahi.

Tapi mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia juga merupakan tugas mulia. Jika tidak ada halangan, maka Mei depan dia akan bertanding di Sea Games 2023 Kamboja.

Vara akan bertanding di cabang olahraga (Cabor) gulat. Dia atlet Bumi Kanjuruhan yang akan mewakili Indonesia. ”Saat ini saya sedang di Jakarta untuk persiapan,” ujar Vara.

Lantas apa strategi Vara agar tenaganya tetap full meski sedang menjalani ibadah puasa? Yang ditekankan Vara adalah asupan energi.
Baca Juga : Cerita Atlet Malang Raya yang Tetap Beraktivitas di Bulan Ramadan (3).

Ketika sahur, dia memaksimalkan untuk mengonsumsi makanan-makanan yang membuat energinya stabil. Misalnya susu, suplemen, dan vitamin.

“Saat sahur, saya selalu minum susu weight protein, beberapa suplemen, dan vitamin untuk menjaga energi dan saya tahan tubuh,” ucap mahasiswi D4 Pariwisata Universitas Merdeka (Unmer) Malang itu.

Selain memperhatikan asupan makanan, psikologisnya juga disiapkan. Bagi dia, psikologis mempunyai peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh sekaligus memenangkan pertandingan.

“Yang penting yakin. Keyakinan itu merupakan kekuatan yang paling besar,” terang bungsu dari dua bersaudara itu.

Berbekal suplemen dan keyakinan, Vara mampu berlatih setiap hari. Bahkan dua kali dalam sehari.

Pagi hari berlatih sekitar pukul 09.00, kemudian siang harinya dilanjutkan pukul 14.00. Latihan pagi hari untuk menempa fisik Vara. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Mulai lari, angkat beban, dan latih ketangkasan. Sedangkan sore harinya berlatih di arena gulat.

Kini aktivitas sehari-harinya hanya berlatih. Di luar itu, waktunya digunakan untuk istirahat. Vara sengaja membatasi aktivitas karena ingin menghemat energi.

”Awal-awal latihan dalam kondisi berpuasa terasa sangat berat. Tapi kini sudah terbiasa. Sudah adaptasi,” beber mahasiswi semester enam tersebut.

Ramadan tahun-tahun sebelumnya, Vara juga giat berlatih. Semangatnya menekuni olahraga gulat tidak lepas dari pengalaman dia.

Sejak kecil, Vara sudah berlatih gulat. Tepatnya ketika masih kelas V SD. Dia masih ingat bagaimana awal-mula masuk dalam olahraga yang tergolong langka itu.

Kala itu, Vara kecil ditawari kakak sepupunya untuk berlatih gulat. Kakak sepupunya memang menjadi pelatih ekstrakurikuler gulat di sekolah Vara.
Baca Juga : Cerita Atlet Malang Raya yang Tetap Beraktivitas di Bulan Ramadan (2).

Mulanya memang tidak ada peminatnya. Bisa jadi karena desakan sekolah agar kakak sepupunya meramaikan ekskul gulat, akhirnya Vara diajak bergabung.

Kali pertama berlatih, Vara hanya coba-coba. Sampai suatu ketika Vara merasa olahraga itu cocok dengan dirinya. ”Suatu saat ada kesempatan mengikuti kejuaraan, saya pun ikut,” katanya.

Kompetisi perdana yang diikuti adalah kejuaraan daerah (kejurda) di Lamongan pada 2015 silam. Motivasi Vara bukan memenangkan kejuaraan, tapi hanya ingin melatih mentalnya.

Sebab bagi dia, kesiapan mental merupakan hal penting.“Latihan mental yang sebenarnya itu ya dengan mengikuti pertandingan seperti itu,” kata dia.

Bagi dia, melatih mental adalah bagian tersulit dalam pertandingan gulat. Misalnya mengontrol emosi, menghilangkan nervous, dan sikap menerima kekalahan.

Dalam pertandingan perdana itu, Vara meraih juara tiga. Prestasi itu membuatnya makin bersemangat. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Setiap kesempatan mengikuti even kejuaraan gulat, dia tidak pernah melewatkannya. Sampai akhirnya kini tak terhitung lagi koleksi medali yang diperolehnya.

Namun dari banyaknya even yang pernah dia ikuti, menjadi delegasi Jawa Timur dalam PON XX di Papua 2021 lalu merupakan salah satu yang mengesankan.

Juara satu berhasil disabet dalam ajang paling bergengsi di Indonesia itu. Kini, dia bakal meningkatkan capaian dalam ajang Sea Games 2023, Mei depan.

“Targetnya dalam Sea Games ini ya pasti juara satu,” ucap perempuan kelahiran 2 September 2002 itu.

Sebelum menjadi atlet berprestasi, banyak tantangan dan hambatan yang dia alami. Ada sedih yang kerap dia rasakan.

Apalagi saat dia tak menguasai teknik dengan cepat. Sehingga harus mengulang-ulang terus.
Baca Juga : Cerita Atlet Malang Raya yang Tetap Beraktivitas di Bulan Ramadan (1).

Caci maki dari pelatih juga menjadi jadi makanan kesehariannya. Namun Vara sadar di situlah mentalnya ditempa.

Meski tak naif kadang kala hal itu sering membuatnya ingin menyerah. Tapi rasa ingin menyerah itu terkubur setelah mengingat mimpinya menjadi pegulat profesional.

Saat ini Vara masuk dalam kelas berat. Kelas itu ditentukan berdasar berat badannya.

Ia memiliki berat badan 76 kilogram. Ada banyak teknik yang berhasil dia kuasai. Namun teknik andalannya adalah teknik bantingan samping.

Selain itu, dia juga kerap menggunakan teknik tabrakan keras. Teknik-teknik itulah yang kerap membuatnya berhasil mengumpulkan poin.

“Dengan berat badan saya segini, teknik yang paling sulit adalah ambil kaki. Karena kurang lentur,” imbuhnya. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Saat ini mimpinya untuk bertanding di sea games sudah di depan mata. Bahkan Desember tahun lalu, Vara sudah mengikuti Pra-Sea Games di Kamboja.

Di negara Angkor Wat itu, dia mengikuti latihan bersama atlet dari tujuh negara.

Kesempatan berlatih dengan atlet mancanegara itu membuatnya bisa mengukur kemampuan lawannya nanti.

Keberhasilannya menjadi atlet Sea Games mungkin sudah membuat orang tuanya bangga sekaligus bahagia.

Tapi dia ingin menambah kebahagiaan orang tuanya dengan memboyong medali emas. “Saya ingin buat orang tua bangga,” tutupnya. (*/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
##malangkipa ##beritamalang #radarmalang ##wisatamalang ##kulinermalang ##jawaposradarmalang #malang ##mediaonlinemalang #kotamalang ##beritamalanghariini ##mahasiswamalang