Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Marsa Adristicita Ratri Artanti, Runner-Up 2 Putri Tari Jawa Timur 2023

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Minggu, 21 Mei 2023 | 17:00 WIB
CINTA SENI TARI: Marsa Adristicita membawakan tari gading alit khas Kota Malang dalam sesi penilaian di tempat karantina, awal Mei lalu.(Marsa Adristicita R. A. For Radar Malang)
CINTA SENI TARI: Marsa Adristicita membawakan tari gading alit khas Kota Malang dalam sesi penilaian di tempat karantina, awal Mei lalu.(Marsa Adristicita R. A. For Radar Malang)
Jadi Finalis Termuda, Belajar Menari sejak Playgroup

Putera-Puteri Tari Jatim 2023 menjadi ajang pageant perdana yang diikuti Marsa. Meski mendadak dan otodidak mempelajari kemampuan public speaking, prestasinya cukup mengesankan.

Setelah menyandang gelar runner-up 2 Puteri Tari Jawa Timur 2023 7 Mei lalu, Marsa Adristicita Ratri Artanti bakal semakin sibuk. Hari ini (21/5), dia harus bertolak ke Surabaya. Marsa harus mengikuti serangkaian training selama tiga hari. Sebelum akhirnya dia bakal berangkat ke Bali, pertengahan Juni nanti.

Ya, usai menyabet runner-up 2 atau juara tiga, Marsa akan melanjutkan perjuangan dalam ajang Pemilihan Putera-Puteri Tari Nasional 2023 di Bali. Untuk itu, berbagai hal mulai dipersiapkan dara kelahiran 30 Agustus 2007 itu.

Jika mengingat perjuangan mengikuti pemilihan Putera-Puteri Tari Jawa Timur 2023, Marsa masih tak percaya. Tampak terlalu cepat mimpinya terjawab. Untuk bisa berlaga di ajang tersebut, peserta harus memenuhi syarat minimal usia 15 tahun. Marsa tak ingin menunda kesempatan itu.

Begitu usianya mencukupi, dia bergegas mencoba peruntungan. Sesuai dengan tajuk kegiatan, ajang pageant itu akan menjaring putra-putri daerah yang memiliki ketertarikan dan keterampilan dalam menari. Tentu saja kemampuan tari menjadi modal utama. Namun, menari saja tidak cukup.

”Karena itu ajang pageant, jadi tetap saja kemampuan public speaking, catwalk, dan lain-lainnya juga akan menjadi pertimbangan yang tak kalah penting,” ucap Marsa dengan gaya bicara yang kalem. Barangkali itulah yang luput dipersiapkan perempuan yang kini duduk di bangku kelas X MIPA 2 SMAN 4 Malang itu.

Keterampilannya membawakan tarian tak perlu diragukan. Sebab, dia sudah mulai belajar menari sejak belia. ”Seingat saya mulai playgroup ya,” ucapnya sambil mengingat-ingat. Dia juga pernah tergabung dalam sebuah grup tari. ”Entah saat itu acara apa, tapi saya tampil di pentas,” kisah dia.

Dari situlah ketertarikannya pada seni tari tumbuh. Marsa mulai bergabung di beberapa sanggar tari. Saking jatuh cintanya pada tari, ibunya turut mendatangkan guru tari secara privat ke rumah. Itu dilakukan agar Marsa bisa mendalami tari-tarian tertentu yang menurutnya sulit.

Kini berbagai jenis tari-tarian bisa dibawakannya. Utamanya tari-tarian Malangan dan Jawa Timuran. Namun, Marsa juga mempelajari tari dari daerah lain. Seperti Jawa Barat, Banyuwangi, dan daerah-daerah lain. ”Tapi kalau untuk catwalk, make-up, dan pubic speaking baru benar-benar belajar sebelum mengikuti ajang itu,” ungkapnya.

Dia berlatih secara otodidak melalui video-video di YouTube. Tekadnya yang sudah bulat membuat dia tetap percaya diri untuk mengikuti tahapan seleksi. Di tahap awal, dia harus melewati seleksi administrasi. Baru kemudian tes tulis dan wawancara. Pada tes tulis dan wawancara, wawasannya terkait seni dan budaya benar-benar diuji.

Dalam pemilihan putera-puteri tari Jatim itu, Marsa juga harus membawa program kerja. Di antaranya audiensi, kunjungan budaya, dan kolaborasi. Audiensi penting dilakukan untuk terus mencari dukungan atas kegiatan-kegiatan pelestarian budaya. Salah satunya melalui kegiatan kunjungan budaya.

Kunjungan budaya itu bertujuan untuk mengenalkan tari secara lebih dekat kepada masyarakat. Khususnya anak-anak muda atau siswa sekolah. ”Selanjutnya, kegiatan itu juga butuh kolaborasi. Sehingga saya berpikir untuk menggandeng semua teman yang punya fokus dan ketertarikan di bidang tari dan kelestariannya,” terangnya.

Keberhasilannya menjadi runner-up 2 tak lepas dari program kerja tersebut. Sebab, semua hal yang ditampilkan memiliki bobot penilaian masing-masing. Marsa tak bisa memastikan berapa banyak pendaftar dari Kota Malang.

Namun, yang jelas hanya dia lah yang berhasil lolos 23 besar finalis di grand final. Dari total finalis itu, Marsa menjadi yang termuda. Pesaingnya kebanyakan sudah mahasiswa. Ada pula yang sudah lulus kuliah. Karena itu lah dia sempat tak percaya diri. Namun, kendala itu bisa teratasi oleh anak kedua dari tiga bersaudara tersebut. Buktinya adalah gelar juara yang berhasil disandangnya. (dre/by) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#jawa pos radar malang #batu kota #media online malang #berita malang #Mahasiswa malang #radar malang hari ini #berita malang hari ini #malang kota #wisata malang #kuliner malang #radar malang #malang kabupaten #malang kipa