Nirbobol sepanjang Kompetisi Internasional, Bikin 10 Save di Final
Bibit pesepak bola andal muncul dari Lawang, Kabupaten Malang. Itu setelah Ardo Kaka Alghazyzyo, pesepak bola asal Lawang meraih Best Goalkeeper di ajang Barcelona Football Festival 2023 pada 28 Mei lalu. Gawangnya tak pernah kebobolan sepanjang turnamen internasional.
GALIH R. PRASETYO
MATANYA terpejam dan kedua tangannya menengadah. Beberapa detik kemudian, Ardo Kaka Alghazyzyo yang berdiri di bangku pemain itu langsung berlari ke arah lapangan. ”Pasti bisa…!!!,” teriak Ardo sembari mengepalkan tangan.
Ritual doa itu dilakukan saat melawan tim Inggris Ware FC dalam laga final Festival Sepak Bola Barcelona 2023 pada Minggu lalu (28/5). Selama pertandingan, beberapa kali Ardo jatuh bangun untuk mengamankan gawang dari serangan lawan.
Pada babak kedua misalnya. Usai berhasil membendung bola tendangan bebas dari pemain Ware FC, dia langsung menghalau tendangan jarak dekat dari penggawa klub yang identik kostum biru tersebut. Tidak hanya itu, beberapa kali dia juga memberikan komando dari belakang.
Pemain jebolan Diklat Persema Malang itu menginstruksikan rekan-rekannya agar konsentrasi dan menjaga jarak bertahan. Dia juga menyemangati jika sukses menghalau atau berduel berebut bola dengan pemain Ware FC yang umumnya berpostur lebih tinggi.
Karena itu, hampir sepanjang laga tidak pernah terlihat anteng. ”Meski posisi paling belakang, kiper mempunyai pandangan paling luas. Jadi wajib mengingatkan atau menjalin komunikasi dengan pemain lain,” ungkap Ardo, Selasa lalu (30/5).
Kemampuan Ardo mengoordinasi pemain itu hasil didikan pelatih klubnya, ISA Lombok Zuchli Imran Putra. Tujuannya supaya antar pemain di lapangan bisa dengan kompak. Untuk posisinya yang ada di belakang, dia dan center back atau full back bisa menggalang pertahanan dengan baik. Menghalau upaya penggawa Ware FC menciptakan skor.
Usaha tersebut berhasil. Timnya, ISA Lombok FC yang sejak babak pertama unggul lewat gol pemain sayap M. Arkhadi Satriaji, berhasil mempertahankan. Ardo juga sukses membuat sekitar 10 save.
Kemenangan 1-0 di final tersebut menambah jumlah rekornya yang tidak kebobolan pada turnamen internasional tersebut menjadi 5 kali. Ya, sejak babak penyisihan grup sampai final, pemain berusia 16 tahun itu tak sekalipun kebobolan.
Dimulai melawan klub Norwegia Krakerey IL. Dalam laga tersebut, timnya unggul 5-0. Setelah itu melawan Irlandia Manortown United FC dengan skor 4-.0. Pada laga akhir babak grup, Ardo kembali nirbobol saat melawan tim asal Prancis US GOUVleux. Saat itu timnya menang 3-0.
Sementara clean sheet lainnya didapatkannya saat babak semifinal. Pada laga melawan tim asal Belgia, Brussel Annessens itu, dia membantu ISA Lombok FC leading 4-0. Tapi dia tidak tampil sampai laga tuntas. Keluarnya Ardo membuat tim yang berisi tiga SSB Indonesia tersebut kebobolan 3 gol pada akhir babak kedua laga.
Sebagai informasi, tiga diklat sepak bola bergabung dengan ISA Lombok FC. Yakni Diklat Imran Soccer Academy, Bintang Timur FC, dan Lombok FC.
Sukses menunjukkan penampilan bagus selama turnamen menjadi sesuatu yang tidak pernah dipikirkan pengidola kiper Real Madrid Iker Casillas tersebut. Ini karena Festival Sepak Bola Barcelona adalah turnamen internasional pertamanya. Dia juga sempat nervous pada awal-awal kejuaraan.
Sejak dia memang tidak mematok target tinggi. Siswa kelas 1 SMAN 1 Lawang itu menjalaninya dengan nothing to lose. ”Pokoknya menanamkan dalam diri bagaimana bermain maksimal dan fokus. Bantu tim mendapatkan hasil maksimal,” paparnya.
Karena hal itu dia sempat tidak percaya saat dinobatkan sebagai best goalkeeper. Situasi membuatnya baru berangkat ke podium juara setelah panggilan tiga kali.
Dalam menjalani kejuaraan, Ardo juga tidak gampang menjaga gawangnya tetap clean sheet. Dia sempat berada pada beberapa momen yang tidak mengenakan. Seperti mendapatkan tackle lawan yang cukup menyakitkan, melawan cuaca dingin Spanyol, sampai terkena imbas gesekan antar pemain di lapangan.
”Saat melawan tim Irlandia Manortown United FC, saya sempat kena pukul pemain sana. Padahal niat saya melerai,” tuturnya.
Pukulan itu menyasar ke bagian wajahnya. Namun tidak membuatnya sampai cedera. Pada partai final tensi laganya juga tinggi. Kedua tim yang tidak mau kalah laga diwarnai duel perebutan antar pemain. Dia yang ada di bawah mistar sempat terkena kaki lawan. Situasi tersebut membuatnya harus mendapatkan perawatan.
Selama di Spanyol, tantangan Ardo lainnya adalah adaptasi dengan makanan dan cuaca. Di negeri matador itu, dia tidak menemukan nasi. Sehingga harus makan roti dan kentang sebagai pengganti karbohidrat. ”Banyak juga makanan yang tidak halal. Jadi harus berhati-hati kalau mau jajan,” terangnya.
Meski penuh liku, dia senang dengan momentum-momentum tersebut. Sebab, gelar individu tersebut melengkapi capaian sebelumnya. Pada Mei lalu, Ardo dinobatkan sebagai kiper terbaik di Liga Topskore Regional Jabodetabek.
Selain itu, sebelumnya untuk bisa masuk tim ISA Lombok FC juga tidak gampang. Perjalanan yang dilalui cukup terjal. Sebab harus bersaing dengan puluhan kiper penjuru Indonesia. ”Dari 20-an peserta, yang diambil dua saja,” kata anak mantan pemain Persema Malang itu. (*/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana