GALIH R. PRASETYO
BADAN sedikit merunduk, lalu pandangan fokus ke depan. Sementara kaki kanannya standby di pedal sepeda, bersikap mengayuh dalam hitungan ketiga. Begitu aba-aba sampai hitungan ketiga dan penghalang roda diturunkan, seketika itu Shifa Maulidina langsung melesat menerjang medan.
Dara berusia 17 tahun itu piawai mengendalikan ”kuda besi” tunggangannya. Tidak sampai 5 menit, dia sudah sampai pada garis finis sirkuit International BMX Pulomas di Jakarta Timur. Penampilan atlet Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Malang tersebut terekam dalam video yang diunggah Indonesia Cycling Federation, kemarin (7/6).
Aksi tersebut merupakan salah satu program latihan sebelum bertolak ke Filipina. Atlet BMX yang kerap disapa Nada itu setiap hari berlatih. ”Sebelum ke Jakarta. Dua bulan lalu berlatih di Banyuwangi,” kata Nada.
Ini dilakukan agar bisa tampil maksimal dalam kejuaraan Filipina. Sehingga bisa mengulang kejayaannya ketika bersaing di Thailand, Februari lalu. Dalam ajang BMX Racing Thailand Cup 2023 di Bangkok pada Februari lalu, tim BMX Indonesia membawa pulang 4 medali emas, 1 Perak, dan 3 perunggu. Kala itu, Nada menyumbang emas di nomor women junior.
Sukses mendulang medali emas pada ajang internasional pertamanya itu, Nada melintasi berbagai rintangan. Dia juga beberapa kali gagal, padahal kemenangan sudah di depan mata. Misalnya pada 2022 lalu, Nada gagal menuntaskan kejuaraan ketika garis finish tinggal 50 meter lagi depan mata. ”Saat itu tidak berhasil finish karena terpeleset. Padahal tinggal sedikit lagi," kata gadis yang berdomisili di Lesanpuro, Kota Malang itu.
Belum soal kejenuhan yang dia rasakan. Menjalani kehidupan sebagai atlet sejak kelas 2 SD, tentu pernah mengalami masa-masa jenuh. Apalagi ketika dia melihat bocah-bocah seusianya asyik bermain tanpa batasan waktu.
Tapi rasa bosan dan jenuh itu berhasil dia tepis. Apalagi ketika dia mampu menyumbangkan medali untuk Kota Malang, bahkan Indonesia. Di sirkuit International BMX Pulomas, Nada mendulang emas usai mengalahkan atlet dari Jogjakarta dan DKI Jakarta.
Keberhasilan itu berkat keseriusan anak ketiga dari tiga bersaudara itu selama menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) di Banyuwangi, November 2022 sampai Januari 2023 lalu. Sebelum akhirnya pada Februari bertolak ke Thailand untuk kejuaraan.
Menjalani persiapan untuk ajang internasional terasa lebih berat. Dia menempa diri dalam sehari tiga kali. Selain itu, juga tidak boleh pulang ke Malang supaya fokus dalam persiapan. Terus sabar dan telaten menjalani tantangan lagi-lagi Nada mendapatkan buahnya.
Meski sempat nervous dan kesulitan adaptasi cuaca pada hari pertama, kejuaraan BMX internasional pertamanya di Thailand sukses dimenangkannya. Nada yang tampil melawan atlet-atlet negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, hingga Filipina mampu finish terdepan. ”Pokoknya fokus. Tidak berpikir hal lain selain balapan," ucapnya.
Ada dua faktor yang membuatnya dituntut konsentrasi. Pertama, menghadapi track baru. Kedua, lawan-lawannya merupakan atlet terbaik dari negara masing-masing. Salah perhitungan bisa membuatnya kalah.
Tapi, euforia Nada pada ajang tersebut tidak bertahan lama. Beberapa minggu sepulang dari Thailand, dia mengalami insiden yang mengakibatkan tangan kirinya dislokasi. Momen nahas tersebut terjadi ketika dia melakukan latihan di pelatnas. Dia terjatuh usai melakukan start.
Akibatnya, Nada harus naik meja operasi. "Itu merupakan cedera terparah yang aku rasakan,” terangnya.
Selama proses penyembuhan, Nada memompa semangatnya dengan melihat video atlet mancanegara yang bisa terjunkan ke lapangan meski pernah cedera. ”Saya merasa terpacu karena banyak atlet luar negeri yang tangannya mengalami cedera tapi tetap ikut kejuaraan dan lalu juara," tegangnya.
Selain itu, dia juga terpacu usai melihat atlet BMX andalan Indonesia Jasmine Azzahra. Sosok itu menginspirasi lantaran sukses dalam olahraga tersebut. Baginya sosok keren yang banyak meraih prestasi di level Internasional, salah satunya SEA Games.
Dorongan itu membuat mampu melawan rasa sakit selama pemulihan. Selain itu, sedikit demi sedikit menghapus rasa trauma mengalami insiden saat balapan. ”Saya cedera pada Februari, lalu pertengahan Mei tampil di kejuaraan lagi,” ucapnya.
Meski tidak gampang karena ada kurang nyaman di tangan, namun comeback menghasilkan prestasi. Dia menjadi juara pada ajang BMX Indonesia Cup 2 tahun 2023. Nada mengalahkan atlet dari DKI Jakarta dan Semarang. Kini, dia bersiap tampil di Filipina.(*/dan) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana