Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tantangan Aan Andriani selama Menjadi Animal Keeper Jatim Park 2

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Rabu, 8 November 2023 | 23:00 WIB
Animal Keeper Jatim Park 2 Aan Andriani seusai merawat primata noktural di area Jatim Park 2 kemarin (7/11).
Animal Keeper Jatim Park 2 Aan Andriani seusai merawat primata noktural di area Jatim Park 2 kemarin (7/11).

Kedua Lengan dan Kaki Digigit 2 Ekor Monyet asal Amerika

Profesi yang dijalani Aan Andriani tergolong tidak biasa. Menjadi animal keeper untuk primata dan noktural, perempuan 37 tahun itu pernah diserang hingga demam tiga hari. Bagaimana perjuangannya?

AFIFAH RAHMATIKA FURZAEN

SEORANG perempuan berjalan melintasi kandang primata, kemarin (7/11). Sesekali, dia membersihkan kandang yang kotor, sekaligus melakukan pengecekan. Tujuannya untuk memastikan bahwa primata dan noktural berada di dalam kandang.

Perempuan itu bernama Aan Andriani. Perempuan 37 tahun itu merupakan animal keeper di Jatim park 2. Tugasnya merawat puluhan ekor primata dan noktural. Profesi yang tidak banyak dijalani perempuan lain.

Tentu saja, tak semua perempuan siap menjadi animal keeper. Tapi bagi ibu satu anak tersebut sangat menyenangkan. ”Entah kenapa, menangani satwa itu seru meski banyak tantangannya,” ujar Aan sembari mengajak Jawa Pos Radar Malang berkeliling di area Jatim Park 2, Kota Batu.

Mengawali kerja sebagai animal keeper pada 2010 silam, dia punya pengalaman yang tidak terlupakan. Ketika membersihkan kaca kandang patas monkey, tiba-tiba enam ekor binatang liar itu berada di luar kandang. Sontak saja, dia kaget, apalagi belum mengenai karakter satwa di Jatim Park 2.

Dia kemudian berteriak meminta tolong kepada petugas lain. "Primata kan memang pintar. Satwa satu ini bisa mengenali aktivitas kita (animal keeper)," beber perempuan kelahiran Malang, 30 Januari 1986 itu.

Selain itu, Aan juga pernah menjadi korban keganasan satwa yang dirawatnya. Ketika hendak pulang sekitar pukul 16.00, dia memeriksa terlebih dahulu hewan-hewan di wilayah kerjanya. Itu merupakan prosedur yang harus dijalani semua animal keeper.

Sebelum pulang, harus memastikan bahwa hewan yang menjadi tanggung jawabnya tersebut aman. "Saat kontrol kandang, tiba-tiba dua monyet ekor merah langsung menyerang saya. Akhirnya saya pasrah saja, karena tidak mungkin saya membuka pintu kandang. Bisa-bisa wisatawan kena serang," cerita perempuan yang berdomisili di Pujon, Kabupaten Malang tersebut. 

Monyet asal Amerika lantas menggigit kedua lengan dan kakinya. Akibat gigitan tersebut, dia demam selama tiga hari harus menjalani perawatan di RS Baptis. "Saya dirawat dua jam. Yang saya ingat sih disuntik agar tidak ada virus yang masuk ke tubuh akibat gigitan satwa," katanya sambil menunjukkan gigitan di lengannya yang masih membekas tersebut.

Meski mengalami kejadian yang menegangkan, dia tak mengalami trauma. "Ya begitu lah satwa primata. Mereka liar. Sekalinya tidak suka ya seperti dendam,” katanya.

”Jadi animal keeper itu harus merawat dengan insting dan feeling (hati)," tambah alumni SMAN 1 Ngantang ini.

Aan yang sempat resign pada 2012 dan masuk lagi pada 2023 itu sempat mengalami fase berat. Yang ada di pikirannya kala resign adalah prioritas untuk keluarga. "Pas resign, saya sangat merindukan satwa di Jatim Park 2. Dan yang membuat saya ingin menjadi animal keeper adalah tantangannya," kata dia. Baginya, tugas animal keeper sangat mulia. Karena satwanya sehat dan kandangnya bersih, wisatawan menjadi senang. (ifa/dan).

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#malang #Jatim Park 2