Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perjuangan Taufiqurrizki hingga Mendapat Apresiasi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF)

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 17 November 2023 | 23:00 WIB
BERSEMANGAT: Aksi Taufiqurrizki di lapangan bulu tangkis Balai Serbaguna RW II Penanggungan, Minggu lalu. Dia tidak pernah menyerah dengan kondisinya.
BERSEMANGAT: Aksi Taufiqurrizki di lapangan bulu tangkis Balai Serbaguna RW II Penanggungan, Minggu lalu. Dia tidak pernah menyerah dengan kondisinya.

Aksinya Ditonton 80 Juta Kali di TikTok

Lahir dengan keterbatasan, aksi Taufiqurrizki dalam bermain bulu tangkis mendapat apresiasi dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Padahal dia bukan atlet dunia. Kemahirannya bermain bulu tangkis juga dihasilkan secara otodidak dengan fasilitas seadanya.

GALIH R. PRASETYO

GERAKANNYA lincah. Begitu shuttlecock dari lawan masuk ke arealnya, Taufiqurrizki langsung meloncat dan melakukan jump smash. Setiap melakukan jump smash, kaki kirinya menjadi tumpuan lantaran kaki kanan lebih pendek alias tidak normal.

Ketika lawan melakukan smash, dia berhasil menahan, kemudian membalikkan permainan. Kepiawaian Iky, panggilan akrab Taufiqurrizki dalam bermain bulu tangkis itu terlihat dalam sesi latihan di balai serbaguna RW II Penanggungan, Jalan Serang, Minggu lalu.

Jauh sebelum itu, aksinya bermain bulu tangkis sudah viral lewat media sosial (medsos) TikTok. Aksinya bermain bulu tangkis dilihat 80 juta kali di medium tersebut. Saat itu, dia berlatih bulu tangkis bersama-sama rekan-rekannya di Unggul Sport Center.

Atlet 23 tahun itu menunjukkan beragam aksi mulai jump smash, drop shots, sampai melakukan lop bola jauh dengan cara shadow bulu tangkis. Saat itu seperti tidak ada kendala untuknya bermain bulu tangkis. ”Awalnya saya kaget. Sebab, umumnya akun Instagram resmi BWF meng-upload aksi atlet badminton kelas dunia” kata Iky, Minggu lalu.

Setelah viral, dia diundang salah satu stasiun televisi nasional di Jakarta pada Juni lalu. Di tempat tersebut dia kolaborasi bermain bulu tangkis dengan artis papan. Yakni Rafi Ahmad dan Irfan Hakim. "Undangan ke Jakarta itu saya dapatkan setelah video bulu tangkis saya fyp di TikTok," paparnya.

Bersama Rafi dan Irfan Hakim, dia berbagi cerita perjuangannya. Sembari kedua selebriti itu menguji kemampuan Iky bermain bulu tangkis. Baik Irfan dan Rafi kaget dengan aksi smash dilakukan Iky.

Video bulu tangkis Iky juga di-upload aku resmi federasi bulu tangkis dunia (BWF). Video tersebut sudah disaksikan 30 juta orang. Saat ini dia juga tengah bersiap bergabung dengan Timnas Para Badminton. Awal Januari 2024 depan, dia akan bertanding di Aceh. Lewat media sosial itu, Iky berbagai spirit. ”Keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi. Tidak ada mustahil,” kata dia.

Prestasi gemilang itu tidak didapatkan begitu saja. Atlet National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kota Malang itu memulainya dengan belajar secara mandiri atau otodidak. Itu karena di Malang tidak ada latihan khusus untuk atlet para badminton.  ”Awal latihan memukulnya dengan media tembok," kenangnya.

Iky memilih belajar mandiri lantaran masih kurang percaya diri saat bermain olahraga tersebut. Apalagi pada tahun tersebut dia belum lama berada di Malang. Sejak kecil sampai usia 17 tahun tinggal di Sumba.

Selama belajar, dia memanfaatkan ruang tamu berukuran sekitar 3 X 4 mater. Di tempat itu dia belajar melompat, memukul, sampai footwork. "Pokoknya dulu apa yang dilihat di YouTube begitu saya praktikkan," terangnya.

Setahun berlatih di tempat tersebut, akhirnya pada 2020 mendapatkan kesempatan latihan tempat badminton. Saat itu balai RW yang dekat lapangan sepak bola ada di Merjosari, Kota Malang. Dia berlatih disitu setelah diajak saudaranya.

Momen tersebut memberikan banyak pengalaman untuknya. Pasalnya, tidak sedikit yang memandang sebelah mata. Umumnya orang sanksi bahwa Iky yang menyandang disabilitas bisa bermain bulu tangkis, apalagi melawan atlet non-disabilitas. "Tapi saya memaklumi apabila banyak diremehkan seperti itu," paparnya.

Awal bermain bulu tangkis, permainan Iky biasa saja. Sampai-sampai lawannya sengaja mengalah. Tapi hal itu membuat Iky tidak happy. Dia tidak ingin dikasihani. Akhirnya dia selalu belajar ekstra keras.

Dia termotivasi lantaran teringat masa kecil yang kerap di-bully teman-temannya. Karena itulah semasa di Sumba Barat, Iky kecil giat berlatih. Dia terus menantang dirinya untuk melakukan aktivitas yang bisa dilakukan anak-anak non-disabilitas. Seperti bermain sepak bola, basket, hingga bersepeda. "Kalau tidak begitu, saya tidak punya teman. Itu lebih sakit," tuturnya.

Dorongan itulah membuat terpaksa diam-diam belajar bulu tangkis. Sebab, saat itu kedua orang tuanya tidak mengizinkan dia berolahraga. Ada rasa khawatir Iky terluka. Sebab, sepak bola dan basket kerap terjadi kontak fisik.

Namun, usaha demi usahanya pada waktu itu hampir selalu berhasil. Dia bisa bermain sepak bola, basket, sampai bersepeda menempuh jarak hingga 80 kilometer. Pengalaman itulah yang membuat tidak tumbang saat banyak dipandang sebelah mata.

Saat itu Youtube menjadi referensinya untuk menyelesaikan tantangan yang dihadapi. Selama itu, dia juga melihat aksi-aksi Taufik Hidayat sebagai pelecut semangatnya. Menonton aksi peraih medali emas di Olimpiade 2004 tersebut selalu memacu adrenalinnya. Memompa semangatnya untuk berjuang menjadi atlet bulu tangkis di tengah kondisinya yang terbatas. Berjalan waktu, berjuang melawan keterbatasan tersebut berbuah manis.

Atlet berdomisili di Jalan Candi Panggung, Kota Malang itu perlahan-lahan bermain lebih mahir. Efeknya banyak perkumpulan klub badminton yang mengajaknya berlatih bersama. Mulai wilayah Batu, Kabupaten Malang, dan Kota Malang. "Apabila tidak cedera, saya bisa bermain badminton sehari dua kali," katanya.

Tapi, dari semua itu yang paling membahagiakan untuknya adalah dia menjadi atlet NPCI Kota Malang. Lewat wadah tersebut kemampuannya semakin berkembang. Karena langsung dimentori oleh Oddie Kurnia Dwi Listyanto Putra, atlet Pelatnas yang beberapa kali juara internasional.

Lewat itulah event-event kejuaraan tingkat nasional, provinsi, sampai kota atau kabupaten mulai dia ikuti. Terbaru dia tampil di kejuaraan para badminton di Malang pada bulan Oktober lalu dan mendapatkan juara 1.(*/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#bulu tangkis #BWF