Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perjuangan Ahmad Zaidan Langganan Raih Medali Emas Kejurnas Sepatu Roda

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 24 November 2023 | 22:00 WIB
GIAT BERLATIH: Ahmad Zaidan menunjukkan medali dan piagam penghargaan di sela-sela latihan di Malang City Point (MCP) kemarin.
GIAT BERLATIH: Ahmad Zaidan menunjukkan medali dan piagam penghargaan di sela-sela latihan di Malang City Point (MCP) kemarin.
Usia 11 Tahun Sudah Koleksi 25 Medali

Usia Zaidan masih 11 tahun, namun sudah mengharumkan Kota Malang diajang kejuaraan sepatu roda. Siswa MIN 2 Malang itu sudah mengoleksi 25 medali, baik tingkat kota maupun nasional.

DUROTUL KARIMAH

BEBERAPA bocah bersepatu roda meliuk-liuk melintasi barisan cone di lantai lima Malang City Point (MCP).

Ada yang mampu melewatinya tanpa menabrak cone, ada yang terjatuh.

Bagi yang terjatuh, mereka langsung berdiri untuk melanjutkan latihan.

Tak ada yang merintih, apalagi menangis.

Di antara belasan bocah SD itu, ada satu yang menonjol.

Selalu di barisan depan dan tak pernah terjatuh.

Deretan cone berwarna-warni itu dilintasi dengan sempurna.

Dialah Ahmad Zaidan, atlet asal Kota Malang yang sudah beberapa kali meraih medali emas di ajang kejuaraan sepatu roda.

Koleksi medali dan sertifikat penghargaan sudah banyak.

Siswa Kelas 5 MIN 2 Malang tersebut sengaja membawanya saat latihan kemarin.

Dia menunjukkan kepada Jawa Pos Radar Malang.

“Ini yang terbaru dari Surabaya beberapa waktu lalu,” ungkapnya sambil menunjukkan dua medali emas.

Ya, pada 18 dan 19 November lalu dia baru saja berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Surono dan Piala Smanor 2023 di Sidoarjo.

Anak kelahiran tahun 2012 tersebut berhasil menjadi juara 1 kategori speed 500 meter dan 1.000 meter.

Untuk laga di nomor Junior saja dia mengoleksi 25 medali, baik itu tingkat kota, provinsi, maupun nasional.

Sebagai informasi, nomor Junior dimainkan anak usia 8 hingga 12 tahun.

Sebelum itu, Zaidan berada di nomor Beginner dan lebih banyak lagi medali yang saat itu dia dapatkan.

Kemahirannya memainkan sepatu roda didapat berkat kegigihannya dalam berlatih.

Sejak usia Taman Kanak-Kanak (TK) Zaidan sudah berlatih sepatu roda.

“Pertama kali lomba di Jogja, saya dapat juara 2 dari belakang,” ungkapnya lirih sambil tersenyum malu.

Anak ke tiga dari tiga bersaudara itu selalu ingat momen saat duduk di kelas 1 SD tersebut, karena setelah itu dia terpacu untuk lebih giat lagi berlatih.

Dari sana juga dia belajar untuk lebih percaya diri tampil di depan banyak orang.

“Tapi sekarang masih deg-degan saat mau lomba. Setelah lomba dimulai jadi biasa saja,” Kata Zaidan.

Ibunda Zaidan, Nunuk Kusuma Ning Ati mengungkap kebiasaan Zaidan setiap akan lomba.

“Saat antre untuk masuk arena, pasti ngeluh ngantuk. Kalau stress, dia ya seperti itu (mengantuk),” tuturnya.

Sehingga Nunuk selalu menyiapkan air mineral untuk membasuh wajah anak bungsunya tersebut.

Harapannya kembali segar dan rasa kantuknya hilang.

Sejak kecil, Zaidan merupakan anak yang aktif. Untuk itu, Nunuk mencarikan olahraga yang tepat guna menyalurkan energi berlebih Zaidan.

Awalnya hanya bermain sepatu roda biasa, namun gurunya menyarankan mengikuti klub agar latihan Zaidan lebih terarah.

Terbukti setelah itu dia banyak mengikuti kejuaran-kejuaran sepatu roda.

Tak hanya klub sepatu roda, Zaidan juga sempat mengikuti klub renang.

“Tapi karena pandemi, banyak kolam renang yang tutup. Akhirnya beralih ke klub badminton sampai sekarang,” tutur Nunuk.

Hingga kini Zaidan aktif latihan sepatu roda dan badminton.

Setidaknya dalam satu minggu Zaidan berlatih sepatu roda selama 6 hari dan badminton selama 3 hari.

“Pulang sekolah itu Zaidan ngaji. Setelah itu latihan badminton sore, malamnya sepatu roda,” terang Nunuk.

Karena badminton itu juga fisik Zaidan lebih terlatih.

Sehingga dalam sepatu roda dia bisa menguasai kategori freestyle yang butuh ketelatenan maupun speed yang membutuhkan lebih banyak tenaga karena terkesan balapan.

Setiap hari Nunuk mendampingi Zaidan menjalankan berbagai aktivitas yang padat.

Karena masih anak-anak, semangat Zaidan berlatih pun terkadang naik turun.

“Kadang minta dibelikan makanan apa yang ada di dekat tempat latihan, setelah itu dia semangat lagi,” kata Nunuk.

Sebagai orang tua dia tidak menargetkan apapun kepada anaknya.

Dia hanya mendukung apa yang menjadi kesenangan Zaidan.(*/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kejurnas #sepatu roda