Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Yobi Utama Putra, Pemadam Kebakaran Kota Malang yang Ilustrator, Dikontrak Perusahaan Kanada sampai Layani Band Asal Swedia

Mahmudan • Jumat, 16 Februari 2024 | 17:18 WIB
BERJIWA SENI: Yobi Utama Putra di kantor UPT Damkar Kota Malang membawa karya seninya.
BERJIWA SENI: Yobi Utama Putra di kantor UPT Damkar Kota Malang membawa karya seninya.

BARU beberapa menit menggoreskan stylus pen di layar iPad, jemari Yobi Utama Putra mendadak berhenti.

Tepatnya setelah mendengar bunyi sirine kebakaran sekitar pukul 23.38 di Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang, Senin lalu (5/2).

Yobi lantas menyambar fireman jacket nomex III A.

Itu merupakan baju berwarna oranye yang biasa digunakan personel setiap ada kebakaran.

Dia menyusul rekan-rekannya masuk ke dalam truk rescue ”Semut Ireng”.

Malam itu, Kantor UPT Damkar Kota Malang menerima laporan kebakaran di Ruko Shopee Food Driver Center, Jalan Letjen S. Parman, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing.

Padahal, Yobi perlu membuat beberapa contoh desain untuk diunggah ke Instagram.

Namun tugas Yobi memastikan masyarakat Kota Malang selamat dari kobaran si jago merah tidak bisa dikesampingkan Sebab, taruhannya adalah nyawa orang.

Ini bukan kali pertama Yobi menunda pembuatan desain produk.

Sejak menjadi bagian dari Korps Blangwir pada 2017 silam, Yobi harus membagi waktu antara pemadaman kebakaran dan aktivitas di dunia desain.

Terlebih setiap musim kemarau karena intensitas kebakaran mengalami peningkatan.

Misalnya Agustus sampai September 2023 lalu, musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Dalam satu hari, kebakaran yang ditangani UPT Damkar bisa mencapai tujuh kejadian.

Sementara pesanan desain yang datang sekarang makin membeludak.

Untuk pesanan dari clothing line saja, Yobi menggarap empat sampai enam desain.

Belum pesanan desain lainnya.

”Jadi mau enggak mau saya ya ngalahi,” kata lelaki berusia 32 tahun tersebut.

Yobi pun berusaha memberi pemahaman kepada klien.

Untuk satu kali pengerjaan desain, dia meminta tenggat waktu tiga sampai empat hari.

Semula, pesanan desain yang diterima Yobi tidak banyak.

Bahkan, dulu dia hanya menggambar untuk kesenangan pribadi.

Kesenangan itu muncul sejak Yobi masih SD.

Dia suka menggambar doodle, realis, dan fan art menggunakan drawing pen secara manual.

Agar keterampilannya lebih terasah, Yobi rajin ikut lomba menggambar.

”Dari sana, saya sering juara satu,” ceritanya.

Karena senang menggambar, Yobi melanjutkan pendidikan ke Jurusan Desain Komunikasi Visual (Multimedia) di SMK Negeri 11 Malang.

Di sana, Yobi mulai mengenal sekaligus mempelajari desain ilustrasi menggunakan media digital untuk mempermudah coloring atau pewarnaan, pembuatan logo, hingga huruf.

”Sejak itu, saya beralih menggambar dari manual menggunakan drawing pen ke digital,” imbuh sulung dari dua bersaudara ini.

Bahkan, pada 2014 dia pernah mengikuti lomba desain yang diselenggarakan Indomaret.

Memasuki 2015, Yobi mulai serius menekuni desain ilustrasi dengan tema dark art, metal, dan underground.

Yakni aliran yang memiliki ciri khas seperti motif hewan hingga ungkapan suara hati, tetapi memiliki nuansa kelam.

Aliran itu dia kenal setelah menjadi anak band.

Karena belajar secara otodidak, Yobi merasa perlu menambah relasi.

Tujuannya agar semakin memahami ilustrasi dark art dari sesama seniman, termasuk mereka yang lebih senior.

Dia akhirnya bertemu dengan Komunitas Pena Hitam Malang di Kota Batu.

”Tapi baru benar-benar serius menjadikan bidang ini sebagai mata pencaharian pada 2016 setelah mencoba membuat portfolio di Instagram,” terang anak dari pasangan Sumiarsih dan Asih Trianto itu.

Setahun kemudian, Yobi mendaftar ke UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang.

Tahapan yang harus dilalui untuk bisa diterima di sana cukup panjang.

Alhasil, pekerjaan sampingan Yobi sebagai ilustrator lepas sempat terbengkalai.

Padahal, dia sudah terlanjur menerima beberapa pesanan.

Yobi pun memutuskan untuk vakum selama beberapa bulan.

Setelah memahami ritme kerja pemadam kebakaran, Yobi memberanikan diri kembali mengambil job desain.

Menyesuaikan dengan jadwal shift.

Misalnya saat kebagian shift malam pada pukul 23.00 sampai 07.00, di sela-sela berjaga Yobi menggambar.

Sebaliknya, kalau harus shift pagi atau siang, dia menyelesaikan desain setelah pulang bekerja.

Awalnya, suami dari Asri Anirinda Wahyuningsih itu sempat ragu dengan keputusan menggarap pekerjaan sampingan di sela-sela pekerjaan utama.

Namun setelah berbicara bersama atasan, dia mendapat lampu hijau.

Mulai UPT Pemadam Kebakaran masih dijabat Jose Bello, Muhammad Teguh Budi, sampai Agoes Subekti.

”Alhamdulillah pimpinan mendukung. Malah mereka bilang, lain kali tolong desain kaos untuk anak-anak damkar ya,” kenang Yobi lantas terkekeh.

Pesanan desain yang didapatkan Yobi pun semakin banyak.

Dia getol mempromosikan desain melalui platform seperti Instagram, Behance, hingga Fiverr.

Selain clothing line, ayah dari Muhammad Luthfi itu kerap menerima pesanan desain dari grup musik.

Di antaranya Intervensi Malang, Fallen To Pieces, dan Karat.

Ada pula permintaan dari luar Kota Malang, bahkan luar negeri.

Untuk klien lokal, Yobi mematok harga Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu.

Sementara klien mancanegara dibanderol dari USD 150 sampai USD 300 dolar atau Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta.

”Sempat kepikiran menaikkan harga, tapi saya masih meraba-raba kondisi pasar juga,” ungkapnya.

Meski banjir pesanan, Yobi melayani klien tanpa melakukan tatap muka ada risiko.

Pernah dia ditipu beberapa klien.

Padahal, desain dan file digital sudah tersedia.

”Setelah itu, saya jadi lebih ketat. Untuk proses pembayaran harus menyetorkan uang muka,” tegasnya.

Pernah juga saking banyaknya pesanan dan padatnya pekerjaan, Yobi kewalahan.

Tepatnya saat menggarap pesanan dari salah satu band asal Swedia pada 2022 lalu.

Akhirnya, dia dikomplain karena molor.

Kalau sudah seperti itu, Yobi mencoba memberi pemahaman.

Yang terbaru, Yobi dikontrak perusahaan asal Kanada, yakni Silver Will Prosper Metal.

Dia sudah dikontrak selama tiga tahun oleh perusahaan yang bergerak dalam pencetakan antam tersebut.

Pihak perusahaan memesan desain setelah melihat karya-karya Yobi di Instagram.

”Sejauh ini, permintaan desain dari mereka yang paling berkesan karena saya tidak menyangka desain bisa dipajang di produk perak hingga emas,” sebut lelaki kelahiran Malang ini.

Bahkan, mereka tidak terlalu memberi tuntutan.

Dalam satu bulan, Yobi hanya diminta membuat tiga sampai empat desain saja.

Ke depan, Yobi ingin terus menjajaki pasar mancanegara.

Meski demikian, dia bersikukuh ingin tetap menjadi pemadam kebakaran.

”Bagi saya, damkar tetap panggilan jiwa,” pungkasnya. (*/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Ilustrator #Yobi Utama Putra #Kota Malang #pemadam kebakaran