Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dharu Smaradhana, Arek Malang Puasa di London Inggris : Tahun Ini Puasa Lebih Ringan

Mahmudan • Jumat, 15 Maret 2024 | 18:22 WIB
Dharu Smaradhana berfoto dengan latar belakang Tower Bridge, Inggris
Dharu Smaradhana berfoto dengan latar belakang Tower Bridge, Inggris

"Tahun ini merupakan tahun keempat Dharu Smaradhana menjalani Ramadan di London. Warga Lowokwaru, Kota Malang itu merasakan tantangan berpuasa tahun ini lebih ringan dibanding Ramadan tahun-tahun sebelumnya."

RORI DINANDA BESTARI

DHARU Smaradhana merasa Ramadan tahun ini tak seberat tahun sebelumnya. 

Itu karena bulan ini Kota London, United Kingdom (UK) memasuki musim semi. 

Sehingga durasi puasanya tidak sampai 19 jam seperti musim sebelumnya. 

Melainkan hanya sekitar 13 jam. 

Sama seperti durasi puasa di Indonesia. 

Dharu tinggal di London sejak 2016 silam. 

Ketika alumnus Teknik Mesin Universitas Brawijaya (UB) menempuh pendidikan magister di UK. 

Studinya rampung pada 2017. 

Baca Juga: Kajoetangan Berhias Boks Telepon Model London

Kemudian ia melanjutkan studi S3-nya tahun 2020 di negara yang sama. 

Kini ia sudah memasuki tahun ke empat tinggal di London. 

Pria yang tengah menempuh S3 di Imperial Collage London itu tinggal di London Timur. 

Bagian London yang banyak dihuni komunitas muslim. 

”Mayoritas di sini memang pendatang dari India, Arab Saudi, Pakistan, dan Bangladesh,” ujar dia dalam percakapan melalui panggilan suara WhatsApp, Rabu lalu (13/3). 

Berbeda dari negara Eropa lainnya, Dharu masih merasakan nuansa Ramadan di London. 

Misalnya, banyak agenda buka bersama. 

Salah satunya buka bersama yang diselenggarakan oleh Non Government Organization (NGO). 

Mereka adalah sekelompok mahasiswa muslim dari berbagai belahan dunia yang menggelar acara saat Ramadan. 

Salah satu eventnya adalah Open Iftar London. 

Open Iftar London merupakan satu proyek besar yang digelar oleh NGO. 

Agendanya menggelar buka bersama umat muslim di London. 

Baca Juga: Gaet King’s College London, UMM Perkuat Program CoE

Tahun sebelumnya event tersebut digelar di V&A Museum, Manchester Cathedral, Trafakgar Square, dan di Chelsea FC. 

“Tahun ini akan digelar di Guildhall dan Shakespeare`s Globe,” kata pria 32 tahun itu. 

Ia sudah tak sabar untuk menghadiri buka bersama tahun ini. 

Sebab selain merasakan nuansa Ramadan sambil buka puasa bersama, juga bisa berkumpul banyak umat muslim lain di London. 

Selain di gelar NGO, buka bersama juga digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London. 

Tepatnya tiap hari Sabtu sepanjang bulan Ramadan. 

Artinya, ada 4 kali acara buka bersama. 

Tak banyak perbedaan yang ia rasakan selama menjalani Ramadan di London tahun ini. 

Terlebih perkara waktu puasa. 

“Hari ini subuhnya jam 4.45. Buka pukul 18.10,” tutur warga Lowokwaru, Kota Malang itu. 

Meski musim semi terasa dingin, ia tidak merasakan kendala dalam menjalankan ibadah puasa. 

“Bedanya dengan Indonesia, suhu di Kota London mencapai 8 derajat Celsius. Kalau dingin, saya cepat lapar,” kata Dharu sambil sedikit terkekeh kecil. 

Baca Juga: Refresh Pemandangan, London Bangun Bukit Buatan di Tengah Kota

Dia tahu tak semua orang mudah lapar dalam kondisi kedinginan. 

Sebaliknya, banyak yang tak merasakan lapar di suhu dingin. 

Juga tidak mudah haus. 

Di London timur tempat Dharu bermukim, penduduk muslim mencapai 15 persen. 

Baik itu warga lokal maupun pendatang. 

Sehingga masih banyak ditemukan masjid-masjid. 

“Dekat tempat tinggal saya juga ada masjid. Waktu tempuhnya sekitar 5 menit dari rumah,” katanya. 

Ia kerap melakukan aktivitas keagamaan di sana dengan umat muslim di London Timur. 

Selain banyak masjid, pria yang saat ini mengambil jurusan Aeronautics itu tidak kesulitan menemukan makanan halal. 

Ia kerap kali berbelanja kebutuhan masakan, tapi kadang juga membeli di restoran berlabel halal. 

“Banyak pedagang dari Saudi. Jadi makanan halal relatif gampang dicari,” tegas Dharu. 

Kendati begitu, Dharu sangat merindukan suasana Ramadan di Indonesia. 

Berkumpul keluarga sembari menikmati buka puasa dan sahur bersama. 

Terlebih, tahun ini ia merayakan Idul Fitri di London. 

”Lebaran nanti saya halal bi halal di rumah Pak Dubes di wisma Indonesia,” pungkasnya. (*/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Arek Malang #Dharu Smaradhana #london inggris