Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kisah Dobrak Arter, Arek Malang Mantan Juara Tinju Dunia yang Kini Tinggal di Rumah Kontrakan, Ditolong Seleb Tiktok Ratu Bidadari

Mahmudan • Kamis, 30 Mei 2024 | 18:09 WIB
BUTUH ULURAN TANGAN: Wicahyono alias Dobrak Arter menunjukkan rumahnya yang rusak di Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang kemarin.
BUTUH ULURAN TANGAN: Wicahyono alias Dobrak Arter menunjukkan rumahnya yang rusak di Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang kemarin.

Mengharap Ada Bantuan dari Pemerintah atau Pengusaha

ANDIKA SATRIA PERDANA

SEORANG pria berbadan tegap duduk di balai RW 01, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang kemarin.

Dialah Dobrak Arter, mantan juara tinju dunia yang kini kesehariannya menjadi satpam.

Pria bernama asli Wicahyono itu lantas mengajak Jawa Pos Radar Malang ke rumahnya.

Tak jauh dari balai RW, namun harus melewati gang-gang sempit.

Gang menyerupai lorong itu sepi.

Hanya dilintasi warga yang memiliki rumah di situ saja.

”Ini rumah saya,” kata Dobrak setiba di rumah sederhana berukuran sekitar 4x12 meter tersebut.

Rumah tersebut rusak, sehingga tidak ditinggali.

Sementara ini Dobrak bersama keluarganya tinggal di rumah kontrakan sempit.

Kehidupannya yang sederhana sangat kontras dengan kejayaannya di masa muda.

Kiprahnya di dunia tinju dimulai sejak 1993.

Kala itu dia masih berusia 19 tahun.

Tak berselang lama, kariernya menanjak dan berhasil membawa sabuk WBF (World Boxing Federation) Intercontinental Region Asia Pasifik kategori junior.

Dia bertarung di kelas terbang hingga kelas ringan.

Sejumlah pertandingan di berbagai negara pernah dijalani.

Seperti Afrika Selatan, Tiongkok, Rusia, Jepang, Australia, dan Thailand.

Setelah mencapai prestasi di tingkat junior internasional, Dobrak kemudian mengikuti turnamen nasional dan kembali menyabet juara.

Berkat prestasinya mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, Dobrak muda sempat dijanjikan hadiah rumah.

Tidak hanya sekali, dua kali diiming-imingi hunian gratis dari menteri olahraga saat itu.

Pertama pada 2007 dan kedua pada 2011.

Dobrak bahkan telah menandatangani penerimaan hadiah rumah di atas materai.

Dia diundang langsung ke Jakarta.

Namun itu tak kunjung terwujud hingga kini.

Meski kecewa, Ayah dua anak itu tidak bisa berbuat apa-apa.

"Kalau sekarang, mungkin bisa saya viralkan,” katanya.

”Tapi pada zaman ,itu tidak ada yang bisa dilakukan," kata tambah pria yang kini berusia 50 tahun itu.

Kariernya meredup pada 2011, bersamaan menurunnya pamor olahraga tinju di tanah air.

Hingga akhirnya dia menjadi petugas keamanan di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Malang.

Sambil bekerja sebagai satpam, dia juga mencoba kuliah di kampus swasta.

Harapannya, dia bisa menjadi karyawan kampus setelah menamatkan kuliahnya.

”Tapi kuliahnya hanya sampai semester tiga. Ada satu alasan yang membuat saya terpaksa mundur dari kampus,” kata Dobrak.

Ketika bekerja sebagai satpam, dia dipercaya menjaga proyek pembangunan Stasiun Malang baru.

Di sana dia bertugas selama dua tahun.

Ketika proyek selesai, Dobrak pun harus mencari pekerjaan lain untuk menyambung hidup.

Ketika pandemi, dia menjadi juru parkir (jukir) di kawasan Ijen.

Penghasilan yang pas-pasan itu membuat dia tidak mampu merenovasi rumahnya.

Selama empat tahun, Dobrak meminta bantuan pemerintah daerah (pemda) tapi tak kunjung ada tanggapan.

"Saya pasrah saja selama empat tahun, kontrakan tentu lebih kecil. Tapi mau memperbaiki rumah tidak ada biaya," keluhnya.

Akhirnya tahun ini seleb Tiktok Ratu Bidadari yang membantunya.

Dengan kekuatan sosial media (medsos) yang dimiliki Ratu Bidadari, banyak pihak yang akhirnya peduli dengan rumah Dobrak.

"Sekarang ada yang menyumbang seperti bata putih, kemudian atap sementara dari seng. Saya terima semua. sedikit demi sedikit rumah bisa diperbaiki," katanya.

Hingga kini rumah Dobrak masih dalam tahap perbaikan.

Dia membutuhkan beberapa tambahan untuk merampungkan perbaikan rumah.

Seperti keramik untuk lantai.

”Kami berharap ada bantuan dari pengusaha atau pemerintah untuk memperbaiki rumah. Saya tidak meminta banyak, keinginan bisa menempati rumah lagi," pinta Dobrak.(*/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#bidadari #Juara tinju dunia #Dobrak Arter #TikTok #ratu