Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Keseharian RF Setelah Saudara Kembarnya RWK, Siswa SMPN 2 Batu Meninggal akibat Dikeroyok

Fathoni Prakarsa Nanda • Jumat, 7 Juni 2024 | 20:19 WIB

 

RF pamit berangkat sekolah kepada ibunya kemarin (6/6). Dia hendak mengembalikan buku-buku paket yang dipinjamkan pihak sekolah sebelum menjalani ujian
RF pamit berangkat sekolah kepada ibunya kemarin (6/6). Dia hendak mengembalikan buku-buku paket yang dipinjamkan pihak sekolah sebelum menjalani ujian

Tak Ada Lagi Drama Sepatu Tertukar sebelum Berangkat Sekolah

FAJAR ANDRE SETIAWAN

SEPEKAN setelah kepergian saudara kembarnya, RF masih kerap merasa sedih.

Sering melamun dengan tatapan kosong.

Namun kondisi itu sudah lebih baik dibanding saat pertama kali mendapat kabar bahwa RWK meninggal dunia.

Kala itu, RF tampak sangat terpukul.

Sesekali matanya berusaha agar tak kelihatan menangis.

Pihak sekolah sebenarnya memberikan kelonggaran kepada RF untuk tidak masuk sekolah hingga 7 hari setelah kepergian RWK.

Namun, bocah berusia 13 tahun itu memilih untuk tetap sekolah.

Termasuk menjalani ujian bersama teman-temannya.

Yang terasa agak aneh bagi RF adalah ketika harus berangkat sekolah sendirian.

Sebab, sebelumnya dia selalu berangkat bersama RWK.

Nyaris semua aktivitasnya mereka lakukan bersama.

Kini semuanya jadi berbeda.

Tak ada lagi pertengkaran-pertengkaran kecil yang hampir selalu terjadi sebelum berangkat sekolah.

Mulai dari siapa yang harus mandi duluan hingga sepatu yang tertukar.

Namun, pertengkaran itulah yang justru membuat ikatan emosional maupun ikatan batin antara RF dan RWK sangat kuat.

Itu terbukti pada detik-detik RWK mengembuskan napas terakhir pada Jumat, 31 Mei 2024, sekitar pukul 10.30.

RF sebenarnya baru mengetahui kabar kepergian saudara kembarnya itu sepulang dari sekolah, sekitar pukul 11.00.

Namun, tepat saat RWK berpulang, RF merasakan suhu badannya turun drastis.

Sekujur tubuhnya dingin dan lemas.

Kondisi itu seolah menjadi sinyal yang diberikan RWK pada RF.

Bahwa mereka tak akan bersama lagi.

RF juga sempat merasakan napasnya seperti tinggal separo.

Terengah-engah.

Apalagi ketika harus bicara.

Hal yang sama masih terlihat menjelang sore, saat RF berbincang dengan wartawan koran ini pada hari kepergian RWK.

RF sedikit lebih tenang setelah dia mendengar informasi bahwa lima pelaku pengeroyokan terhadap RWK diamankan polisi.

Siswa kelas 7 SMPN 2 Batu itu akhirnya juga bisa bercerita tentang pengeroyokan yang dialami RWK.

Termasuk tekadnya untuk masuk sekolah agar tidak perlu mengikuti ujian susulan.

Senin pagi (3/6), RF membuktikan tekadnya untuk tetap masuk sekolah.

Tapi dia mulai merasa gamang saat harus sarapan sendiri.

Beberapa kali tersedak ketika menelan makanan.

Selera makan bocah itu seperti belum kembali sejak kepergian RWK.

Setelah sarapan, RF juga tampak berhenti sesaat.

”Lebih sering murung sekarang,” ucap Nurul, sang Ibu.

Biasanya, lanjut Nurul, setelah sarapan terjadi pertengkaran kecil masalah sepatu.

Sering kali sepatu keduanya tertukar.

Tak pelak, aksi saling lempar sepatu sambil bercanda kerap mewarnai drama menjelang berangkat sekolah.

Kondisi serupa masih terjadi kemarin pagi (6/6).

RF masih terkenang dengan saudara kembarnya.

Dia membeli dua gulungan tali rafia berwarna biru dan kuning untuk mengikat buku-buku paket yang dipinjamkan oleh pihak sekolah.

Buku itu harus dikembalikan kemarin karena RF sudah selesai mengikuti ujian akhir semester Senin lalu (3/6).

RF tak hanya mengembalikan buku yang dia pinjam saja.

Melainkan juga yang dipinjam RWK.

Karena itu pula dia membeli dua gulungan tali rafia dengan warna berbeda.

Nurul menceritakan, hampir setiap hari RF datang ke makam RWK.

Dia ditemani saudara dan teman-temannya yang ingin berziarah.

”Sampai sekarang (kemarin. Red) masih kerap didatangi almarhum saudara kembarnya dalam mimpi. Katanya berada di tempat yang jauh dan tidak bicara apa-apa,” terangnya.

Perempuan 33 tahun itu turut sedih melihat RF yang sering murung.

Bahkan kini dia tak mau tidur di kamarnya.

Sebelumnya, RF dan RWK tidur di dalam satu kamar.

Kamar itulah yang membuat mereka betah berlama-lama berada di sana.

Saat libur, mereka berdua bisa betah tak keluar kamar hingga siang hari.

”Ya begitu, kadang tidak mandi sampai siang,” ucapnya.

Menurut Nurul, RF dan RWK adalah anak yang ceria.

Keduanya sering membantu usaha ibunya mengantar baju-baju yang sudah di-laundry.

Kini tak ada lagi RWK yang membantu mengantar laundry.

Tersisa RF dan putri bungsunya yang kini masih duduk di kelas 5 SD. (*/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pengeroyokan siswa smp #SMPN 2 kota batu