Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Keren! Mixologist asal Malang Ini Sempat Diundang ke Istana Negara

Bayu Mulya Putra • Senin, 8 Juli 2024 | 01:45 WIB
BERPENGALAMAN: Dea Prasetyawati menunjukkan  salah satu alat dan racikan cocktails-nya.
BERPENGALAMAN: Dea Prasetyawati menunjukkan salah satu alat dan racikan cocktails-nya.

Salah satu Arek Malang yang sudah lama menekuni mixology yakni Dea Prasetyawati Wibowo. 

Perempuan berusia 44 tahun itu memang memiliki latar belakang di bidang perhotelan. 

Selepas lulus dari D3 Pariwisata Universitas Merdeka (Unmer), Dea bekerja di beberapa restoran di Kota Malang.

Dia sempat bekerja di Padi Resto Gallery. 

Sebuah rumah makan yang dulunya berada di Jalan Pahlawan Trip Malang. 

Selanjutnya bekerja di Hotel Tugu dan Bar Sphinx Surabaya. 

Itu berlangsung pada 1999 sampai 2002. 

”Di tiga tempat tersebut, saya bekerja sebagai bartender,” ungkapnya. 

Karena itu, Dea menguasai banyak teknik mixology. 

Seperti preparing, shaking, blending, dan layering. 

Buat Dea, ilmu yang paling sulit yakni penguasaan ilmu dasar seperti responsible service of alcohol. 

Dea juga sempat mengukir prestasi. 

Pada 2002 dia mewakili Indonesia untuk ASEAN Skill Competition bidang restaurant trades. 

Ada pula kompetisi lain yang diikuti Dea. 

Mulai dari tingkat kampus, kota, hingga Jawa-Bali. 

Selama menekuni mixology, ada minuman yang menjadi spesialisasi Dea. 

Yakni cocktails seperti margarita, cosmopolitan, dan caipirinha. 

”Saat mengikuti ASEAN Skill, saya membuat chocolate martini,” kenangnya.

Berkat mengikuti ASEAN Skill Competition, Dea sampai diundang ke Istana Negara. 

Dia sempat berjabat tangan dengan Presiden Megawati Soekarno Putri. 

Saat ini, Dea menjadi pembawa acara untuk Cooking Show: Dapur Mama di DAAI TV Indonesia. 

Sesekali dia masih meracik mocktails dan jus untuk disajikan. 

Selain Dea, ada Nicko Demos. 

Alumnus jurusan mesin di SMK Singosari itu semula tertarik menekuni mixology karena ingin minum gratis dan kenal perempuan. 

Kala itu, Nicko masih bekerja sebagai pelayan di salah satu tempat hiburan malam di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang. 

Tepatnya pada 2008. 

”Meskipun bekerja sebagai pelayan, tapi saya akrab dengan teman-teman bartender,” ungkapnya.

Dia juga belajar mengenai ilmu membuat kopi. Selain itu, dia berkesempatan mengikuti sekolah di bidang kepemimpinan dan manajemen. 

Sampai sekarang, Nicko menerapkan pendidikan yang sama ke anggota bar. Dia tak pandang bulu mengenai latar belakang calon pelamar dan anggota bar. (mel/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#barista #Arek Malang #mixologist #Diundang ke Istana negara #Kota Malang #Mixology