Brand case HP asal Jakarta pernah menggunakan jasanya.
Produsen amplop dari Singapura juga sempat bekerja sama dengannya.
Bakat dan karakter ilustrasi karya Novia Dina Romadhona mulai mendapat pengakuan.
INDAH MEI YUNITA
Novi sangat mahir menggunakan stylus pen di tablet-nya.
Kurang dari lima menit, dia bisa membentuk sketsa ilustrasi karakter perempuan.
Setelah membuat sketsa, karakter itu dibubuhi dengan warna.
Di tabletnya itu tersimpan puluhan desain ilustrasi.
Beberapa ada yang sudah dicetak menjadi gantungan kunci dan stiker.
Ada juga yang hendak dicetak untuk pameran pada bulan Agustus nanti.
Awalnya, perempuan berusia 20 tahun aktif menggambar karena hobi.
Saat duduk di kelas XII SMA, Novi mendaftar di dua perguruan tinggi.
Satu perguruan tinggi kedinasan, dan satu di Prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Malang (UM).
Dia terpilih di program studi (prodi) DKV UM.
”Karena sudah diterima, jadi saya memaksimalkan kesempatan ini. Meskipun, awalnya merasa tertinggal dari teman-teman yang sudah ahli dalam digital art,” ucapnya saat ditemui di Cakra Cafe Rektorat UM.
Perempuan berhijab itu mendapat beasiswa prestasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.
Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, Novi tidak ingin menyusahkan orang tuanya.
Sejak menjadi mahasiswa, dia sudah menanggung biaya hidupnya sendiri.
Selain dari beasiswa, dia menambah pundi-pundi pemasukan dari dari open
commision, pameran, hingga bekerja sama dengan brand produk.
Sejak terjun di dunia ilustrasi pada akhir 2022, Novi sudah bekerja sama dengan dua merek dagang.
Pertama yakni The Case Bible, merek dagang case ponsel dan tablet asal Jakarta.
Produk itu turut melayani pengiriman ke luar negeri.
Dari kerja sama tersebut, dia mendapatkan komisi 30 persen dari setiap item penjualan.
Kerja sama berikutnya dengan Monosampulmu.
Merek dagang asal Singapura yang fokus melayani pembuatan amplop Idul Fitri.
”Saat itu, The Case Bible Semacam membuat sayembara (open call) desain untuk case HP dan tablet. Kemudian, saya coba kumpulkan karya dan diterima,” ucap warga yang berdomisili di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang itu.
Ilustrasi yang dia kirimkan menggambarkan keceriaan. Itu sesuai dengan konsep case yang dijual merek dagang tersebut.
Kerja sama akhirnya berlangsung selama beberapa bulan.
”Kalau yang Monosampulmu itu saya dihubungi secara pribadi melalui media sosial,” lanjut Novi.
Sebagai seniman, dia memang aktif di media sosial untuk memperkenalkan karya-karyanya.
Kini, dia mulai melebarkan sayapnya di dunia seni dengan mengikuti pameran. Event terbesar yang pernah dia ikuti yakni Comifuro.
Pameran untuk komunitas anime di Jakarta.
Di pameran itu, ada sekitar 300 tenant yang berhasil lolos kurasi penyelenggara.
Novi salah satunya.
Dia menjual stiker dan gantungan kunci di pameran tersebut.
Untuk stiker, diberi harga sekitar Rp 8 ribuan.
Sementara sticker dijual Rp 20 ribu. Sedangkan satu gantungan kunci dibanderol Rp 35 ribu.
”Sebenarnya, saya ikut pameran itu untuk mencari nama sekaligus mengenalkan karakter ilustrasi juga. Saya ingin, orang-orang itu bisa mengenal karya ilustrasi saya,” ucapnya.
Baca Juga: Ilustrator Kota Malang Tembus 5 Besar Sayembara Logo IKN
Karyanya memang memiliki beberapa ciri khas. Yang paling menonjol yakni penggunaan warna yang cerah.
Ornamen-ornamen kekinian seperti bentuk hati kerap dibubuhkannya.
Sebagai contoh, saat membuat ilustrasi Jujutsu Kaisen.
Tokoh-tokoh dalam anime tersebut terkenal sebagai sosok yang sangar dengan warna gelap.
Namun, Novi menggambarnya dengan warna cerah tanpa menghilangkan kesan maskulin dari karakter tersebut.
Agustus 2024 mendatang, dia juga akan mengikuti pameran dari Omo Market.
Pameran tersebut bertema Korean Pop (K-Pop).
Sehingga, karakter yang dibuat pun bakal menyesuaikan.
Novi tengah menyiapkan karakter Aespa dan New Jeans.
Dua girl group ternama asal Negeri Ginseng. (*/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana