Berawal dari mimpi dan nyali, Valentin Riniati terus berkembang sehingga dipercaya untuk menduduki posisi-posisi penting hingga menjadi direktur Rumah Sakit (RS). Valentin juga beberapa kali terlibat dalam pendirian rumah sakit. Lantas apa yang menjadi kunci sukses dari seorang Valentin?
Jiwa kerja keras Valentin sudah muncul sejak muda, ditambah dengan kedisiplinan yang terus ditempa dan kegigihan Valentin dapat membawa nya ke posisi tertinggi di Perusahaan.
Kini ia sebagai owner dan sekaligus Direktur Utama (Dirut) PT Pagelaran Cahaya Semebyar Abadi, Perseroan tersebut menaungi Rumah Sakit Cahaya Medika yang berlokasi di Jalan Kelud 5, Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.
Wanita yang selalu tampil enerjik ini mengawali kariernya di RKZ Malang (RS Panti Waluya, Sawahan, Kota Malang) di bagian kamar operasi.
Posisi tersebut membuatnya belajar banyak hal, secara khusus dalam hal kedisiplinan dan ketekunan.
“RKZ di tahun itu menerapkan pendidikan ala Belanda, kami benar-benar dididik dengan kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab yang tinggi.” ucapnya di sela-sela kesibukan.
Tahun 2000 menjadi babak baru dalam perjalanan karier Valentin.
Ia diajak untuk menggagas sebuah rumah sakit di Kota Malang bersama seorang dokter spesialis anestesi dan dokter spesialis obgyn.
Maka pada tahun itu, berdirilah Rumah Sakit Khusus Bedah yang diberi nama RS Manu Husada.
Pribadi yang senantiasa ingin terus belajar dan belajar sangat melekat pada Valentin Riniati, karena di Tengah-tengah padatnya kesibukan mengelola Rumah Sakit Manu Husada sebagai Public Relation (PR) dan sebagai kepala kamar operasi, ia melanjutkan studi alih jenjang D4 Kebidanan dan lulus pada tahun 2009.
Karena perannya yang besar dalam pengembangan rumah sakit tersebut pada tahun 2007, ia diangkat menjadi Direktur Operasional RS Manu Husada.
Posisi itu diembannya dengan penuh tanggung jawab sehingga rumah sakit semakin berkembang.
Namun karena masalah internal RS membuat Valentin memilih untuk resign.
Setelah dari RS Manu Husada Valentin melanjutkan karyanya di RSIA Refa Husada.
Bersama dengan dr Ispriyadi SpOG (alm), Valentin mengawali operasional di rumah sakit tersebut sebagai wakil direktur pelayanan medis di tahun 2007 hingga 2009.
Di tahun 2009, Valentin bersama dengan 5 dokter spesialis di Malang mulai menggagas berdirinya rumah sakit yang pada waktu itu lokasinya dipilih di Kendalpayak, Pakisaji, Kabupaten Malang.
Maka berdirilah Rumah Sakit Ben Mari.
Selama 13 tahun, ia berkarya sebagai Wakil Direktur Operasional RS Ben Mari dan direktur oprerasional PT Ben Mari Sehat.
Sebagai pribadi yang selalu ingin terus belajar, maka di sela-sela kesibukannya ia menempuh jenjang pendidikan Pascasarjana di bidang Manajemen dan lulus di tahun 2013.
“Saya menyadari betul bahwa pendidikan formal sangat mendukung skill dan kegiatan-kegiatan lainnya di dunia perumahsakitan”, tandas Wanita penggemar bunga anggrek itu.
Dia semakin melebarkan sayapnya di dunia medis dengan kembali menggagas pembangunan rumah sakit di Malang Timur pada tahun 2014.
Dengan lika-liku yang dialaminya, pada tahun 2022 diresmikanlah oleh Bupati Malang Rumah Sakit Enggal Dangan yang berada di Pakis, Malang.
Ternyata, kiprahnya tidak hanya berhenti disitu, dengan nyali dan sejuta asa, pada akhir tahun 2018 ia takeover klinik rawat jalan yang dimiliki oleh stakeholder lain.
Klinik tersebut ia tingkatkan menjadi klinik rawat inap yang diberi nama Cahaya Medika.
Klinik Rawat Inap tersebut Pada tanggal 12-12-2023 bertransformasi menjadi Rumah Sakit Cahaya Medika, yang grand openingnya dilaksanakan pada tanggal 03-03-2024.
Valentin berharap Rumah Sakit ini menjadi Solusi terdekat dan tercepat bagi Masyarakat Ngalam Natales yang memerlukan pelayanan Kesehatan.
Dalam menjalani kiprahnya ia berprinsip Senantiasa bersyukur, kerja keras, tekun, komitmen serta fokus, sebagaimana disampaikan oleh Wanita penggemar olahraga tenis meja dan panahan ini.
“Panahan menjadi hobi baru karena membantu melatih fokus dan ketajaman feeling”, imbuhnya sambil tersenyum. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana