Sedikitnya terdapat 1.000 orang yang menghadiri upcara HUT Ke-79 RI di halaman Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne, Australia.
Beberapa tamu yang hadir antara lain TNI-Polri, Atase Kebudayaan, tokoh penerima penghargaan KJRI Melbourne, hingga WNI yang tinggal di sana.
Hadirnya para tamu menjadi peserta upacara membuat semangat Sabriza terlecut.
Baca Juga: Sukses Sabriza Tauramoza Jadi Paskibra di Melbourne, Sang Ibu Turut Hadir Memberi Support
Mahasiswa Deakin University Melbourne itu membuktikan bahwa latihan yang dijalaninya berjalan sukses.
Apalagi dia menjadi paskibra adalah sebuah kesempatan untuk mengharumkan tanah air tercinta.
”Saya latihan 3-4 kali setiap pekan mulai Juni lalu, bahkan sampai malam hari.
Bahkan rela tak ambil libur semester demi menjadi paskibra,” kata mahasiswa S1 Psychological Science itu.
Gadis kelahiran 2005 itu sebelumnya hanya iseng mendaftar.
Dari 30 pendaftar, dia bersama 11 pendaftar lain lolos untuk menjadi paskibra.
Meskipun cukup memakan waktu dan tenaga, Sabriza tetap semangat menjalaninya.
Putri semata wayang dari Dr Arief Prijatna SpOG dan Arie Wuryandari SSi MKes-Biomed itu berlatih selama lima bulan.
Selama latihan, pembagian tugas siapa yang membawa bendera belum ditentukan.
Baru pada 14 Agustus, nama Sabriza dipilih untuk membawa bendera merah putih.
Saat itu juga dilakukan prosesi upacara pengukuhan Paskibra KJRI Melbourne 2024 oleh Konsul Jenderal (Konjen) RI Kuncoro Giri Waseso.
”Dari awal memang ingin jadi pembawa bendera, jadi selama latihan saya lakukan dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya.
Saat hari H, upacara berjalan seperti yang sudah disiapkan.
Awalnya, dia gugup tampil di depan ribuan orang.
Baca Juga: Ikut Bangga! Cerita Sabriza Tauramoza, Arek Malang yang Jadi Paskibraka di KJRI Melbourne
Namun, dia percaya bahwa latihannya selama ini pasti membuatnya dapat menjalankan tugasnya dengan baik. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana