Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dewangga Pribaditya Arif, Komika asal Malang, Dapat Uang Pertama saat Tampil di Ultah Radar Malang

Bayu Mulya Putra • Selasa, 27 Agustus 2024 | 22:30 WIB
TAK LELAH BELAJAR: Dewangga Pribaditya Arif (tengah) menyabet predikat juara pertama di acara Somasi, 12 Agustus lalu.
TAK LELAH BELAJAR: Dewangga Pribaditya Arif (tengah) menyabet predikat juara pertama di acara Somasi, 12 Agustus lalu.

Talenta komika yang lahir di Kota Malang tak pernah habis. Setelah Arie Kriting, Abdur Arsyad, Dani Aditya, dan Wawan Saktiawan, kini ada Dewangga Pribaditya Arif. Dia sudah merintis kariernya sejak 2016.

SELAIN dikenal sebagai komika, Dewangga Pribaditya Arif juga aktif membuat konten di media sosial.

Instagram dan TikTok menjadi medsos yang paling sering digunakan pria asal Gondanglegi, Kabupaten Malang itu.

Pemuda kelahiran 1999 itu identik mengenakan baju serba merah di kontenkontennya.

Salah satu daya tarik kontennya yakni penggunaan bahasa khas Malangan.

Di dunia standup comedy, bahasa khas Malangan juga digunakannya sesekali.

”Saya awal stand-up itu sejak kelas IX SMK, tahun 2016,” terang dia saat ditemui 20 Agustus lalu.

Di awal-awal belajar, dia hanya berbekal tayangantayangan di YouTube komika idolanya, Dzawin Nur.

Untuk menguji kemampuannya, dia nekat ikut kompetisi standup comedy di Kecamatan Turen.

Percobaan pertamanya itu tak berbuah manis.

 Kegagalan itu tak memupuskan semangatnya.

Untuk menambah pengetahuan, pada tahun yang sama Dewangga memutuskan untuk bergabung ke komunitas standup indo Turen.

Dari sana lah dia belajar teknik-teknik standup. Pilihannya itu sempat ditentang ayahnya.

Sebagai pelajar, dia akhirnya kerap mencuri waktu untuk open mic hingga pulang tengah malam.

”Saya pernah pulang open mic, baju saya sudah ditaruh teras,” kata dia.

Saat itu, Dewangga memang tinggal bersama ayahnya saja.

Ibunya menjadi TKW di Hongkong. Otomatis, apa pun kegiatannya selalu diawasi ayahnya.

Termasuk tidak boleh pulang lebih dari pukul 21.00.

 Semangatnya untuk belajar membuahkan hasil. Pada 2016 lalu namanya masuk dalam line-up acara stand-up comedy yang digelar Jawa Pos Radar Malang.

Dia bergabung dengan 16 komika lainnya untuk ikut memeriahkan ulang tahun Radar Malang ke-17.

 Uang yang dia terima dari acara itu diberikan kepada ayahnya.

Dari sana lah dia mulai mendapat dukungan untuk menjadi komika.

Pemuda berusia 25 tahun itu juga mulai mendapat banyak tawaran job.

Misalnya, mengisi acara di sekolah atau instansi. Dari sekian acara itu, ada satu job yang cukup berkesan baginya. Yakni tampil di acara dangdutan.

”Saya baru tahu kalau acaranya begitu,” jelas anak kedua dari empat bersaudara itu.

Meski sempat grogi, dia mampu membawakan materi dengan lancar.

 Beberapa tahun bergerak di dunia stand-up, sejumlah prestasi sukses diukirnya.

Baik tingkat regional maupun nasional.

 Pada 2019 lalu, dia berkesempatan tampil sebagai line-up Jambore Stand Up Indonesia.

Terbaru, dirinya berhasil tampil di acara ’Somasi’ yang dibuat Deddy Corbuzier.

Itu bermula dari support para seniornya.

Salah satunya dilakukan Bobby Darwin, rekannya, yang sengaja mengirimkan video stand-up Dewangga ke tim Somasi.

Dari video itu, Dewangga diundang untuk tampil di acara Somasi pada 12 Agustus lalu.

Di salah satu episode acara itu, dia melawan dua komika lainnya.

Berkat materinya yang pecah saat itu, Dewangga menyabet predikat juara pertama.

Video stand-up dia di channel Deddy Corbuzier sudah ditonton 2,3 juta kali.

Saat itu, Dewangga membawakan materi mengenai lokal Malang.

Mulai dari pencalonan kepala daerah hingga pekerjaan orang tuanya yang aktif sebagai TKI.

Materi yang cukup pecah terjadi saat dia menyebut bila Ganjar Pranowo sebagai penyumbang TKI terbesar seIndonesia.

Deddy Corbuzier dan Praz Teguh yang menjadi juri tertawa terbahak-bahak.

Saat ini, Dewangga menjabat sebagai Ketua Stand-Up Indo Malang. Dia sudah bergabung dengan komunitas itu sejak 2018 lalu.

”September nanti saya tampil juga di Jambore Stand-Up Comedy Indonesia,” tambah mahasiswa jurusan Psikologi Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang itu.

 Di media sosial, dia tetap aktif memperkenalkan budaya lokal Kabupaten Malang.

Salah satunya yakni kopi cethol.

Konten-konten lokalnya menghibur banyak masyarakat hingga menyedot jutaan views. (*/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#karir #Kota Malang #komika #Dewangga Pribaditya Arif