JULUKAN local hero patut disematkan pada Puguh.
Itu karena dengan semua capaian saat ini, pengabdiannya dikerahkan untuk tanah kelahirannya di Malang Raya serta Jawa Timur.
Menurutnya, lahir dan besar di desa bukan sebuah halangan untuk bermimpi besar dan meraih kesuksesan.
”Tidak haram anak desa menjadi sukses,” tuturnya.
Baginya, bercita-cita tinggi boleh dilakukan oleh siapa saja termasuk anak desa.
Ia membangun Rumah Sakit Wajah Husada.
Berawal dari toko obat di sana, lalu berkembang menjadi klinik dan sekarang RSU.
Selain pelayanan yang lengkap, kegiatan sosial juga terus digalakkan terutama pengobatan gratis bagi para yatim dan duafa.
Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, Puguh mengajak anak muda desa untuk meraih kesuksesan tanpa meninggalkan tempat kelahiran.
Saat ini, kata Puguh, pemikiran pemuda desa tentang kesuksesan hanya bisa didapatkan di kota.
”Mereka berpikir di desa tidak ada jaminan berhasil,” imbuhnya.
Untuk itu angka urbanisasi masih sangat tinggi. Pemikiran-pemikiran tersebut ia tuangkan pada bukunya yang berjudul ”Makmur dan Mulia dari Desa,”.
Pemerintah harus turut berperan dalam mengatasi fenomena tersebut.
Salah satunya dengan memaksimalkan dana desa yang ada.
”Sebenarnya (dana desa) dapat dioptimalkan untuk memberikan fasilitas dan sarana yang jadi harapan bagi anak muda dan mereka betah berada di desa,” terangnya.
Namun sayangnya itu semua belum dimaksimalkan.
Banyak peluang pekerjaan di desa, terutama di tengah era teknologi saat ini.
Internet juga sudah meluas menjangkau ke pelosok desa.
Sehingga apabila ingin membuka usaha, pemasarannya sudah dapat dilakukan melalui internet dan lebih mudah.
Ia mencontohkan dalam komunitas Nusantara Gilang Gemilang (NGG).
Banyak sekali anak muda dari desa yang mulai berpikir maju untuk memajukan desa.
Mereka yang merupakan sarjana hingga magister menginisiasi berbagai program untuk mengoptimalkan dana desa.
Mulai dari pemasaran produk unggulan desa seperti produk pertanian atau UMKM hingga pariwisata.
Ide-ide tersebut kata Puguh perlu dikawal agar benar-benar berdampak pada masyarakat desa.
”Jadi semua anak desa memiliki peluang sukses, menjadi Local Hero,” tutupnya. (dur/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana