Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jatuh Cinta pada Karate Kid, Atlet Kota Batu Akbar Dwi Affandi Langganan Juara Wushu

Fathoni Prakarsa Nanda • Selasa, 3 September 2024 | 00:00 WIB

PRESTASI INTERNASIONAL: Akbar Dwi Affandi (kanan) mendapatkan medali emas di ajang ASEAN University Games 2024 di Ubaya Sports Center, bulan lalu.
PRESTASI INTERNASIONAL: Akbar Dwi Affandi (kanan) mendapatkan medali emas di ajang ASEAN University Games 2024 di Ubaya Sports Center, bulan lalu.

Berawal dari film Karate Kid, atlet wushu Kota Batu Akbar Dwi Affandi mulai tertarik dunia bela diri.

Berbagai prestasi kejuaraan berhasil dia kumpulkan sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Dia bahkan pernah mendapatkan dua medali emas dalam ASEAN University Games 2024.

NAPAS Akbar Dwi Affandi masih terengah-engah saat Jawa Pos Radar Malang mewawancarainya melalui sambungan telepon Rabu lalu (28/8).

 Pria 20 tahun itu baru saja selesai menjalani simulasi pertandingan wushu taolu di Kenjeran Park, Surabaya.

Tiga jam lebih dia mempraktikkan koreografi seni bela diri yang penuh dengan pukulan dan tendangan akrobatik.

Latihan keras itu dijalani Akbar sebagai atlet Kota Batu yang sedang mengikuti pusat pelatihan daerah (Pusalada) Jawa Timur untuk PON 2024.

Dia dipanggil Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Indonesia Jatim karena rekam jejak gemilangnya dalam menggeluti Wushu.

Sudah puluhan prestasi Akbar torehkan di berbagai turnamen. Mulai dari tingkat daerah, nasional, sampai internasional.

Baca Juga: Wushu Kota Batu, Andalkan Nomor Taolu untuk Dulang Emas

Pertemuan Akbar dengan wushu berawal dari sebuah film produksi Hollywood, Karate Kid, pada tahun 2013.

Akbar yang masih duduk di bangku kelas 4 SD begitu kagum dengan film yang diperankan aktor Jaden Smith dan Jackie Chan itu.

“Sangat keren karena mengajarkan kalau kegiatan sehari-hari merupakan gerakan bela diri juga,” tutur pria kelahiran 2004 tersebut.

Akbar lantas meminta orang tuanya untuk diizinkan mengikuti les karate.

Namun, orang tuanya malah mendaftarkan Akbar untuk belajar wushu. Alasannya sangat sederhana.

 Orang tuanya punya kenalan pelatih seni bela diri wushu.

Akbar sempat kesal lantaran yang dilakukan orang tuanya berbeda dengan keinginannya.

Kekecewaan Akbar perlahan mereda setelah mengikuti beberapa pertemuan di sasana wushu.

Dia malah kagum saat melihat para seniornya mampu menampilkan gerakan-gerakan akrobatik.

“Mereka menampilkan jurus-jurus seperti air mengalir, tetapi juga tegas dan kuat seperti batu,” kata dia.

Sejak saat itu, Akbar memantapkan hatinya untuk serius berlatih wushu.

Khususnya pada disiplin seni atau taolu.

Setahun setelahnya, Akbar mulai mengikuti kejuaraan.

 Namun dia tidak langsung mencetak prestasi pada sebuah turnamen terbuka.

Baru pada 2015 dia akhirnya mendapatkan juara tiga pada sebuah turnamen terbuka di Surabaya.

Baca Juga: Sering Mendominasi Turnamen Cabor Wushu di Nomor Berpasangan: Empat Kakak Beradik dari Blimbing Kota Malang

Mulai dari situ, prestasi Akbar terus mengalir.

Seperti medali perak di Kejuaraan Wushu Provinsi Jawa Timur tahun 2016.

Lalu medali perunggu di Kejuaraan Wushu Nasional tahun 2017.

Pada 2020, Akbar mulai menjejakkan kaki di kejuaraan level dunia.

Yang pertama adalah International Virtual Wushu Championship 2020.

Dia mewakili Kota Batu dan langsung mendapatkan tiga medali.

Terdiri dari emas, perak, dan perunggu. Dua tahun kemudian, Akbar kembali mewakili Kota Batu untuk berlaga do Porprov Jawa Timur VII, Jember.

Pria berdomisili Kelurahan Temas, Kota Batu itu berhasil menyumbangkan emas di nomor nan quan.

Setelah itu, Akbar dipanggil oleh Pengprov Wushu Jatim untuk menjalani pemusatan latihan PON 2024. Di sana dia hanya diberi libur sehari dalam sepekan.

Enam harinya Akbar harus berlatih sebanyak dua sesi.

”Rasa capek dan bosan memang tidak bisa dihindari. Tapi saya selalu usir itu dari kepala dan ingat perjuangan saya sampai di sini,” jelas Akbar.

Selama menjalani Puslatda PON 2024, Akbar mendapatkan kesempatan pengalaman berharga.

Baca Juga: Atlet Wushu Kabupaten Malang Perbaiki Prestasi dengan Latihan Lebih Awal

Dia dan 11 atlet lainnya diikutkan turnamen wushu internasional Moscow Wushu Stars 2024 pada Maret lalu.

 Akbar sangat gugup ketika mengetahui dirinya dipilih untuk mengikuti kejuaraan itu.

Apalagi dia diturunkan pada nomor perorangan dan beregu atau duilian.

“Karena grogi, saya akhirnya banyak buat kesalahan di nomor perorangan sehingga tidak dapat juara,” paparnya.

Meski begitu, dia berhasil menyabet medali perak pada nomor beregu.

Akbar bersama dua rekannya, Nicolaus Karanka dan Muhammad Zaki, berhasil menyingkirkan 12 negara lainnya.

Mereka hanya kalah poin penilaian dari wakil negara asal wushu, Tiongkok.

Selepas itu, Akbar kembali mengikuti turnamen internasional, namun bertempat di Indonesia. Yaitu ASEAN University Games 2024 pada cabor wushu.

Mahasiswa Psikologi Universitas Surabaya itu berhasil meraih dua medali emas.

Mengalahkan wakil dari Singapura, Thailand, Filipina, dan Brunei Darussalam.

Saat ini, Akbar semakin giat mempersiapkan diri untuk PON 2024 bulan depan di Sumatera Utara dan Aceh.

Baca Juga: Ketum PB WI Airlangga Hartarto Akan Bangun Pusat Pelatihan Wushu

 Dia bahkan sampai mengambil cuti kuliah.

Meski tahun ini merupakan pengalaman pertama kali bungsu dari dua bersaudara itu berlaga di PON, namun dia optimistis bisa mendapatkan medali emas.

“Saya selalu berusaha memberi yang terbaik saat latihan sehingga lebih percaya diri saat hari pelaksanaan nanti,” paparnya. (*/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Akbar Dwi Affandi #bela diri #Sosok #wushu