Radar Malang - Baru baru ini Ridwan Kamil atau kerap disapa Kang Emil hadir di podcast close the door @corbuzier.
Kang Emil mengatakan bahwa ia ingin mengatasi angka stress di Jakarta.
"Silahkan google, Jakarta kota ter stress keberapa didunia coba?" tanya Kang Emil.
"Wah pasti tinggi tuh, bisa sepuluh ada?" jawab Deddy Corbuzier.
"Rangking sembilan" tambah Kang Emil.
Hal ini yang membuat Kang Emil memiliki beberapa program unik untuk mengatasi angka stress di DKI Jakarta.
Kang Emil juga menegaskan, ciri ciri orang stress, dia akan cenderung cuek dan pemarah ujung ujungnya akan kena penyakit mental yaitu skizofrenia.
Kang Emil sangat memperhatikan permasalahan mental yang dihadapi warga Jakarta saat ini, terutama penyakit ini sangat sering dialami oleh anak-anak dan remaja atau notabenya sebagai generasi emas penerus bangsa.
Angka skizofrenia di Jakarta mencapai 11 ribu warga yang dirawat inap, dan 50rb rawat jalan.
Tentu hal ini membuat Ridwan Kamil semakin kuat untuk mematangkan programnya tersebut.
"Negara ingin hadir sebelum seseorang kena mental, pertama dalam bentuk apps" ucap Kang Emil.
Nantinya, Kang Emil akan membuat platform anti stress yang dapat digunakan warga Jakarta, yang mekanisme penggunaannya kurang lebih seperti aplikasi Halodoc tapi berbentuk konsultasi curhat.
Seorang yang stress akan diperbolehkan untuk curhat meluapkan seluruh ceritanya, dan nanti akan dibantu penyelesaiannya oleh ahli ahli profesional yang telah disiapkan Kang Emil.
Program keduanya dapat dibilang lebih mindblowing yaitu jika konsultasi pada apps dirasa kurang membantu, maka akan dibantu dalam bentuk pelayanan offline, dengan program mobil curhat.
Mobil curhat dihadirkan dengan mencari lokasi lokasi strategis yang tidak mengganggu lalu lintas serta kemacetan yang ada.
"Kalo dirasa dia kurang terbantu di apps nya, saya siapkan mobil" ucap Kang Emil pada penjelasan penerapan program mobil curhat.
"Parkir ditaman, parkir dibalai rw, parkir di car free day, bukan parkir di tengah jalan" tambah Kang Emil dalam penjelasannya.
Mobil tersebut didesain yang didalamnya terdapat psikolog, psikiater, ahli agama, dan tim tim kesehatan mental yang lain, dengan tujuan mengurangi angka stress di DKI Jakarta.
Program ini dinilai efektif karena sudah berhasil diterapkan dan berjalan dengan baik di Kota Bandung dan Bogor. (Dzulfiqar Arifuddin)
Editor : Aditya Novrian