Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kisah Talent Voice Over Malang, Ida I Dewa Agung Willy Pramana : Paling Susah Isi Suara untuk Iklan Produk Rokok

Bayu Mulya Putra • Rabu, 16 Oktober 2024 | 18:42 WIB
TERUS INOVASI: Ida I Dewa Agung Willy Pramana berada di studio pribadinya untuk mengisi suara salah satu iklan.
TERUS INOVASI: Ida I Dewa Agung Willy Pramana berada di studio pribadinya untuk mengisi suara salah satu iklan.

Mengawali karier di dunia voice over (VO) sejak pandemi Covid-19, sepak terjang Ida I Dewa Agung Willy Pramana terus berkembang. Banyak brand besar yang sudah kerja sama dengannya. Di tengah berkembangnya Artificial Intelligence (AI), dia mulai aktif mengisi dubbing untuk beberapa animasi.

RORI DINANDA BESTARI

”SEMEN Gresik Kokoh Tak Tertandingi”.

Jargon yang dibawakan Willy itu masih cukup familiar di telinga beberapa orang.

Kekhasan suara Willy memperkuat visual iklan yang sering tayang di televisi itu.

”Kalau belajar voice over (VO) iklan kuncinya memang harus tahu target pasarnya,” kata Willy saat ditemui kemarin (15/10).

Sebelum menjadi talent VO, sebelumnya dia menjadi penyiar radio.

Willy mengawali kariernya di Andalus FM Malang pada 2016 lalu.

Sementara dunia VO baru digelutinya sejak 2020 lalu.

Di tengah pandemi Covid-19, keberuntungan masih berpihak kepadanya.

Dengan modal suara, Willy berhasil menerima job pertamanya untuk mengisi VO audio presentasi sekolah.

”Jadi bahan presentasi soal virus, saya yang mengisi suaranya,” jelas pria kelahiran Pulau Dewata itu.

Dari job kecil-kecilan yang sering berdatangan itu, dia meraup keuntungan berkisar ratusan ribu.

Pengalaman itu menambah portofolionya.

Willy pun mencantumkan rekaman-rekaman itu lewat media sosial.

Hasilnya, dia mampu menyedot puluhan ribu penonton.

Hingga akhirnya, tawaran dari brand nasional mulai berdatangan.

Misalnya tawaran untuk mengisi promo dari United Nations Children’s Fund (UNICEF).

Tepatnya mengisi suara iklan layanan masyarakat untuk kewaspadaan terhadap Covid-19.

”Contohnya seperti ini, iklan layanan masyarakat ini dipersembahkan oleh Kementerian Kesehatan dan UNICEF,” ujar dia menirukan suara komersil yang dia garap.

Sepanjang kariernya dalam dunia VO, dia berhasil menelurkan ratusan karya.

Baik iklan brand lokal hingga brand besar.

Seperti iklan Pertamina, Nestlé, Air Asia, Axis, Indihome, Janji Jiwa dan masih banyak lainnya.

Dari sekian banyak tawaran menjadi talent VO, dia menyebut bila iklan untuk produk rokok menjadi yang tersulit.

Itu karena iklan rokok bentuk komersilnya lebih tricky dibanding produk lain.

Ada sentuhan story telling serta pemilihan intonasi di dalamnya.

”Dinamika iklan rokok harus bisa menguasai konsep, agar pemilihan suaranya tepat,” kata Willy.

Kepekaan terhadap konsep menjadi kunci penting untuk menguasai peran talent VO.

Sebab, produk yang dikomersilkan harus tepat sasaran.

Sebagai contoh, iklan kafe atau tempat ngopi dengan menu baru.

Dia akan membuat suara lebih ringan dan ceria.

Sebab, tujuan pasarnya adalah kalangan muda.

Meski ada tantangan khusus, bekerja sebagai talent VO banyak memberi keleluasaan bagi Willy.

Itu karena dirinya bisa bekerja tanpa tatap muka.

”Bahkan ada metode baru yang saya bisa kerja remote. Hanya rekaman audio tapi suaranya dapat langsung ditangkap oleh editor di real time,” papar pria kelahiran 1992 itu.

Itu memberikan peluang besar bagi Willy untuk menembus pasar internasional.

Seperti Singapura, Amerika Serikat, hingga Rusia.

Dia sempat mendapat kesempatan untuk mengisi suara komersil games asal Rusia untuk diiklankan di Indonesia.

”Seperti Nestlé itu juga langsung reach saya dari Swiss untuk dialihkan ke bahasa,” cerita Willy.

Kendati begitu, perkembangan zaman menjadi tantangan terbesar Willy saat ini.

Sebab kini Artificial Intelligence (AI) bisa membuat karier VO sedikit terancam.

”Kalau secara internal lebih ke challenge untuk mempertahankan kualitas suara,” kata pria yang kini tinggal di Kecamatan Karangploso itu.

Untuk mengikuti perkembangan zaman, Willy memanfaatkan medsos untuk memperluas peluang karier.

Salah satunya dengan aktif membuat konten di Instagram maupun TikTok.

Dengan adanya konsistensi untuk melakukan branding, semakin banyak perusahaan yang menawarkan kerja sama.

Tawaran dubbing kini mulai dia terima.

Seperti kartun Dunia Loko karya Rafstudio1 yang berhasil menyedot ratusan ribu penonton.

Dia mengisi suara tokoh ‘Draka’ dalam animasi dengan karakter transportasi itu.

”Total sudah ada ratusan VO yang pernah saya kerjakan sejauh ini,” beber Willy. (*/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#I Dewa Agung Willy Pramana #iklan #isi suara #talent voice over