Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Museum Musik Indonesia Malang Rangkum Perjalanan 10 Musisi Perempuan lewat Buku

Bayu Mulya Putra • Rabu, 23 Oktober 2024 | 22:00 WIB
TIDAK DIPERJUALBELIKAN: Susy Nander, mantan drummer band Dara Puspita membubuhkan tanda tangan dalam buku karya Museum Musik Indonesia, kemarin.
TIDAK DIPERJUALBELIKAN: Susy Nander, mantan drummer band Dara Puspita membubuhkan tanda tangan dalam buku karya Museum Musik Indonesia, kemarin.

MALANG KOTA - Museum Musik Indonesia (MMI) mengabadikan perjalanan musisi perempuan terbaik di Indonesia.

Perjalanan itu dikemas MMI dengan menerbitkan buku berjudul Lady in Melody.

Di dalamnya terdapat kisah 10 musisi.

Yakni Saridjah Niung (Ibu Sud), Sandiah (Ibu Kasur), Titiek Puspa, Waldjinah, Elvy Sukaesih, Ully Sigar Rusadi, band Dara Puspita, Melly Goeslaw, Anggun C. Sasmi, dan Agnes Monica.

Ketua MMI Sakti Wulandari mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian terhadap 50 musisi perempuan.

Setelah proses kurasi, terpilihlah 10 musisi terbaik tersebut.

”Tentu saja musisi perempuan yang punya pengaruh besar dalam sejarah musik di Indonesia,” tuturnya.

Seperti Ibu Sud dan Ibu Kasur yang berpengaruh di dunia pendidikan dan anak-anak di Indonesia.

Selain itu, Ibu Sud juga telah menulis lagu nasional berjudul ’Tanah Airku’.

Di genre keroncong, dipilih musisi Waldjinah yang juga dijuluki sebagai Ratu Keroncong.

Agnes Monica dan Anggun C. Sasmi yang banyak berprestasi di luar negeri juga diangkat.

Sepanjang kariernya, Agnes dan Anggun tetap membawa ciri khas Indonesia.

Buku setebal 379 halaman tersebut berisi uraian profil, perjalanan karier, daftar karya, pengaruh karyanya dalam perkembangan sejarah musik di Indonesia, serta penghargaan yang pernah diraih para musisi.

”Buku ini terbit dalam dua bahasa,” ungkapnya.

Menurutnya, isu terhadap kesetaraan gender dan peranan perempuan sampai saat ini masih tetap menjadi bahasan di dunia.

Melalui koleksi yang dimiliki MMI tersebut, pihaknya ingin menyampaikan bagaimana kesetaraan gender yang ada di Indonesia.

Khususnya di bidang musik.

Buku Lady in Memory itu tidak tak diperjualbelikan kepada masyarakat umum dan hanya ada di MMI yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang.

Meski begitu, masyarakat umum di Indonesia bisa mengakses buku ini secara online dan gratis melalui website MMI. (dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#perempuan #Buku #malang #musisi #museum musik indonesia