Berawal dari hobi, Wulan Dri Puspita membuat travel khusus yang menyediakan layanan akomodasi dan transportasi untuk penikmat konser. Tahun ini sudah ada 34 konser yang mereka datangi dengan membawa customer.
INDAH MEI YUNITA
RIBUAN orang dengan pakaian dominan warna biru berkumpul di halaman Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Minggu lalu (20/10) lalu untuk menonton konser.
Dengan tertib, mereka antre untuk memasuki aula konser yang berada di lantai tiga.
Di antara ribuan orang yang ingin menonton konser tersebut, ada 10 orang yang berangkat ke Jakarta menggunakan jasa Ahjumma Travel.
Travel yang berbasis di Kota Malang itu khusus memberangkatkan sekaligus menyediakan akomodasi untuk para fans musisi ternama yang mengadakan konser di Indonesia.
Jika ditotal, sudah ada ratusan fans yang mereka antar ke 46 konser di Indonesia.
Terakhir, yakni konser Day6, band asal Korea Selatan pada Minggu lalu (20/10).
”Jumlah customer setiap trip konser bervariasi. Namun, berapa pun jumlahnya akan tetap kami berangkatkan,” ujar pemilik Ahjumma Travel Wulan Dri Puspita saat ditemui Selasa lalu (22/10).
Paling banyak, dia memberangkatkan fans ke konser NCT Dream, boyband asal Korea Selatan di Gelora Bung Karno (GBK) pada Mei 2024 lalu.
Saat itu, dalam satu pemberangkatan, mereka menyediakan tiga bus besar yang masing-masing berisi 40-an penumpang.
Jika ditotal, ada sekitar 120-an fans yang diberangkatkan.
Dengan banyaknya orang yang dibawa, tantangannya pun semakin besar.
Sebab, karakteristik masing-masing penumpang bervariasi.
”Saat membawa customer menonton NCT Dream, kami menyewa satu hotel. Normalnya, check-in hotel bisa dilakukan pada pukul 14.00. Saat itu, pada pukul 10.00. Ada yang menangis karena belum mendapatkan kamar,” cerita perempuan berusia 34 tahun itu.
Namun, sebagai penyedia jasa, dosen di Universitas Merdeka (Unmer) Malang itu sebisa mungkin memberikan penjelasan kepada customer-nya.
Timnya juga sudah mengusahakan untuk dapat early check-in.
Hingga pada pukul 11.00, para customer dapat check-in di kamar masing-masing untuk bersiap ke GBK.
“Kami memang sudah punya jaringan hotel-hotel di Jakarta sesuai dengan lokasi konsernya,” lanjut Chunny, sapaan akrabnya.
Travel tersebut berdiri sejak 2022.
Berawal dari kegemaran Chunny menonton konser.
Dia kemudian menginisiasi untuk membuat trip dengan titik jemput di beberapa kota.
Khususnya Malang dan Surabaya.
Dia mengajak satu rekannya, yakni Hardhita Sabrina untuk bekerja sama mengelola travel tersebut.
Tahun ini, sudah ada konser dari 34 musisi ternama yang mereka datangi.
Pada pertengahan tahun, hampir setiap akhir pekan mereka ke Jakarta untuk mengantar para penggemar menonton idolanya.
Seperti NCT Dream, Avenged Sevenfold, Baekhyun, Baby Monster, dan B.I.
Berselang beberapa waktu kemudian, mereka memberangkatkan puluhan fans ke konser Treasure dan Do Kyungsoo (D.O).
”Berbeda idola, karakteristik fansnya juga berbeda,” kata Ditha, salah satu rekan Chunny.
Sebagai contoh, saat konser NCT Dream, fans sangat memperhatikan penampilan.
Mereka rata-rata membawa satu koper meskipun konser hanya berlangsung satu hari.
Itu berbeda dengan fans Avenged Sevenfold dan Bruno Mars, yang cenderung lebih santai.
Bahkan, ada yang hanya membawa satu ransel tipis.
Namun, bagaimanapun karakteristik customer-nya, mereka selalu memberikan informasi perjalanan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.
Ketepatan waktu selalu mereka tekankan.
”Kadang memang ada yang tidak sesuai dengan saran kami. Misalnya, saat konser NCT Dream, kami membawa MUA (Make Up Artist). Kami sudah memberi saran supaya mereka mandi di rest area, tetapi ada juga yang belum mandi sampai hotel,” kata perempuan berusia 24 tahun itu.
Selain total 46 konser, hingga akhir 2024 ini masih ada lima konser lagi yang akan mereka datangi.
Tentunya dengan customer yang sudah memesan layanan akomodasi.
Contohnya yakni konser Zerobaseone dan Taemin pada bulan ini.
Kemudian, ada konser 2NE1 yang rencananya digelar November nanti.
Selanjutnya ada konser Chanyeol dan Stray Kids yang akan berangkat pada bulan Desember 2024. (*/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana