GRATIO IGNATIUS SANI BERIBE
Senin lalu (18/11) Evandra Florasta membela Bhayangkara Presisi Youth di babak penyisihan Soeratin Cup U17 zona Jawa Timur di Lapangan Polda Jatim, Surabaya.
Tim yang dibela pemuda asal Jabung Malang itu unggul empat gol tanpa balas atas Lamongan FC.
Hasil itu membuat Bhayangkara Presisi Youth memuncaki klasemen grup I Soeratin Cup U17 zona Jatim.
Mereka sudah koleksi empat poin.
”Kebetulan karena tidak ada agenda timnas, jadi saya bisa ikut membela klub,” jelas Evandra.
Siswa kelas XI SMAN 1 Tumpang, Kabupaten Malang itu merupakan salah satu penggawa Timnas Indonesia U17.
Saat ini, dia masih rehat seusai mengantarkan skuad garuda muda lolos ke putaran final Piala Asia U17 2025.
Perjalanan Evandra di timnas junior dimulai dari ajang Elite Pro Academy (EPA) musim lalu.
Saat itu dia membela Bhayangkara Presisi Youth U16.
Timnya kurang beruntung karena tidak lolos dari babak penyisihan grup.
Namun, penampilan menonjol dari pemuda berusia 16 tahun itu mencuri perhatian pihak.
Termasuk talent scouting Timnas Indonesia.
”Ketika selesai EPA, Maret lalu saya tiba-tiba mendapatkan surat untuk ikut seleksi Timnas U16,” jelas Evandra.
Dia langsung berangkat ke Jakarta, tempat seleksi dilangsungkan.
Selama empat hari Evandra bersaing dengan 44 pemain lainnya dari seluruh Indonesia.
Mereka berebut 23 slot pemain skuad Timnas Indonesia untuk AFF U16 2024.
Seusai pulang dari Jakarta, Evandra tidak banyak berharap bisa lolos membela Indonesia di event sepak bola kawasan Asia Tenggara itu.
Sebab, dia merasa banyak pemain yang mempunyai skill yang lebih baik darinya.
Namun, dua bulan kemudian, Evandra dipanggil untuk mengikuti training camp (TC) Timnas U16 di Yogyakarta.
Perasaannya campur aduk waktu itu. Antara kaget, senang, dan terharu.
”Saya kasih tahu orang tua, dan kami semuanya menangis karena senang,” cerita Evandra.
Euforianya tidak bertahan lama.
Awal menjalani TC di Jogjakarta, dia sempat merasa minder.
Itu karena banyak pemain yang memiliki postur lebih tinggi darinya.
Beberapa pemain juga sudah mempunyai pengalaman berlaga di event internasional.
”Sedangkan saya hanya anak daerah waktu itu,” jelas dia.
Perasaan minder itu ternyata memengaruhi performa Evan dra saat TC.
Dia menjadi tidak luwes saat melakukan latihan.
Sebab, Evandra takut membuat kesalahan di hadapan pelatih Nova Arianto.
Namun, Evandra enggan berlama-lama terkungkung dengan perasaan itu.
Sebab, kesempatan menjadi pemain Timnas U16 merupakan buah kerja kerasnya selama menempa diri sejak usia 10 tahun.
Orang tuanya juga sudah banyak berkorban untuk mendukung cita-citanya.
”Saya tidak ingin semuanya menjadi sia-sia,” tutur Evandra.
Mentalitas tidak mau kalah mulai tertanam dalam dirinya.
Evandra bersemangat untuk bersaing dengan para pemain lainnya.
Baik itu pemain lokal maupun naturalisasi.
Berkat usahanya, sampai bulan Juni menjelang ajang AFF U16 2024 di Solo, Evandra mampu mengamankan posisinya untuk tidak dicoret dari skuad Garuda Asia.
”Selama sebulan TC, masih ada pemain yang masuk dan keluar,” tutur dia.
Evandra sempat mendapat kepercayaan dari pelatih Nova Arianto untuk menjadi gelandang serang inti di tim.
Dia diturunkan sebagai starting eleven di laga perdana AFF U16 melawan Singapura.
Evandra mengaku cukup gugup saat itu.
Sebab, laga tersebut merupakan pengalaman pertamanya di event internasional.
”Ternyata main dengan negara lain sangat keras dan banyak kontak fisik,” jelas alumnus Diklat Persema Malang U13 itu.
Namun, Evandra selalu ingat kata-kata dari pelatih Nova, bahwa pemain yang bagus adalah mereka yang mempunyai daya juang, tidak takut, dan selalu bekerja keras.
Timnas Indonesia U16 akhir nya bisa mengalahkan Singapura U16 dengan skor 30.
Evandra mencetak satu gol di pertandingan itu.
”Senang punya awal yang bagus dan bisa cetak gol,” tambah dia.
Perjalanan Evandra dan Timnas Indonesia U16 begitu mulus di babak penyisihan grup AFF U16 2024.
Mereka berhasil menyapu bersih dua pertandingan lain dengan kemenangan.
Namun, pil pahit harus ditelan skuad garuda muda di partai semi final.
”Australia lawan yang sangat sulit,” jelas Evandra.
Namun, kekalahan itu mampu mereka lunasi dengan kemenangan telak atas Vietnam 50.
Mereka menjadi peringkat ketiga AFF U16 2024.
Setelah itu, Evandra kembali mengikuti seleksi timnas untuk Kualifikasi Piala Asia U17.
”Jadi, saya dan 22 pemain yang turun di AFF harus disaring bersama 15 pemain baru lagi,” tuturnya.
Evandra tetap lolos menjadi 23 penggawa Skuad Garuda Asia.
Saat turun di Kualifikasi Piala Asia U17 2025, tantangan Evandra dan rekan-rekannya lebih sulit.
Itu karena mereka harus melawan tim kuat seperti Kuwait dan Australia.
”Kuwait mainnya sangat kasar, tapi untung kami bisa menang,” jelas dia.
Kemenangan kembali didapatkan mereka dengan skor 100 atas Kepulauan Mariana.
Evandra mencetak satu gol saat itu.
Timnas Indonesia U17 hanya urung menang saat menghadapi Australia.
Mereka ditahan imbang 00.
Meski begitu, garuda muda mampu lolos ke Piala Asia U17 2025 setelah menjadi runner up terbaik dengan koleksi tujuh poin.
”Sangat bangga karena kurang dari setahun sudah bisa mendapatkan prestasi bersama timnas,” tutur Evandra.
Banyak pelajaran yang dapat diambil oleh pemuda asal Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang itu.
Khususnya, mengenai posisinya sebagai gelandang serang.
Evandra menjadi lebih kreatif untuk mengatur permainan.
Selain itu, alumnus SMPN 2 Jabung mampu menemukan cara mengalirkan bola dengan cepat untuk menciptakan peluang.
”Kalau masih di klub saya hanya menjalankan tugas, tapi di timnas harus bisa improve,” jelas dia.
Ketajaman Evandra untuk mencetak gol ikut diasah.
Meski berposisi sebagai gelandang, dia sudah empat kali mencetak skor selama membela garuda muda.
Seusai menjalani Kualifikasi Piala Asia U17 2025, dia meminta program latihan kepada pelatih fisik timnas.
Tujuannya, untuk menjaga level fitnesnya.
”Setelah bangun tidur, saya jogging selama 30 menit,” tutur dia.
Kemudian, siang harinya seusai pulang sekolah, Evandra menyempatkan waktu untuk latihan selama dua jam. Bersama ayahnya Oktamus Si fester. (*/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana