Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perjuangan Budiono Kembangkan BRILink di Lebakharjo Ampelgading Malang, Bangkit setelah Rumah Terbakar, Selamatkan Warga dari Penipuan

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 22 November 2024 | 22:59 WIB
Budiono, agen BRILink Nikmat Cell Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang di depan tokonya
Budiono, agen BRILink Nikmat Cell Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang di depan tokonya

Budiono jatuh bangun mengembangkan BRILink Nikmat Cell di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Berawal dari berjualan sate, Budiono sukses membangun bisnis dan kepercayaan warga desa pada BRILink yang dikelolanya. Pernah hampir bangkrut karena tempat usahanya terbakar, bapak dua anak itu bangkit bersama tiga pihak : warga yang mempercayainya, BRI dan kolega sesama agen.

YUDISTIRA SATYA WIRA WICAKSANA

Butuh waktu dua setengah jam dari Kota Malang untuk tiba di toko agen BRILink Nikmat Cell Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Kamis (21/11), Budiono sedang berjaga di depan toko ketika menemui Jawa Pos Radar Malang di meja konter Nikmat Cell miliknya. Sembari berbincang, sesekali ada pengunjung toko yang memanggil Budiono dengan akrab.

Satu dua orang datang membeli dari toko barang kebutuhan milik Budiono. Namun, lebih banyak lagi warga yang masuk ke konter untuk bertransaksi keuangan. Beberapa melakukan transkasi penarikan uang. Sebagian ada yang membayar cicilan. Menurut Budiono, kesehariannya memang demikian. Dia mengelola warung sate, toko barang kebutuhan, konter hape dan bisnis agen BRILink.

“Kalau usaha yang lain, saya pekerjakan karyawan. Tetapi, khusus transaksi BRILink, saya atau istri saya yang menangani. Pertama karena ini soal uang. Yang kedua, warga percaya dan tahunya ya kami,” kata Budi. Desa Lebakharjo sebenarnya memiliki beberapa agen BRILink. Toko milik Budi berlokasi di perempatan dekat kantor Desa Lebakharjo.

Akses menuju ke situ mudah dijangkau warga desa. Alhasil, banyak nasabah BRI yang suka mendatangi tempat Budi. Namun, di atas semua itu, bapak dua anak tersebut dipercaya warga. Budi telah menjadi agen BRILink selama 8 tahun. Hari-hari ini, jumlah transaksi keuangan lewat BRILink Nikmat Cell sangat tinggi.

“Rata-rata, per bulan terjadi 2.000 transaksi keuangan di BRILink Nikmat Cell. Nilai transaksinya juga cukup besar. Perputaran uangnya mencapai Rp 3 miliar. Kalau perputaran Rp 2 miliar tiap bulan, itu berarti sedang sepi,” jelas pria kelahiran Desa Tempursari, Kabupaten Lumajang yang berbatasan dengan Lebakharjo tersebut.

Ada sejumlah alasan mengapa BRILink yang dikelola Budi dipercaya warga Desa Lebakharjo. Pertama, transaksi yang cepat. Nasabah langsung menerima uang begitu ada penarikan di BRILink Nikmat Cell. Sebagai informasi, Desa Lebakharjo harus diakses dari jalan provinsi dengan naik turun perbukitan. Kantor cabang BRI terletak di Desa Tirtomarto yang jaraknya sekitar 30 menit perjalanan motor.

“Meskipun ada ongkos, ada biaya, nasabah tidak masalah. Jarak ATM atau kantor cabang BRI terlalu jauh dari Lebakharjo, makan waktu dan bensin. Sehingga, warga Lebakharjo lebih suka transaksi di BRILink karena langsung terima uangnya. Pendek kata, transaksi di BRILink cepat, dekat dan aman,” ujar Budi.

Menurutnya, kepercayaan pada BRILink di pedesaan yang jauh dari kantor cabang BRI itu sangat tinggi. Budi menyebut transaksi keuangan seluruh agen BRILink Kecamatan Ampelgading, termasuk yang terbesar di Kabupaten Malang. Warga desa masih terbiasa memegang uang fisik. Keberadaan agen BRILink yang bisa menyediakan uang fisik jelas disukai.

“Kedua, kami mampu menyediakan uang fisik dalam jumlah lumayan. Rata-rata, kami simpan uang fisik senilai Rp 150 juta, sisanya Rp 50 juta di saldo. Stok saldo yang cukup ini membuat warga senang transaksi keuangan di BRILink Nikmat Cell. Kami juga bersedia bertanggung jawab atas transaksi. Kalau ada yang kecantol, kami bantu urus sampai clear,” tandasnya.

Ketiga, BRILink yang dikelola Budi juga dipercaya karena rajin mengedukasi warga soal inklusi keuangan. Bahkan, edukasi itu sampai pada titik menyelamatkan nasabah dari penipuan. Sudah seringkali, Budi menghadapi nasabah polos yang hampir saja kena tipu. Modus penipuan para pelaku adalah mengirim link. Dengan dalih, nasabah akan menerima uang setelah top up ke nomor tertentu lewat BRILink.

Budiono sedang melayani nasabah yang bertransaksi lewat BRILink Nikmat Cell Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang
Budiono sedang melayani nasabah yang bertransaksi lewat BRILink Nikmat Cell Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang

“Saya sering membantu nasabah agar tidak tertipu. Top up itu kan mengarah pada rekening atau e-wallet dari pelaku penipuan. Saya dan istri sering jelaskan bahwa nasabah tidak akan terima uang bila top up ke nomor tersebut, nanti malah tekor dan jadi korban penipuan,” ujar suami dari Ngatini, yang merupakan warga Desa Lebakharjo Ampelgading itu.

Lewat pelayanan Budiono sebagai agen BRILink, warga Desa Lebakharjo mendapatkan edukasi plus transaksi keuangan yang memuaskan. Hal itu membuat Budi dipercaya sampai hari ini sebagai agen BRILink. Dampak baik bagi masyarakat itu turut mengubah hidup Budi. Kepercayaan yang didapat dari memberi pelayanan terbaik, berdampak pada ekonomi Budi.

Selain konter hape, Budi bisa membangun toko barang kebutuhan. Dia pun menjalankan usaha kuliner warung sate tepat di depan konter hape dan tokonya. Budi juga mampu memberi pendidikan yang baik bagi anaknya. Saat ini, anaknya sedang menempuh pendidikan di sekolah menengah berbasis agama dan tinggal di asrama.

Tentu saja, kehidupannya yang sekarang berkecukupan, didapat dengan kerja keras, bahkan ujian-ujian berat. Budi menceritakan, sebelum jadi agen, dia mencari nafkah sebagai penjual sate. Rupiah demi rupiah disimpan sebagai tabungan dan modal untuk mengembangkan usaha. Tahun 2016, dia melihat peluang saat BRI menawarinya menjadi agen BRILink.

“Dengan tabungan Rp 15 juta, saya dan istri memenuhi undangan itu, mengajukan diri sebagai agen BRILink. Saya menilai, program BRILink untuk melayani masyarakat desa tapal batas ini cukup potensial. Pengajuan pertama ke BRI di Tempursari, Lumajang, butuh proses 7 bulan. Tahun 2017, akhirnya saya jadi agen BRILink di Ampelgading sesuai domisili,” papar Budi.

Dia berjuang untuk memperkenalkan BRILink kepada masyarakat. Dengan sabar dia menjelaskan dan mengedukasi warga Desa Lebakharjo soal BRILink. Tetapi, baru satu tahun berjalan, Budi ditimpa musibah. Tempat tinggalnya mengalami kebakaran. Tak banyak harta benda yang bisa diselamatkan dari rumahnya yang hangus dilalap Si jago merah.

Dia memulai dari nol lagi. Namun, beruntung BRI menaruh kepercayaan kepadanya. Dia mendapat pinjaman untuk berdiri lagi dari puing kebangkrutan. “Saya menerima pinjaman BRI untuk bangkit lagi, nilainya Rp 200 juta. Selain support BRI, teman-teman paguyuban agen BRILink se-Malang juga memberi support. Saya bisa bangkit dari musibah kebakaran itu,” katanya.

Tanpa menyerah, Budi terus berusaha dan mengembangkan usahanya. Akhirnya, selain warung sate yang dipertahankan sebagai riwayat bisnis pertamanya, Budi berhasil mengembangkan usahanya. Dia bisa memiliki toko dan konter hape. Dari nol dan tidak punya apa-apa, Budi sukses, dengan cara gigih membangun kepercayaan sebagai agen BRILink.

Kepercayaan warga Desa Lebakharjo pada BRILink Nikmat Cell mengubah hidup Budiono dan keluarganya
Kepercayaan warga Desa Lebakharjo pada BRILink Nikmat Cell mengubah hidup Budiono dan keluarganya

Bahkan, saat Indonesia dan dunia dihajar Covid-19, agen BRILink di tapal batas dan pedesaan seperti Budi terbukti punya resiliensi atau ketahanan. “Saat Covid-19, kami agen BRILink di desa-desa malah bertahan dan semakin kuat. Transaksi keuangan juga semakin ramai. Karena, orang tidak lagi ke mana-mana, ambil uang ya dari kami agen BRILink,” tuturnya.

Dia berharap, pada tahun 2024 dan seterusnya, BRILink semakin mantap bergerak sebagai pilar keuangan di desa-desa. Dia juga tetap akan menjaga kepercayaan masyarakat. Jika dia masih dipercaya sebagai mitra BRI di masa depan, maka dia berharap ada penambahan fitur layanan. “Misalnya saja peningkatan layanan untuk membuka rekening baru. Supaya, memudahkan nasabah di desa yang jauh dari kantor cabang BRI seperti Lebakharjo ini,” tutupnya.(fin)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#ampelgading #BRILink #lebakharjo #malang