Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sepak Terjang Kanza Azka Shakira Sebagai Youtuber Cilik dari Sawojajar, Sudah Mendapat Silver Button, Kini Aktif Jualan via Online

Bayu Mulya Putra • Kamis, 30 Januari 2025 | 18:20 WIB
KREATIF: Kanza Azka Shakira menunjukkan silver button setelah rutin membuat konten di Youtube dalam satu tahun terakhir. KANZA AZKA SHAKIRA FOR RADAR MALANG
KREATIF: Kanza Azka Shakira menunjukkan silver button setelah rutin membuat konten di Youtube dalam satu tahun terakhir. KANZA AZKA SHAKIRA FOR RADAR MALANG

Cerita Kanza Azka Shakira bisa menjadi inspirasi bagi para orang tua. 

Pada usia 10 tahun, dia sudah menjelma menjadi content creator. 

Meski familiar dengan HP, tetap ada batasan waktu penggunaan. 

Di sekolah, Kanza tetap bisa berprestasi.
DUROTUL KARIMAH

SAAT anak-anak seusianya menikmati libur Tahun Baru Imlek dengan jalan-jalan ke tempat hiburan, Kanza Azka Shakira sibuk membuat video konten di meja belajarnya. 

Kegiatan membungkus paket jualannya direkam dengan handphone (HP) yang dikaitkan pada tripod. 

Kamera itu menyorot setiap proses packing yang dia lakukan. 

Bocah usia 10 tahun tersebut kemudian mengedit hasil rekaman lewat salah satu aplikasi. 

Tak lupa dia menambahkan teks agar lebih menarik. 

Setelah proses itu rampung, dia mengunggah video di kanal YouTubenya. 

Kegiatan seperti itu rutin dia lakukan selama satu tahun terakhir. 

Tepatnya sejak Februari 2024 lalu. 

Semua berawal dari keisengannya meminjam HP milik ibunya. 

Kemudian merekam kegiatannya membuat kreasi dari kardus bekas maupun kertas berwarna.

Video pendek tersebut dia unggah di akun YouTube milik ibunya. 

Tak disangka, kontennya banyak ditonton dan disukai. 

Akhirnya, bocah kelas 4 SD tersebut terus mencari ide agar setiap hari dapat mengunggah video. 

Dia juga mempelajarinya cara-cara pengambilan gambar lewat internet. 

Konten-kontennya cukup ringan. 

Mayoritas berisi tata cara mengubah barang bekas menjadi barang berguna. 

Mulai dari tempat foto dengan bekas bungkus rokok, hingga squishy dari plastik dan kapas. 

”Sejak dulu memang suka buat-buat barang DIY (Do it Yourself),” kata siswi SDN 6 Sawojajar tersebut. 

Sebelumnya dia sering melihat konten serupa di YouTube. 

Akhirnya Kanza berpikir untuk membuat konten yang sama. 

Dia tidak begitu kesulitan karena banyak tutorial di internet yang bisa ditiru. 

Ibunya hanya mengawasi dan mengarahkan apabila Kanza kesulitan. 

Akun YouTube miliknya diberi nama @Khanz_craft. 

Rata-rata setiap kontennya ditonton 20 ribu kali. 

Dengan subscriber sebanyak 126 ribu, awal Januari 2025 lalu dia mendapat penghargaan silver button dari YouTube. 

Kontennya memang menarik, terlebih untuk anak-anak. 

Pemilihan warna untuk barang-barang yang dia bikin cukup familiar bagi anak-anak. 

Seperti warna pink dan biru muda. 

Musik yang disertakan dalam video juga banyak digemari seusianya. 

Kegiatan yang awalnya hanya untuk mengabadikan kreasi-kreasinya kini membuatnya memiliki penghasilan sendiri. 

Setiap bulan, Kanza bisa menerima honor jutaan rupiah dari YouTube. 

”Uangnya ditabung, untuk beli jajan, juga untuk beli barang-barang untuk konten,” kata anak kedua dari dua bersaudara tersebut. 

Dari hasil ngonten tersebut, Kanza juga bisa membeli HP sendiri. 

Sehingga dia tidak lagi perlu meminjam HP milik ibunya. 

Saat mulai berjalan dan rutin mengunggah konten, cukup banyak yang meminta Kanza untuk menjual alat-alat yang biasa dia pakai untuk kreasi. 

Akhirnya, dengan arahan ibu nya, bocah asal Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang itu mulai membuka bisnis via marketplace

Produk yang dia jual mulai dari sticker, cutter, lem kertas hingga photocard. 

”Harganya Rp 15 ribuan, terus saya kasih bonus banyak,” kata Kanza. 

Setiap hari dia bisa mengirimkan lima hingga 20 paket penjualan. 

Pembelinya berasal dari berbagai daerah. 

Mulai dari Pulau Jawa hingga Kalimantan. 

Sebelumnya, Kanza memang sudah gemar berbisnis. 

Dia juga menjual photocard kepada teman=temannya di sekolah. 

Keluwesan dan keberaniannya melakukan banyak hal tersebut terinspirasi ibu nya yang merupakan seorang konsultan komunikasi. 

Sejak kecil dia dibiarkan dan fasilitasi untuk berkreasi. 

”Bantal di rumah bahkan habis untuk dibuat squishy,” kata Dyana Widiastuti, ibu Kanza. 

Dia membiarkan Kanza melakukan hal tersebut karena dianggap positif untuk pertumbuhannya. 

Meski sudah memiliki HP sendiri, Kanza tetap diberi batasan waktu untuk menggunakannya. 

Sehingga benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. 

”Paling untuk ngonten hanya beberapa menit, sisanya dia bermain,” tambah Dyana. 

Dyana kini tidak banyak membantu Kanza dalam membuat konten. 

Menurut dia, ide-ide Kanza lebih menarik dan disukai audiens. 

”Model anaknya kreatif dan suka utak-atik sesuatu, otodidak belajar sendiri dari Google dan YouTube. Termasuk pelajaran sekolah dan PR saya jarang banget ajari dia,” terangnya. 

Di tengah kesibukan menjadi content creator, Kanza masih sering mendapat prestasi di kelasnya. 

Ranking lima besar di kelas tak pernah hilang. 

Kesehariannya juga seperti anak seusianya. 

Ada waktunya sekolah, mengaji, dan bermain. (*/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Bocah #YouTuber #10 Tahun #Video Konten #Video #sawojajar #malang