Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengenal Titiek Puspa: Warisan Abadi Sang Maestro Musik Indonesia

Aditya Novrian • Sabtu, 12 April 2025 | 19:30 WIB
Potret mendiang Titiek Puspa. (titiekpuspa_official)
Potret mendiang Titiek Puspa. (titiekpuspa_official)

RADAR MALANG—Indonesia berduka atas kepergian salah satu ikon musiknya, Titiek Puspa, yang meninggal dunia pada Kamis, 10 April 2025, pukul 16.25 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.

Penyanyi, penulis lagu, dan aktris legendaris ini tutup usia pada 87 tahun akibat pendarahan otak yang dialaminya sejak akhir Maret lalu.

Titiek Puspa, yang lahir dengan nama Sudarwati pada 1 November 1937 di Tanjung, Kalimantan Selatan, memulai kariernya di dunia hiburan setelah memenangkan kompetisi menyanyi di Radio Republik Indonesia di Semarang.

Pada tahun 1954, ia meraih juara II dalam kompetisi Bintang Radio RRI Semarang, yang menjadi titik awal perjalanan panjangnya di industri hiburan Indonesia.

Kemenangan ini membawanya bergabung dengan Orkes Simfoni Jakarta di bawah pimpinan Sjaiful Bahri, di mana ia tampil membawakan lagu "Chandra Buana" karya Ismail Marzuki.

Pada tahun 1955, Titiek melakukan rekaman pertamanya di Lokananta, perusahaan rekaman milik pemerintah Indonesia.

Sejak saat itu, kariernya terus menanjak. Lagu-lagu ciptaannya mulai menarik perhatian publik, termasuk Presiden Sukarno, yang memberinya nama panggung "Titiek Puspa.”

Sebagai penyanyi dan pencipta lagu, Titiek dikenal dengan karya-karya yang menggugah dan menyentuh hati. Beberapa lagunya yang terkenal antara lain "Kupu-Kupu Malam", "Apanya Dong", "Gang Kelinci", dan "Bing"—sebuah penghormatan untuk mendiang Bing Slamet, Lagu "Kupu-Kupu Malam" bahkan masuk dalam daftar 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa versi Rolling Stone Indonesia.​

Selain di dunia musik, Titiek juga aktif di dunia film dan seni peran. Ia membintangi lebih dari 20 film layar lebar dan terlibat dalam berbagai operet yang ditayangkan di TVRI, seperti "Bawang Merah Bawang Putih" dan "Kartini Manusiawi.”

Pada tahun 1972, ia mendirikan PAPIKO (Persatuan Artis Penyanyi Ibu Kota), sebuah organisasi seni yang mewadahi para seniman ibu kota.

Titiek Puspa juga dikenal sebagai sosok yang tangguh. Pada tahun 2009, ia didiagnosis menderita kanker serviks. Namun, setelah menjalani perawatan intensif, ia berhasil sembuh dan bahkan menulis 61 lagu selama masa pengobatannya.

Kepergian Titiek Puspa pada 10 April 2025 meninggalkan duka mendalam bagi dunia seni Indonesia.

Namun, warisan karyanya akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang. (Talita)

Editor : Aditya Novrian
#Selebriti #seniman #indonesia #titiek puspa