ANGGOTA DPRD Jawa Timur Dr drh H Puguh Wiji Pamungkas MM resmi menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude. Gelar itu didapat dari Program Pascasarjana Universitas Merdeka (Unmer) Malang.
Dia menulis disertasi berjudul ”Politik Identitas Partai Politik: Kajian Realitas Sosial Pemilihan Legislatif (Pileg) di Kabupaten Malang pada Pemilu 2019”. Ketertarikan terhadap politik identitas timbul karena Puguh melihat perbedaan antara Indonesia dengan negara lain.
Di negara lain, politik identitas digunakan untuk menjatuhkan atau menghilangkan kelompok lain. Seperti gerakan yang dilakukan Partai Bharatiya Janeta di India. Demikian pula praktik politik identitas yang terjadi di Afrika.
Namun politik identitas di Indonesia tidak sampai berujung perpecah belahan. Salah satunya politik identitas yang terjadi saat Pemilu. Selama Pemilu, praktik politik identitas hanya untuk elektoral atau mendulang suara saat pemilu.
”Untuk melihat politik identitas, saya melakukan riset selama satu tahun di Kabupaten Malang yang memiliki representasi masyarakat yang beragam,” ucapnya.
Selain melihat dari sisi masyarakat yang beragam, Puguh juga mengungkap teori yang disampaikan Theresia tahun 2019. Teori tersebut menyebutkan bahwa politik identitas dibentuk oleh elit politik, institusi partai, dan media massa.
Selanjutnya ada instrumen keempat yakni budaya yang dijadikan pintu masuk. Dalam konteks Pemilu, politik identitas mempermudah pencarian suara sekaligus menekan ongkos politik.
Terutama jika sudah ada kesamaan identitas atau budaya. Lebih lanjut, kondisi tersebut bisa memunculkan basis pemilih lokal.
”Karena masyarakat cenderung memberikan hak pilih kepada calon yang dia anggap sudah seperti keluarga besarnya,” imbuh lelaki yang juga pendiri RSU Wajak Husada tersebut.
Meski bersentuhan dengan dunia politik, Puguh tetap merasakan tantangan selama penelitian. Apalagi penelitian yang dilakukan berbentuk kualitatif. Ada representasi elit politik yang diwakili pengurus partai, caleg pada pemilu tahun 2019 dan 2024, representasi media seperti PWI Malang Raya, hingga penyelenggara Pemilu.
Meski begitu, penyusunan disertasi berjalan dengan baik. Puguh juga menyelesaikan kuliah tepat waktu. Dalam sidang terbuka, Rektor Unmer Dr Prihat Assih SE MSi Ak CSRS menjadi pimpinan.
Kemudian hadir pula perwakilan pemerintah daerah, pimpinan partai, pengurus ormas, pimpinan organisasi nirlaba di Jawa Timur, tokoh masyarakat, dan anggota dewan. Sementara Prof Dr Bonaventura Ngarawula MS bertindak sebagai promotor dan ko-promotor adalah Dr Zainur Rozikin MM MPd.
Lalu penyanggah meliputi Prof Dr Agus Sholahuddin MT, Dr Kridawati Sadhana MS, Dr Sukardi MSi, Dr Teguh Suratman SH MSi, Dr Praptaning Sukowati SH MSi, Dr Yuntawati Fristin SSos MAB, dan Dr Muhamad Nur Afandi MT sebagai penyanggah eksternal.
”Saya juga mendapat aprsesiasi berupa masukan karena bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu dan rangkaian tahapan ujian,” tegas Puguh.
Kemudian, dia jadi merasa lebih memahami konstruksi di masyarakat, terutama Kabupaten Malang. Puguh berharap ke depan disertasinya bisa berbuah regulasi.
(mel/adn)
Editor : A. Nugroho