Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sepak Terjang Gunawan sebagai Pelari dengan Jarak Tempuh Jauh

Bayu Mulya Putra • Selasa, 29 Juli 2025 | 17:35 WIB
TERTANTANG: Gunawan berpose di dekat Monumen Jayandaru, Kabupaten Sidoarjo, 21 Juli lalu.
TERTANTANG: Gunawan berpose di dekat Monumen Jayandaru, Kabupaten Sidoarjo, 21 Juli lalu.

Lari Malang-Surabaya sebagai Persiapan Event 150 Km.

Nama Gunawan sebagai pelari sempat viral beberapa waktu lalu. Tugu Malang dengan Tugu Pahlawan Surabaya yang berjarak 94,1 km dia tempuh dengan durasi 16 jam 53 menit. Itu bukan jarak terjauhnya untuk sekali berlari. 

HAMPIR setiap pagi Gunawan rutin berlari. Bersama Komunitas Free Runners Malang, dia kerap mengelilingi beberapa rute di kawasan Jalan Besar Ijen, Kota Malang. Kadangkala juga mengitari area Kajoetangan Heritage sejauh 5 sampai 10 kilometer. ”Setiap hari memang harus lari, hanya libur kalau hari Senin,” kata dia kepada Jawa Pos Radar Malang

Gun, sapaan akrabnya, baru menekuni olahraga lari sejak 2023 lalu. Beberapa bulan berjalan, dia memberanikan diri mengikuti event Maybank Marathon pada jarak Full Marathon (FM) dengan jarak lari sejauh 42,195 km kilometer. Pada event pertamanya itu, dia berhasil finish tanpa cedera.

Namun setelahnya dia sempat kesulitan berjalan selama beberapa hari. Dengan bekal yang dirasa kurang, Gun akhirnya bergabung dengan komunitas. Tujuannya untuk mengasah skill sekaligus mencari relasi sesama pelari. Komunitas membuatnya tumbuh dan tahu lebih banyak. 

Utamanya tentang bagaimana menjaga kondisi fisik agar prima, melakukan latihan bersama rekan sehobi, hingga berbagai benefit lain. 

Aktivitas lari menjadi hal yang menyenangkan bagi Gun. Namanya kemudian mencuat saat melakukan aksi lari dari Tugu Malang ke Tugu Pahlawan Surabaya. Gun menempuh jarak sepanjang 94,12 kilometer.

Proses persiapan sebelum lari antarkota itu dilakukan cukup panjang. Mulai dari mapping water station hingga tempat istirahat. ”Kalau di event, kebutuhan air sudah disediakan. Nah, kalau sendiri tantangan terbesarnya ada di mapping itu,” ujarnya. 

Water station yang dia petakan berada di titik per 10 kilometer. Dengan estimasi waktu tempuh sekitar 14 jam untuk sampai finish. Gun berangkat dari Tugu Kota Malang pada pukul 04.30, 21 Juli lalu. Dia kemudian berlari menuju Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang untuk istirahat pertama. 

Dia membawa 1,5 liter persediaan air sepanjang berlari. Setengah liter berisi air mineral, setengah liter minuman elektrolit, dan sisanya berisi air garam. Air garam berfungsi agar kakinya tidak cepat keram saat berlari pada durasi yang panjang. Dia berlari dengan pace 7:30/km atau 7 menit 30 detik per satu kilometer. 

Saat perjalanan, berbagai tantangan mulai bermunculan. Salah satu tantangan terbesarnya yakni terik matahari di sepanjang jalan Purwosari hingga Porong. Water station yang dia planning terpaksa diubah mendadak karena panas yang menyengat. ”Akhirnya saya berhenti di tiap tiga sampai empat kilometer saja untuk refill air,” jelas pria kelahiran 1987 itu. 

Selain itu juga tantangan berlari di kawasan padat permukiman dan minim trotoar. Dia harus menyesuaikan keadaan macet di kawasan Sidoarjo yang membuat waktunya terus mundur. Karena banyak istirahat, pace-nya naik menjadi 10:30/km atau 10 menit 30 detik per kilometer. Namun, akhirnya dia kembali ke pace stabil setelah memasuki Kota Surabaya. 

Gun mendapat dukungan dari keluarga dalam aksi itu. Selama perjalanan, dia selalu memberi kabar sang istri di setiap kesempatan istirahat. Dengan begitu dia merasa ada dukungan psikologis yang berarti. Beberapa kenalannya juga menawarkan untuk menjadi teman lari di beberapa titik. 

Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu berhasil tiba di Surabaya pada pukul 17.53. Catatan waktu itu meleset tiga jam dari perkiraannya, yang harusnya tiba pada pukul 14.50. Meski begitu, dia berhasil melaju sampai finish tanpa cedera. Momen keberhasilannya menempuh lari antarkota itu cukup penting bagi dia untuk melangkah ke berbagai tantangan lainnya.

Sebenarnya, jarak tempuh terjauhnya tidak hanya misi yang viral tersebut. Gun pernah mengikuti event lari Run to Care di Lembang, Bandung dengan jarak tempuh 101 kilometer. Dia berhasil menyelesaikannya dengan catatan waktu 22 jam. Event lari sekaligus charity itu mendukung perlindungan, kesehatan, dan pendidikan anak-anak yang terpisah dari orang tuanya.

Dia ingin mencoba kembali pada tahun ini untuk track yang lebih panjang. Misi Gun untuk menuntaskan lari itu sebenarnya sudah bagian dari rangkaian latihan. Tanggal 8-10 Agustus nanti, dia bakal mengikuti event Run to Care di Cibubur hingga Jakarta dengan track sejauh 150 kilometer. ”Latihannya memang cari tempat yang agak berpolusi, agar bisa menyesuaikan dengan cuaca di Jakarta nanti,” kata dia.

Gun mulai mengatur strategi sejak awal Juli dengan lari dari Kota Malang ke kawasan Coban Rondo. Jarak tempuhnya mencapai 50 kilometer. Seminggu kemudian, berlanjut latihan dari Pantai Sendangbiru ke Malang dengan jarak tempuh sekitar 66 kilometer. Kemudian puncaknya dengan misi dari Tugu Malang ke Tugu Pahlawan Surabaya. 

”Dua minggu mulai sekarang saya tinggal latihan rutin dan mulai menurunkan jarak,” ujarnya. Saat ini, dia hanya berlari dengan jarak 30 sampai 40 kilometer saja. Jarak tempuh itu bakal terus berkurang mendekati event. Tujuannya untuk melemaskan otot agar tidak cedera ketika menghadapi track yang lebih panjang nanti.

Tak hanya kategori ultra-run, Gun juga mencoba berbagai event trail run. Seperti Mantra 116. Tahun lalu, dia mendapat slot lari sejauh 38 kilometer saja. Kemudian dia juga pernah mencoba Rinjani 100Ultra dengan jarak tempuh sekitar 50,6 kilometer. 

Jika ada kesempatan lain, Gun ingin meningkatkan jarak tempuh larinya dengan track yang lebih panjang dan menantang. Misalnya event dengan jarak tempuh ratusan kilometer yang lebih ekstrem seperti Kompas Tambora Challenge yang diadakan di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. 

Event itu melintasi tiga kabupaten, yakni Sumbawa Barat, Sumbawa, dan Dompu dengan jarak tempuh 320 kilometer. ”Sayangnya itu sudah tidak ada sejak pandemi, semoga dalam waktu dekat digelar lagi biar saya bisa coba,” pungkas Gun. (*/by)

Editor : A. Nugroho
#full marathon #Mybank #Pelari #malang