Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kegigihan Lutfi Nur Amalia Meraih Mimpi di Arena Hoki Indoor

Aditya Novrian • Rabu, 20 Agustus 2025 | 17:04 WIB
PERSIAPAN SEA GAMES 2025: Lutfi Nur Amalia mengikuti TC Timnas Hoki Indoor Indonesia pekan lalu. Dia menjadi pilihan sang pelatih sebagai penyerang ketika bertanding.
PERSIAPAN SEA GAMES 2025: Lutfi Nur Amalia mengikuti TC Timnas Hoki Indoor Indonesia pekan lalu. Dia menjadi pilihan sang pelatih sebagai penyerang ketika bertanding.

Temukan Kenyamanan saat Bermain sebagai Penyerang.

Awalnya iseng ikut ajakan teman bermain hoki indoor. Tapi siapa sangka, ajakan itu justru membuka jalan bagi Lutfi Nur Amalia. Dari lapangan sekolah kini ia sudah bisa menggapai mimpi bermain untuk Indonesia di SEA Games 2025.

TIDAK pernah terlintas di benak Lutfi Nur Amalia bahwa tongkat hoki akan mengubah jalan hidupnya. Sejak kecil, dara asal Kecamatan Sukun, Kota Malang, itu gemar menjajal berbagai olahraga. Bulu tangkis, sepak takraw, bola basket, hingga bola voli pernah dia tekuni. Bahkan, voli sempat menjadi cabang olahraga (cabor) yang paling serius ia jalani selama lima tahun atas dorongan orang tuanya.

Namun, sebuah ajakan kecil di bangku SMK pada 2018 mengubah segalanya. Saat itu, seorang teman menawarinya untuk mencoba olahraga yang masih asing di telinganya, hoki indoor. Olahraga asal Jerman yang dimainkan dengan stik dan bola kecil itu langsung memikat hatinya sejak kali pertama mencoba.

”Awalnya saya coba karena penasaran. Kok seru dan menantang, apalagi pakai stik untuk memukul bola. Meski terlihat berbahaya, tapi saya suka,” kenangnya sambil tersenyum.

Sejak itu, dunia Lutfi berubah. Ia rutin turun di berbagai kejuaraan antar-pelajar. Mulai dari Surabaya, Bandung, hingga Jakarta. Mula-mula ia ingin menjadi penjaga gawang. Namun, pelatih Hoki Indoor Kota Malang Rizky Revaldo melihat potensi lain dalam dirinya. Lutfi digeser ke posisi penyerang. Arahan dari mantan atlet hoki indoor nasional itu diikutinya tanpa ragu.

Hasilnya, kemampuan dribbling dan finishing Lutfi berkembang pesat. Ia jadi andalan tim, baik sebagai striker utama maupun second striker yang mendukung lini depan.

Kurang dari setahun setelah mengenal hoki, Lutfi langsung meraih medali pertamanya. Itu terjadi di ajang antar-pelajar di STEI Indonesia Jakarta. Timnya memang hanya finis sebagai runner-up, tapi medali perak itu terasa manis sebagai awal perjalanan.

Setelahnya, prestasi demi prestasi mulai berdatangan. Ia meraih perunggu di Porprov 2019 dan 2021, lalu kembali membawa pulang perunggu di Kejuaraan Nasional 2022 di Depok. Tahun lalu, ia ikut mempersembahkan medali perak di ajang Pra PON 2024.

Kesempatan emas datang jelang PON Aceh 2024. Lutfi sempat dipanggil timnas Indonesia untuk mengikuti pemusatan latihan hoki outdoor. Kala itu ada turnamen invitasi di Hong Kong. Meski sudah mencicipi kerasnya program latihan nasional, ia belum berhasil menembus seleksi akhir.

Kegagalan itu tidak membuatnya patah arang. Justru, semangatnya makin menyala. Saat berlaga di PON Aceh bersama kontingen Jawa Timur, Lutfi tampil luar biasa. Walau timnya gagal melaju ke final setelah dihentikan Jawa Tengah di semifinal, ia bertekad tak ingin pulang dengan tangan hampa.

Di laga perebutan medali perunggu melawan Sumatera Utara, Lutfi mencetak hattrick. Ia mengantarkan Jatim menang telak 5-0 sekaligus menyumbangkan medali PON pertamanya. ”Saya bersyukur banget. Ini medali PON pertama saya, setelah sebelumnya sempat gagal tampil,” ujarnya dengan mata berbinar.

Penampilan gemilang di Aceh membuat namanya melambung ke level nasional. Selepas PON, ia resmi dipanggil masuk pemusatan latihan timnas hoki indoor Indonesia untuk persiapan SEA Games 2025 di Thailand.

Sejak Mei lalu, Lutfi sudah menetap di Depok, Jawa Barat. Bersama 19 atlet lain, ia menjalani latihan intensif. Setiap hari ada tiga sesi. Yakni fisik, teknik, dan strategi berlangsung lima hari dalam sepekan. Latihan keras itu disebutnya sebagai pengalaman paling menantang sepanjang kariernya.

Bagi banyak orang, capaian itu sudah luar biasa. Namun tidak bagi Lutfi. Ia sadar persaingan masih ketat. Dari 20 atlet yang saat ini berlatih, hanya 15 orang yang akan diberangkatkan ke Thailand. ”Saya masih harus kerja keras. Posisi saya belum aman,” ucapnya jujur.

Meski begitu, ia tidak kehilangan keyakinan. Mimpinya sederhana tapi besar, mengibarkan Merah Putih di podium internasional. ”Semoga saya bisa lolos dan membawa pulang medali di SEA Games tahun ini,” tandasnya.

Kini, langkahnya tinggal selangkah lagi. Dari lapangan sekolah hingga gelanggang internasional di Thailand. Perjalanan Lutfi adalah bukti bahwa satu ajakan kecil bisa melahirkan mimpi besar. (*/adn)

Editor : A. Nugroho
#cabor #SEA Games 2025 #hoki #malang