Finish di Peringkat Kedua dari 463 Peserta.
Talita Aurelia Putri Setiawan bisa menjadi contoh para pelajar lainnya. Sejak duduk di bangku SMP, dia sudah memiliki target untuk studi-studi lanjutannya. Dia berusaha mewujudkannya lewat belajar dengan tekun dan aktif mengikuti lomba.
IMPIAN ke luar negeri sudah dimiliki Talita Aurelia Putri Setiawan sejak duduk di bangku SMP. Sadar bahwa masih pelajar, dia lantas mengincar program pertukaran pelajar. SMAN 1 Singosari masuk dalam incarannya saat itu.
Sebab, dia tahu sekolah tersebut bisa memfasilitasi keinginannya tersebut. Persiapan maksimal mulai disusunnya agar masuk ke SMAN 1 Singosari. Talita memanfaatkan bakat dan minatnya dalam mata pelajaran (mapel) biologi dan matematika.
Dia aktif mengikuti olimpiade. Salah satu yang bergengsi yakni Olimpiade Sains Nasional. ”Saya mulai dengan seleksi OSN Biologi dalam tingkat kabupaten/kota,” kenang Talita. Saat itu, dewi fortuna belum berpihak kepadanya. Dia gagal lolos ke tahap berikutnya atau OSN Biologi tingkat provinsi.
Saat itu dia sempat terpukul. Sebab, mengikuti ajang bergengsi di dunia sains adalah cita-cita besarnya. Saat duduk di bangku SD, dia pernah mengikuti lomba sains. Namun ketika SMP, dia tidak bisa mengikuti lomba-lomba biologi karena sedang masa pandemi Covid-19.
”Jadi benar-benar berharapnya di SMA,” cerita Talita. Gagal dalam seleksi di satu olimpiade tidak membuat semangatnya luntur. Dia lantas mengincar program pertukaran pelajar. Semua dilakukan agar dia bisa melanjutkan studi di kampus bergengsi.
Kesempatan pun datang kepada siswi kelahiran 19 Agustus 2008 itu. Awal tahun ini, dia mendaftarkan diri untuk mengikuti Student Exchange–Asean Olympiad Championship 2025 yang diselenggarakan University Malaysia Terengganu (UMT) dan Kementerian Pendidikan Malaysia. Saat mendaftarkan, Talita masih duduk di bangku kelas 11.
Di dalam program pertukaran itu juga ada olimpiade yang digelar. Namun tidak ada olimpiade untuk mapel biologi kesukaannya. Tanpa ragu, Talita akhirnya memilih olimpiade matematika dan satu pilihan perlombaan lainnya.
”Konsekuensinya saya harus belajar sungguh-sungguh untuk olimpiade itu,” kata Talita. Dia berusaha menyesuaikan soal-soal matematika untuk level olimpiade. Dia belajar dengan mengerjakan soal-soal untuk seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Pengumuman peserta pertukaran pelajar pun keluar, Talita termasuk satu dari 18 pelajar SMAN 1 Singosari yang terpilih. Pada saat pengumuman, dia sudah duduk di kelas 12. Sehingga secara perhitungannya, sertifikat perlombaan untuk menjadi nilai plus baginya untuk masuk PTN. ”Kami berangkat 29 September lalu,” beber Talita.
Satu bulan sebelum berangkat, dia bersama siswa lainnya mendapatkan waktu belajar ekstra dari sekolahnya selama satu bulan. Hari keberangkatan yang dinanti pun tiba. Dia sempat ragu dan minder terhadap kemampuan akademiknya.
Pasalnya, masih banyak siswa-siswa pilihan lainnya dari Aceh, Jakarta, dan kota-kota besar lainnya. Belum lagi pelajar dari Thailand, Malaysia, Kamboja dan Negara Asia Tenggara lainnya. ”Khususnya Jakarta, mereka pinter-pinter banget,” ungkap Talita.
Saat berada di Malaysia, Talita dikelompokkan bersama pelajar dari Thailand. Di situ dia menemukan perbedaan cara belajar antar-siswa. Siswi asal Thailand itu belajar dalam durasi yang cukup lama. Talita lantas bertekad menyamakan cara belajar tersebut.
Hari olimpiade pun yang dinanti tiba. Pada 30 September lalu, Talita mulai mendapatkan soal olimpiade matematika. Selain mengikuti olimpiade matematika, seluruh siswa juga wajib mengikuti olimpiade Bahasa Inggris.
Matematika hanya ada 10 soal. Namun semuanya adalah soal-soal adalah studi kasus, logika, dan persamaan. Talita mengaku sempat kesusahan dalam mengerjakan soal matematika itu. Bahkan ketika sudah selesai pun, dia masih ragu dengan seluruh jawabannya.
Saat pengumuman pemenang, nama Talita termasuk lima besar di kategori nilai tertinggi. Namanya berada di urutan kedua dari 463 siswa-siswi yang mengikuti olimpiade. Bersama empat pelajar lain yang masuk urutan lima besar, dia mendapat medali emas.
Dia tak pernah membayangkan bahwa lomba pertamanya selama SMA bisa membuatkan hasil semaksimal itu. Sepulang dari Malaysia, Talita kini fokus dengan sisa studi di SMA-nya. Ujian akhir sekolah dan persiapan masuk PTN jadi fokus utamanya. Sertifikat serta medali yang dia peroleh dari Malaysia menjadi modal besarnya untuk dapat dilirik PTN. Dia berkeinginan melanjutkan studi di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. (*/by)
Editor : A. Nugroho