Sulap Skuter Bergaya Retro Modern Jadi Boardtracker
SEJAK pagi, bengkel Ultimate Custom milik Vulla Hendrata selalu dipenuhi bunyi mesin, aroma bensin, dan tumpukan alat yang berserakan. Di tempat itulah Vulla menekuni hobi yang dimulai sejak duduk di bangku SMP. Membongkar, merakit, dan mengubah motor menjadi karya seni yang bergerak.
Bagi banyak orang, Honda Stylo 160 CC hanyalah motor matik biasa. Tapi bagi Vulla, itu adalah kanvas yang menunggu sentuhan kreatifnya.
Tahun 2024 menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya. Vulla mengikuti berbagai kontes motor custom nasional dengan karya andalannya, Lati. Setiap lekuk dan detail motor itu dikerjakan dengan presisi hingga berhasil menorehkan prestasi beruntun.
Mulai dari Juara 1 Kelas Nitrohead Custom Fest di Jogjakarta, Juara 1 Regional Surabaya Honda Modifikasi Contest, dan Juara 1 Nasional Honda Modifikasi Contest di Klaten. Prestasi itu membuka jalan bagi Vulla untuk masuk Honda Dream Ride Project. Sebuah program eksklusif yang mendukung builder muda berbakat.
Dari situ, Vulla mendapatkan motor baru, dana produksi, dan bimbingan desain selama empat bulan. Dari motor matik yang tampak sederhana itu lahirlah Arjuno. Transformasinya tidak main-main. Motor matik berkonsep retro modern itu berubah total menjadi boardtracker.
Dominasi warna perak berpadu sentuhan emas dan ornamen kayu memberikan kesan elegan sekaligus tangguh. Nama Arjuno sendiri diambil dari tokoh pewayangan yang melambangkan keteguhan, ketelitian, dan keanggunan dalam kekuatan karakter yang menjadi cerminan sang builder.
Di bengkel, setiap detail Arjuno menjadi saksi ketelitian Vulla. Tangki dipindahkan ke bawah rangka, stang dirancang ala motor balap klasik, dan suspensi depan dibuat mengikuti motor balap era 1950-an. Bahkan turbo berbentuk keong dipasang untuk meningkatkan performa. Itu membuat Arjuno mampu menembus 14 ribu RPM, naik dari standar motor matik biasa yang hanya 12 ribu RPM.
”Pengerjaannya empat bulan, semua rangka full aluminium. Sulit, tapi hasilnya sepadan,” kata Vulla sambil menepuk rangka motor yang berkilau di bawah lampu bengkel.
Aluminium keras, mudah retak, dan tak bisa diperbaiki jika patah, menjadikan Arjuno lebih dari sekadar motor custom biasa. Selain tantangan material, Vulla juga harus mematuhi pakem Honda. Rangka, mesin, hingga lampu depan dan belakang harus tetap standar.
Bagi banyak builder, batasan ini bisa membatasi kreativitas. Tapi bagi Vulla, itu justru menjadi tantangan yang memicu inovasi. Arjuno harus elegan tanpa kehilangan identitas, kreatif tapi tetap sesuai aturan.
Meski Arjuno selesai dirakit, jalan menuju pameran Jepang tidak mudah. Vulla harus bersaing dengan tiga builder lain untuk mendapatkan tiket ke negeri sakura itu. Di Custom Fest 2024 Jogjakarta, Arjuno akhirnya memenangkan tiga trofi sekaligus, termasuk penghargaan motor custom pilihan juri dari Jepang. ”Awalnya saya ragu. Mentor sempat bilang, belum ada skuter yang pernah lolos pameran di Jepang. Tapi Arjuno membuktikan bahwa keberanian untuk berinovasi membuahkan hasil,” ungkap Vulla dengan senyum lebar.
Kini, Arjuno menjadi satu-satunya skuter dari Honda yang akan dibawa ke ajang custom motor dunia. Dari Indonesia, hanya tujuh peserta yang terpilih dan motor ini akan dikirim melalui kontainer mulai pekan ini. Kemudian Vulla akan datang ke Jepang dan ikut pameran pada awal Desember mendatang.
Prestasi itu bukan sekadar soal kemenangan, tapi juga pengakuan atas dedikasi, keberanian, dan imajinasi seorang builder muda. Perjalanan Vulla Hendrata adalah kisah tentang mimpi yang dibangun dari kesabaran, kegigihan, dan kreativitas. Dari hobi remaja di bengkel kecil hingga mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, ia membuktikan bahwa passion bisa mengubah hidup.
Saat ini, Vulla tetap fokus pada bengkel Ultimate Custom. Dia juga membatasi pesanan motor menjadi 10–11 per bulan agar kualitas tetap terjaga. Setiap motor adalah cerita, setiap lekuk adalah ekspresi. Arjuno adalah mahakarya yang menunjukkan bahwa logam, mesin, dan imajinasi bisa bersatu menjadi sesuatu yang luar biasa. (*/adn)
Editor : A. Nugroho