Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jainal Ilmi Buka Platform Digital untuk Bantu Tangani Kesehatan Mental

Aditya Novrian • Kamis, 27 November 2025 | 16:50 WIB
INISIATOR: Pendiri sekaligus CEO platform Catatan Psikologi Jainal Ilmi berbagi pengetahuan tiga pilar kehidupan bahagia.
INISIATOR: Pendiri sekaligus CEO platform Catatan Psikologi Jainal Ilmi berbagi pengetahuan tiga pilar kehidupan bahagia.

Dapati 30 Persen Peserta dalam Kategori Kritis

MEDIO 2017, ingatan Jainal Ilmi selalu kembali pada sebuah kamar kos sederhana di kawasan Tlogomas. Di ruangan itulah, di sela menumpuknya buku teori psikologi dan draft tugas kuliah, ia mulai merancang sesuatu yang bahkan tak pernah ia bayangkan bakal tumbuh sebesar sekarang.

Saat mahasiswa lain berkutat pada tugas, organisasi, atau rencana liburan pendek, Jai memilih menghabiskan waktu berlebihnya dengan membuat konten edukasi tentang kesehatan mental di Instagram. Tidak ada tim. Tidak ada alat profesional. Hanya ponsel, laptop tua, dan tekad yang membuatnya betah duduk berjam-jam.

Setiap pulang kuliah, membuka layar laptop. Membaca ulang materi psikologi yang ia dapat di kelas lalu menerjemahkannya menjadi tulisan ringkas yang mudah dipahami. Malam hari dipakai untuk mengedit visual, menyusun jadwal unggahan, hingga menjawab komentar satu per satu dari para pengikut akun Catatan Psikologi.

Delapan tahun lalu, jumlah pengikutnya baru 12 ribu. Angka yang pada masa itu sudah terasa besar bagi seorang mahasiswa yang bekerja sendirian. Alumnus UMM itu tidak punya ambisi apa pun, selain mencoba mempraktikkan ilmu yang dipelajarinya agar lebih banyak orang memahami isu kesehatan mental.

Hari ini, angka itu melonjak menjadi 43 ribu pengikut. Catatan Psikologi tidak lagi sekadar akun media sosial, tetapi telah bertransformasi menjadi platform layanan psikologi dengan jangkauan luas. ”Selain Instagram, kini ada website, layanan konseling, tes psikologi, hingga kerja sama dengan perusahaan dan lembaga pendidikan di berbagai kota,” jelas dia.

Dari Malang, jaringannya merentang ke Surabaya, Jogjakarta, Jakarta, hingga Banjarmasin. Mereka menghadirkan layanan layaknya klinik psikologi digital yang bisa diakses dari banyak tempat dengan tim konselor yang tersebar di 10 kota. Jai masih ingat persis alasan awal ia memulainya.

Sebuah kegiatan mahasiswa internasional di Malaysia yang mempertemukannya dengan seseorang yang memiliki platform dakwah sederhana. Pertemuan singkat itu memberikan inspirasi jika orang lain bisa membuat gerakan dari hal kecil, kenapa ia tidak mencoba hal serupa di bidang yang menjadi keahliannya.

Ide itu terus tumbuh, dan sejak saat itu Catatan Psikologi berjalan pelan tapi pasti. Yang tak pernah ia prediksi adalah dampak dari layanan curhat online gratis yang dibuka sejak 2022. Program itu awalnya dibuat sebagai wadah bagi anak muda yang ingin berbicara tanpa takut dihakimi.

Ternyata responsnya luar biasa. Sudah delapan batch berjalan dan ribuan orang terlibat. Kebanyakan datang dengan keluhan khas generasi masa kini. krisis identitas, rasa tidak percaya diri, bingung menghadapi kehidupan setelah lulus kuliah, hingga stres akademik seperti skripsi yang tak kunjung selesai.

Namun dari ratusan cerita yang masuk, tidak sedikit pula yang datang dengan kondisi jauh lebih serius. Ada yang sedang berada di titik nadir, merasa hidup tidak lagi memiliki arah, bahkan sudah memikirkan kemungkinan mengakhiri hidup. ”Sekitar 30 persen peserta berada dalam kategori kritis,” beber Jai.

Situasi tersebut menjadi tantangan berat bagi konselor yang harus menangani semuanya secara daring. Tanpa bisa bertemu langsung, konselor hanya mengandalkan suara dan kalimat yang dikirim lewat voice note. Tahapan pertama selalu dimulai dengan membantu pasien menenangkan tubuh, agar pikiran tidak semakin kacau.

Setelah itu, emosi mereka divalidasi, tanpa penghakiman, tanpa koreksi terburu-buru. Barulah pada tahap akhir, pelan-pelan mereka diajak mempertimbangkan kembali arah hidup dan risiko dari keputusan impulsif yang ingin diambil. Prosesnya tidak selalu mudah.

Malam yang panjang, percakapan yang penuh kecemasan, dan keputusan-keputusan genting menjadi bagian dari rutinitas. Namun hingga kini, semua pasien kritis berhasil kembali meredakan niat berbahaya itu.

Perkembangan Catatan Psikologi membuat Jai memahami bahwa kerja sosial membutuhkan penyangga. Ia dan tim perlu memastikan bahwa platform bisa tetap hidup, berkembang, dan memberi dampak. Maka sejak beberapa tahun terakhir, fokusnya bergerak ke layanan profesional bagi dunia usaha dan pendidikan.

Mereka menyediakan tes psikologi untuk karyawan, kelas peningkatan kepercayaan diri, hingga pelatihan kesehatan mental yang belakangan semakin dibutuhkan banyak institusi. Meski begitu, misi sosialnya tidak pernah ditinggalkan.

Jai masih rutin berbagi ilmu kepada mahasiswa psikologi, terutama adik tingkatnya dulu.  Baginya, teori di kelas tidak akan lengkap tanpa pengalaman nyata di lapangan.
Komunitas Catatan Psikologi di Telegram kini berisi sekitar 800 orang.

Di ruang virtual itu, mereka saling bertukar cerita, berdiskusi, dan mempelajari isu-isu psikologi dari sudut pandang yang lebih manusiawi. Jai yang kini berdomisili di Jakarta tetap mengisi kelas daring, memastikan gagasan awal yang ia rintis di kamar kos dulu tetap hidup. (*/adn)

Editor : A. Nugroho
#kesehatan mental #ceo #Psikologi #malang