Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Rizky Surya Dimansyah, Kitman Unggul FC yang Menjadi Official Timnas Futsal U-16

Aditya Novrian • Selasa, 13 Januari 2026 | 09:51 WIB
TELATEN: Rizky Surya Dimansyah menunjukkan set jersey pemain dan penjaga gawang yang akan digunakan Timnas Futsal U-16 di AFF 2025.
TELATEN: Rizky Surya Dimansyah menunjukkan set jersey pemain dan penjaga gawang yang akan digunakan Timnas Futsal U-16 di AFF 2025.

Jadwal Padat, Pakai Laundry Express di Thailand

 

PAGI di Jakarta belum sepenuhnya terang, namun Rizky Surya Dimansyah sudah terjaga. Di hotel tempat Timnas Futsal U-16 menginap, ia memeriksa satu per satu tas berisi jersey, t-shirt latihan, hingga perlengkapan kecil yang kerap luput dari perhatian.

Matras, karet peregangan, dan sepatu cadangan harus dipastikan ikut terbawa. Jika latihan dijadwalkan pukul 08.00, pria yang akrab disapa Kiki itu harus berangkat lebih dulu sebelum para pemain menyusul.

Beberapa bulan lalu, rutinitas semacam itu tak pernah terlintas di benaknya. Tawaran menjadi kitman Timnas Futsal U-16 datang begitu saja seperti obrolan ringan. Ajakan itu disampaikan Abdul Manan, eks pelatih fisik Unggul FC Malang yang juga bertugas sebagai pelatih fisik timnas.

Kiki mengiyakan tanpa ekspektasi berlebihan. Ia menganggapnya sekadar kesempatan membantu tidak lebih.

Namun, rekomendasi tersebut rupanya berbuah nyata. Federasi Futsal Indonesia menerima usulan Manan. Pada November 2025, nama Kiki resmi tercantum sebagai official Timnas Futsal Putra U-16.

Pengumuman itu datang di akhir putaran pertama Pro Futsal League 2025/2026. Kaget, tentu saja. Tapi rasa kaget itu segera berganti semangat. Ini kali pertama ia mengenakan atribut tim nasional, meski berada di balik layar.

Akhir November, Kiki mengikuti training center selama 20 hari di Jakarta. Secara tugas, pekerjaannya tak jauh berbeda dengan perannya di Unggul FC. Ia bertanggung jawab menyiapkan kebutuhan pemain. Namun, tantangannya berbeda. Di timnas, hotel dan lapangan latihan terpisah cukup jauh.

”Kalau di Unggul FC kan satu gedung. Di timnas, saya harus menyiapkan barang di hotel, lalu membawanya ke tempat latihan yang jaraknya bisa 30 menit sampai satu jam,” ujarnya. Hari-hari awal dihabiskan untuk beradaptasi. Lingkungan baru, wajah-wajah baru, dan ritme kerja yang lebih ketat menuntut ketelitian ekstra.

Kiki harus memastikan tak ada satu pun barang yang tertinggal. Untuk meringankan beban pagi hari, semua perlengkapan dirapikan sejak malam. Setidaknya butuh setengah jam agar semuanya siap dibawa keesokan harinya.

Rutinitas itu berlanjut saat tim bertolak ke Thailand pada 20–30 Desember lalu. Bahkan, jika ada pertandingan, jam kerjanya dimulai lebih dini. Kiki harus berangkat hingga empat jam sebelum laga dimulai.

Perjalanan dari hotel menuju Nonthaburi Stadium memakan waktu sekitar satu jam melalui jalan tol. Keterlambatan sedikit saja bisa berakibat fatal.

Selama 10 hari di Thailand, ada satu pengalaman yang tak mudah dilupakan. Biasanya, timnas mendapat fasilitas laundry jersey. Namun, jadwal padat membuat Timnas Futsal U-16 harus mengenakan jersey putih di dua laga beruntun melawan Vietnam pada 24 Desember dan Brunei Darussalam sehari berselang.

Laundry reguler membutuhkan waktu satu hari. Tak ingin mengambil risiko, Kiki memilih jalan lain. Ia mencari laundry express terdekat dan mencuci jersey sendiri. Perjalanan ke lokasi memakan waktu setengah jam.

”Untungnya di tempat self laundry itu ada petunjuk bahasa Inggris, jadi tidak full bahasa Thailand,” kenangnya sambil tertawa.

Menariknya, peran Kiki tak berhenti di urusan logistik. Latar belakangnya sebagai mantan penjaga gawang membuatnya ikut dilibatkan dalam sesi latihan. Dengan arahan pelatih kiper, ia membantu latihan passing, shooting, hingga simulasi skema tertentu. Perannya kecil, tapi cukup berarti untuk kelancaran sesi latihan.

Pengalaman itu terasa semakin lengkap ketika Timnas Futsal U-16 keluar sebagai juara ASEAN Boys Futsal Championship 2025. Dari balik layar, Kiki ikut merasakan euforia. Ada kebanggaan tersendiri melihat kerja keras tim terbayar, meski namanya tak tercantum di papan skor.

”Saya banyak belajar, terutama soal profesionalisme di level internasional,” katanya. Keikutsertaannya sebagai official timnas justru memunculkan candu baru. Kiki berharap bisa kembali menjadi bagian dari skuad Garuda Futsal U-17 yang dijadwalkan mengikuti turnamen internasional di Spanyol, Juni mendatang.

Harapannya sederhana, jadwal itu tidak berbenturan dengan babak playoff Pro Futsal League. Sehingga ia bisa menjalani keduanya.

Bagi Kiki, perjalanan sebagai kitman timnas bukan sekadar soal mengangkut jersey dan perlengkapan. Di balik rutinitas yang nyaris tak terlihat, ada cerita tentang kerja sunyi yang ikut mengantar mimpi Garuda terbang lebih tinggi. (*/adn)

Editor : Aditya Novrian
#unggul fc malang #Thailand #malang #timnas futsal