Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengenang Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro, sang Tukang Jagal yang Humoris

Aditya Novrian • Minggu, 18 Januari 2026 | 21:06 WIB

Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro ketika mendampingi latihan tim beberapa waktu lalu. (Darmono/Radar Malang)
Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro ketika mendampingi latihan tim beberapa waktu lalu. (Darmono/Radar Malang)

MALANG - Berpulangnya Asisten Arema FC Kuncoro pada Minggu (18/1) meninggalkan kesan mendalam. Kuncoro dikenal sebagai salah satu figur penting dalam sejarah Arema FC.

Pria kelahiran Malang, 7 Maret 1973 itu mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk sepak bola khususnya Arema FC. Dari pemain hingga pelatih, Kuncoro tumbuh bersama Singo Edan dan menjadi bagian dari denyut klub selama puluhan tahun.

Baca Juga: Kabar Duka, Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Tutup Usia

Karier sepak bola Kuncoro bermula sejak usia muda. Ia berkembang dari lingkungan sepak bola Malang sebelum akhirnya menembus tim utama Arema pada era Galatama. Berposisi sebagai gelandang bertahan dan bek, Kuncoro dikenal memiliki gaya bermain lugas, disiplin, dan pantang menyerah.

Gaya permainan itu membuat Kuncoro dijuluki Tukang Jagal. Meski demikian, ia bukan tipe pemain yang gemar mencari sorotan, namun kehadirannya kerap menjadi penyeimbang di dalam tim. Bersama Arema, Kuncoro mencatat salah satu pencapaian penting dalam kariernya saat ikut mengantarkan Singo Edan menjuarai Galatama musim 1992–1993.

Selain membela Arema, ia juga sempat memperkuat beberapa klub di kompetisi nasional. Namun, Arema selalu menjadi tempat yang paling lekat dengan perjalanan kariernya, baik sebagai pemain maupun setelah gantung sepatu.

Baca Juga: Kuncoro Berbagi Kisah Arema Juara Galatama, Ada 3 Rahasianya

Usai pensiun sebagai pesepak bola, Kuncoro tetap memilih bertahan di dunia sepak bola. Ia menempuh jalur kepelatihan dengan mengikuti kursus dan mengantongi lisensi, sebelum kembali dipercaya masuk dalam jajaran tim pelatih Arema FC. Perannya sebagai asisten pelatih dijalani dalam berbagai periode kepelatihan, mendampingi sejumlah pelatih kepala dengan karakter dan filosofi yang berbeda.

Dalam keseharian di lapangan, Kuncoro dikenal sebagai sosok yang tenang namun tegas. Ia memiliki kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan pemain. D

i luar keseriusannya saat latihan, Kuncoro juga dikenal humoris. Candaan-candaan ringan kerap ia lontarkan untuk mencairkan suasana, terutama ketika tim berada dalam tekanan. Sikap itulah yang membuatnya dekat dengan pemain, baik senior maupun pemain muda.

Baca Juga: Kuncoro Kejar Lisensi, Pelajari Sepak Bola Modern

Kepercayaan manajemen Arema terhadap Kuncoro juga terlihat ketika ia beberapa kali ditunjuk sebagai pelatih caretaker. Dalam masa-masa transisi tersebut, Kuncoro berperan menjaga stabilitas tim, memastikan suasana ruang ganti tetap kondusif, serta mempertahankan identitas permainan Arema. Meski hanya bersifat sementara, tugas itu dijalaninya dengan penuh tanggung jawab.

Di mata Aremania, Kuncoro bukan sekadar mantan pemain atau pelatih. Ia adalah simbol loyalitas dan pengabdian. Sosok sederhana, rendah hati, dan penuh dedikasi, yang bekerja tanpa banyak bicara. Humor, kedekatan dengan pemain, serta kesetiaannya kepada Arema menjadikan nama Kuncoro selalu mendapat tempat tersendiri dalam sejarah Singo Edan. (*)

Editor : Aditya Novrian