RADAR MALANG – Kota Malang berduka atas kepergian sosok purnawirawan polisi legendaris, Kompol Miran yang mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (9/07/2023).
Pria kelahiran Magetan, 21 Maret 1944 ini dikenal sebagai figur polisi yang sangat tegas, jujur, dan tidak pernah pandang bulu dalam menjalankan tugas.
Baca Juga: Masih Bingung Cari Tempat Liburan? Ini 4 Wisata di Malang yang Bisa Jadi Pilihan
Selama masa dinasnya yang dimulai sejak 1 Juli 1964 hingga pensiun pada 1 April 1999, Miran menjadi momok bagi pelanggar aturan lalu lintas.
Mengendarai mobil Toyota Kijang dan memegang pentungan, kehadirannya cukup untuk membuat pelaku balap liar hingga preman lari tunggang langgang.
Ketegasan Miran bahkan membuat Wali Kota Malang periode 1988-1998, Soesamto, menaruh hormat yang sangat tinggi.
Baca Juga: Kaki Sering Kesemutan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Soesamto pernah berujar bahwa "pemilik jalan" sebenarnya adalah Miran, dan sang Wali Kota lebih memilih memutar jalan ketika jalur yang akan dilaluinya ditutup oleh Miran demi tugas ketertiban.
Di balik seragamnya yang disegani, Miran adalah pribadi yang bersih dan tidak pernah mau menerima suap dalam bentuk apa pun.
Reputasinya sebagai polisi yang tak mempan dibacok preman di Pasar Besar semakin mengukuhkan namanya sebagai ikon keamanan masyarakat di era 1970-an hingga 1990-an.
Kedisiplinan tinggi yang ia terapkan di lapangan juga ia bawa ke dalam lingkungan keluarga di rumahnya di Jalan Simpang Kepuh.
Ia mengajarkan ketiga anaknya untuk bekerja keras tanpa paksaan untuk mengikuti jejak kariernya sebagai polisi.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Dewa Run Mojokerjo 2026 Siap Digelar pada 24 Mei
Berkat didikan keras dan kejujuran tersebut, anak-anak Miran sukses meraih profesi impian mereka sebagai ASN, perbankan, hingga dokter spesialis kandungan.
Kepergiannya akibat dugaan serangan jantung meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan seluruh warga yang merindukan sosok polisi berintegritas.
Baca Juga: Jangan Pulang Tangan Kosong, Ini 3 Toko Oleh-oleh Lengkap di Kota Malang
Kini, masyarakat Malang hanya bisa mengenang "tongkat sakti" dan ketegasan Miran sebagai bagian dari sejarah indah penegakan hukum.
Warisan kejujurannya akan selalu menjadi standar moral bagi generasi kepolisian di masa depan.
Editor : Aditya Novrian