RADAR MALANG – Atlet modern pentathlon asal Kabupaten Malang, Steven Abrian Pamaluang, berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia pada Asian Modern Pentathlon Championships 2026. Prestasi tersebut diraih meski dirinya masih minim pengalaman di nomor anggar dan obstacle yang baru ditekuninya dalam beberapa bulan terakhir.
Medali perunggu itu diraih Steven bersama tim Indonesia U-19 putra pada kejuaraan yang berlangsung pada 11–16 Mei lalu. Sebelum berangkat, siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lawang tersebut bahkan menambah porsi latihan dengan mengikuti sesi privat anggar demi menutup kekurangan pada nomor yang menjadi kelemahannya.
Anggar dan Obstacle Jadi Tantangan Terbesar
Nomor anggar dan obstacle menjadi tantangan utama bagi Steven sepanjang persiapan menuju kejuaraan Asia. Berbeda dengan renang, menembak, dan laser run yang sudah lama dikuasainya, dua nomor tersebut tergolong baru dalam perjalanan kariernya di modern pentathlon.
Sejak menekuni olahraga ini pada 2024, Steven lebih banyak meraih prestasi pada nomor laser run, biathle, maupun triathle. Sementara nomor anggar dan obstacle baru dipertandingkan secara penuh pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Modern Pentathlon 2026.
Untuk mengejar ketertinggalan, Steven memanfaatkan waktu sebelum pemusatan latihan nasional dengan mengikuti latihan privat anggar sebanyak empat kali.
"Karena tidak ada dasar sama sekali, saya menyempatkan latihan privat empat kali dengan pelatih anggar," ujarnya.
Selain berlatih bersama pelatih nasional selama training camp di Jogjakarta, Steven juga memperkuat kemampuan obstacle melalui latihan fisik dan gym. Dia beberapa kali berlatih menggunakan lintasan obstacle milik Ketua Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Jawa Timur di Karangpilang, Surabaya.
Lolos Final Meski Bersaing dengan Atlet Delapan Negara
Persiapan intensif tersebut mulai membuahkan hasil saat babak kualifikasi. Steven harus bersaing dengan atlet-atlet dari Kazakhstan, China Taipei, India, Kyrgyzstan, Uzbekistan, Singapura, Thailand, dan Indonesia.
Pada babak kualifikasi yang berlangsung 13 Mei, dia menempati posisi ke-12 dari 22 peserta. Hasil tersebut cukup untuk mengamankan tiket final sekaligus menempatkannya sebagai atlet Indonesia peringkat ketiga.
Namun tantangan belum berakhir. Sehari sebelum final, kondisi kesehatannya menurun akibat flu yang disertai batuk, pilek, dan radang tenggorokan.
Meski belum pulih sepenuhnya, Steven tetap memutuskan tampil. Dia memilih memaksimalkan perolehan poin pada nomor obstacle dan renang yang dinilai masih bisa menjadi andalan.
Bangkit Setelah Terpuruk di Nomor Anggar
Final diawali dengan nomor anggar. Steven harus menghadapi lawan-lawan yang lebih berpengalaman sehingga perolehan poinnya belum maksimal dan membuat posisinya berada di papan bawah klasemen sementara.
Momentum kebangkitan datang saat nomor obstacle. Atlet asal Lawang itu mampu menyelesaikan lintasan dengan catatan waktu 29 detik dan mulai mendongkrak posisi Indonesia.
Performa positif berlanjut di nomor renang 100 meter. Steven mencatatkan waktu 58 detik dan masuk empat besar tercepat pada nomor tersebut.
"Saya saat itu bisa mencapai posisi keempat perolehan waktu dengan mencatatkan waktu 58 detik," ungkapnya.
Tambahan poin dari obstacle dan renang membuat kepercayaan dirinya meningkat saat memasuki nomor penentuan, yakni laser run.
Sumbang Medali Perunggu untuk Indonesia
Pada nomor laser run, Steven tampil kompetitif dan sempat menyalip beberapa atlet pada putaran awal. Persaingan semakin ketat menjelang finis, terutama saat berebut posisi dengan atlet India dan rekan setimnya sendiri.
Meski sempat kehilangan beberapa detik akibat kesalahan pada sesi tembakan terakhir, dia tetap mampu menuntaskan lomba di posisi keenam pada nomor laser run.
Secara individu, Steven menutup kejuaraan di peringkat ke-13. Namun kontribusinya membantu Indonesia meraih medali perunggu kategori tim putra U-19.
Kontingen Merah Putih finis di belakang Kazakhstan yang menjadi juara dan China Taipei yang menempati posisi kedua.
Bagi Steven, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus berkembang. Apalagi dirinya masih merasa memiliki ruang perbaikan yang cukup besar, terutama pada nomor anggar dan obstacle.
Baca Juga: Status Aset Belum Tuntas, DPRD Kota Malang Desak Pemkot Segera Bereskan Pengelolaan Velodrome
"Saya di tim Indonesia masih peringkat ketiga. Jadi saya perlu memperbaiki perolehan waktu dan poin di anggar maupun obstacle," tegas peraih sembilan medali pada Kejurprov Jatim 2026 tersebut.
Usai kembali ke Malang, Steven memilih beristirahat beberapa hari sebelum kembali menjalani latihan. Target berikutnya sudah menanti, yakni tampil pada ajang PON Pantai 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Editor : Aditya Novrian