Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dari Dancer DBL hingga Terbang ke Amerika, Pebasket Muda Asal Malang Hannah Harshita Tempuh Jalan Panjang Menuju DBL All-Star 2026

Aditya Novrian • Selasa, 9 Juni 2026 | 16:00 WIB
Hannah Harshita berusaha mengecoh lawan dalam laga DBL Indonesia pada Mei lalu. (Dokumen Hannah Harshita)
Hannah Harshita berusaha mengecoh lawan dalam laga DBL Indonesia pada Mei lalu. (Dokumen Hannah Harshita)

RADAR MALANG - Sehari latihan hingga empat jam kini menjadi rutinitas yang dijalani Hannah Harshita. Semua dilakukan demi mempersiapkan diri menghadapi pengalaman terbesar dalam karier basketnya sejauh ini: menjadi bagian dari Skuad DBL Indonesia All-Star 2026 yang akan bertolak ke Amerika Serikat bulan depan.

Pebasket berusia 16 tahun asal Malang itu menjadi satu dari 12 pemain pelajar terbaik Indonesia yang terpilih mengikuti program DBL Indonesia All-Star 2026. Selama sembilan hari, mulai 22 hingga 30 Juli mendatang, Hannah bersama rekan-rekannya akan belajar, berlatih, dan bertanding langsung di negara yang menjadi kiblat basket dunia.

Bagi siswi SMA Kolese Santo Yusup (Kosayu) Malang tersebut, kesempatan itu merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

Baca Juga: Bikin Penasaran, Ini Cerita Relawan Asal Malang yang Enam Bulan Bertahan Menangani Bencana di Aceh

Persiapan Menuju Amerika Serikat Ditingkatkan

Menjelang keberangkatan, Hannah meningkatkan porsi latihan secara signifikan. Pagi hari diisi dengan latihan fisik untuk memperkuat daya tahan tubuh. Sementara sore hari digunakan untuk mengasah teknik dan kemampuan bermain di lapangan.

Total waktu latihan yang dijalaninya kini mencapai sekitar empat jam setiap hari. Fokus utamanya adalah menyesuaikan kondisi fisik agar mampu mengikuti intensitas latihan dan pertandingan selama berada di Amerika Serikat.

Selain itu, Hannah juga memperkaya variasi permainan dengan mempelajari berbagai gerakan baru yang dapat digunakan saat menyerang maupun bertahan.

“Sekalian untuk persiapan DBL musim depan juga,” ujarnya.

Baca Juga: Baru Belajar Anggar, Atlet Pentathlon Asal Malang Steven Abrian Langsung Raih Medali Perunggu Tingkat Asia

Berawal dari Menemani Sang Kakak Berlatih Basket

Kecintaan Hannah terhadap basket tumbuh sejak kelas III sekolah dasar. Awalnya, ia hanya menemani sang kakak laki-laki, Benjamin Archie, yang aktif mengikuti latihan dan turnamen basket antarsekolah.

Dari kebiasaan duduk di pinggir lapangan itulah ketertarikannya terhadap olahraga bola basket mulai tumbuh. Seiring waktu, hobi tersebut berkembang menjadi aktivitas yang ditekuninya secara serius.

Menurut Hannah, basket memiliki daya tarik tersendiri karena menuntut pemain berpikir cepat dalam mengambil keputusan. Situasi pertandingan yang dinamis dan sulit diprediksi menjadi tantangan yang paling ia sukai.

Sempat Terhenti karena Pandemi Covid-19

Perjalanan Hannah tidak selalu berjalan mulus. Pandemi Covid-19 sempat menghentikan aktivitas latihannya dalam waktu cukup lama.

Ia baru kembali berlatih secara intensif saat duduk di bangku kelas IX SMP. Sejak saat itu, prestasinya terus meningkat melalui berbagai kompetisi berjenjang.

Mulai dari Perbasi Cup tingkat kota, Popda, Porprov, Kejurprov, hingga akhirnya menembus ajang nasional melalui Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).

Baca Juga: Jejak Terminal Bus Pertama Kota Malang yang Tergerus Zaman

Dari Dancer DBL Menjadi Pemain All-Star Indonesia

Menariknya, sebelum dikenal sebagai pebasket, Hannah lebih dulu tampil dalam ajang DBL sebagai anggota tim dance sekolah.

Pada musim DBL 2024-2025, ia bersama tim SMA Kolese Santo Yusup Malang mengikuti DBL Dance Competition. Namun hanya setahun berselang, perannya berubah total.

“Setahun setelahnya baru debut di DBL Basketball Girls dan akhir 2025 lalu aku ikut lomba internasional Seaba Qualifiers U16 2025, FIBA Asia Cup U16, dan ASEAN School Games 2025,” ungkap pemain yang berposisi sebagai power forward tersebut.

Pengalaman tampil di level internasional menjadi salah satu titik penting dalam perkembangan kariernya. Hannah berhadapan dengan pemain-pemain dari berbagai negara yang memiliki karakter permainan berbeda dan kemampuan teknik yang lebih beragam.

Baca Juga: Dari Kursi Dokter Gigi hingga Delapan Klinik: Perjalanan drg Meilia Aquina Hakim Sp PM MMRs Membangun Bisnis dan Mengabdi sebagai Dosen

Lolos Seleksi Ketat DBL Camp 2026

Kerja keras yang dijalani selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil saat Hannah mengikuti DBL Camp 2026 di Jakarta pada 27 April hingga 3 Mei lalu.

Dalam ajang tersebut, ia bersaing dengan ratusan pebasket pelajar terbaik dari seluruh Indonesia. Seleksi berlangsung ketat karena hanya segelintir pemain yang berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.

Hannah akhirnya terpilih sebagai Favorit Campers Girls Kopi Good Day DBL Camp 2026 dan masuk jajaran Top 24 pemain terbaik nasional.

Prestasi tersebut sekaligus mengantarkannya masuk dalam Skuad DBL Indonesia All-Star 2026.

Kini, setiap sesi latihan yang dijalaninya menjadi bagian dari persiapan menuju panggung yang lebih besar. Dari lapangan basket di Kota Malang, Hannah Harshita bersiap membawa nama Indonesia untuk belajar dan bertanding di Amerika Serikat, negeri yang menjadi pusat perkembangan basket dunia.

Editor : Aditya Novrian
#Hannah Harshita #DBL Indonesia All-Star 2026 #pebasket Malang #DBL Camp 2026 #Kosayu Malang