MALANG, RADAR MALANG – Atlet sepatu roda Kabupaten Malang Rain Anggia Yasmin Syahira memborong tiga medali emas pada Jakarta International Roller Skate Competition 2026. Prestasi itu diraih setelah atlet berusia 15 tahun tersebut mampu mengatasi tekanan lawan yang bertanding dengan strategi tim, sementara dirinya harus berjuang seorang diri di salah satu nomor paling bergengsi.
Keberhasilan tersebut diraih Yasmin pada nomor 5.000 Meter Eliminasi, 5.000 Meter Point to Point (PTP), dan Team Relay 1.800 Meter. Torehan itu sekaligus menjadi modal berharga bagi atlet asal Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, tersebut sebelum menghadapi Jatim Open 2026 yang akan berlangsung di Stadion Kanjuruhan pada pertengahan Juli mendatang.
Latihan hingga Tujuh Jam Sehari Jadi Kunci Sukses
Kesuksesan Yasmin tidak diraih secara instan. Dalam dua pekan menjelang kejuaraan, siswi SMA Negeri 10 Malang itu menjalani program latihan dengan intensitas tinggi.
Setiap pagi sejak pukul 05.00, Yasmin berlari selama dua hingga tiga jam di sekitar kawasan tempat tinggalnya. Ketika tidak berlari, dia mengganti sesi latihan dengan berolahraga di pusat kebugaran untuk memperkuat otot kaki. Selepas sekolah, latihan berlanjut di lintasan sepatu roda untuk menjaga kecepatan dan daya tahan.
Pada pekan pertama persiapan, total durasi latihan mencapai tujuh jam per hari selama enam hari. Intensitas tersebut kemudian diturunkan pada pekan kedua agar kondisi fisik tetap prima saat bertanding.
“Pekan pertama memang fokus latihan berat. Pekan kedua intensitasnya diturunkan supaya otot tidak overwork dan kondisi tetap fit saat lomba,” ujarnya.
Menang Seorang Diri di Tengah Kepungan Lawan
Tantangan terberat Yasmin terjadi pada nomor 5.000 Meter Eliminasi. Di nomor tersebut, dirinya menjadi satu-satunya atlet dari timnya yang turun bertanding, sementara sebagian besar klub lain menurunkan dua hingga lima atlet.
Situasi itu membuat lawan memiliki keuntungan karena dapat bekerja sama menjaga posisi dan mengatur ritme perlombaan. Sebaliknya, Yasmin harus menghadapi seluruh tekanan tersebut seorang diri selama 25 lap.
“Di kategori Eliminasi, saya hanya turun sendiri. Sementara semua klub lain menurunkan dua sampai lima atlet,” ungkapnya.
Yasmin menyadari dirinya akan menjadi sasaran utama lawan. Karena itu, dia memilih bermain aman pada sepertiga awal perlombaan sambil menjaga posisi di empat besar agar tidak tereliminasi.
Sepanjang balapan, dia juga harus menghadapi berbagai kontak fisik dan upaya lawan untuk mengganggu ritmenya. Namun, Yasmin memilih membalas dengan strategi yang lebih efektif.
Dia beberapa kali masuk ke dalam formasi lawan, kemudian melakukan overtake untuk mengacaukan pola kerja sama yang sudah dibangun. Dalam beberapa momen, dirinya bahkan sengaja memimpin rombongan untuk mengatur tempo balapan.
Strategi tersebut terbukti efektif. Saat memasuki lima lap terakhir, Yasmin meningkatkan kecepatan dan berhasil meninggalkan para pesaingnya hingga finis di posisi pertama.
“Strategi saya berhasil karena kondisi fisik lawan lebih banyak terkuras untuk menjaga saya,” katanya.
Tiga Emas dan Bekal Menuju Jatim Open 2026
Kepercayaan diri Yasmin semakin meningkat setelah meraih emas pertama. Pada nomor Point to Point, dia tampil lebih dominan karena hanya menghadapi dua pesaing utama.
Sementara pada nomor Team Relay 1.800 Meter, tantangan kembali muncul ketika salah satu rekan setimnya mengalami cedera akibat terjatuh. Kondisi tersebut sempat membuat posisi timnya terancam disalip lawan.
Beruntung, Yasmin yang dipercaya menjadi pelari terakhir mampu menjaga kecepatan dan membawa timnya finis di posisi terdepan.
Baca Juga: Akademisi Sarankan Rute Baru Bus Trans Jatim lewat Terminal Arjosari
Menurutnya, pengalaman menghadapi atlet-atlet dari berbagai daerah dan negara memberikan keuntungan tersendiri untuk kompetisi berikutnya.
“Pengalaman menghadapi lawan itu sangat berguna. Saya jadi tahu karakter mereka dan bisa memanfaatkan kelemahan yang dimiliki saat bertemu lagi di kejuaraan berikutnya,” jelas atlet Sepatu Roda Kabupaten Malang tersebut.
Meski sukses membawa pulang tiga medali emas internasional, Yasmin belum ingin berpuas diri. Dia kini kembali fokus menjalani latihan untuk menghadapi Jatim Open 2026 yang akan digelar di Stadion Kanjuruhan dan diperkirakan menjadi salah satu ajang sepatu roda terbesar di Jawa Timur tahun ini.
Editor : Aditya Novrian