Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penantian Setahun Berakhir, Atlet Paralayang Kota Batu Galuh Ade Pristanto Rebut Emas IPAC 2025

M. Affan Fauzan • Kamis, 18 Juni 2026 | 17:37 WIB
Atlet Paralayang Kota Batu Galuh Ade Pristanto (tengah) meraih juara 1 kategori overall dalam ajang IPAC Series 1 2026 di Bukit Sultan, Paser, Kalimantan Timur, 4-7 Juni lalu. (Galuh Ade Pristanto)
Atlet Paralayang Kota Batu Galuh Ade Pristanto (tengah) meraih juara 1 kategori overall dalam ajang IPAC Series 1 2026 di Bukit Sultan, Paser, Kalimantan Timur, 4-7 Juni lalu. (Galuh Ade Pristanto)

RADAR MALANG – Penantian panjang Galuh Ade Pristanto untuk berdiri di podium tertinggi akhirnya terbayar. Atlet paralayang asal Kota Batu itu sukses meraih medali emas nomor individu pada Indonesia Paragliding Accuracy Championship (IPAC) Series 1 2025 setelah sebelumnya berkali-kali harus puas finis di posisi kedua dan ketiga.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Galuh. Sebab, selama ini medali emas yang pernah diraihnya hanya datang dari nomor beregu. Kali ini, dia berhasil membuktikan kemampuannya dengan menjadi yang terbaik pada nomor individu sekaligus memperbesar peluang menembus jajaran atlet nasional menuju SEA Games.

Latihan Intensif Demi Pecah Telur di Nomor Individu

Kesuksesan Galuh tidak diraih secara instan. Setelah gagal memenuhi target pada IPAC tahun lalu, atlet berusia 23 tahun itu meningkatkan intensitas latihan sekitar sebulan sebelum kejuaraan berlangsung.

Hampir setiap hari dia menjalani tiga hingga delapan ronde penerbangan untuk mengasah ketepatan mendarat. Kesempatan berlatih itu didukung pekerjaannya sebagai pilot tandem wisata paralayang di Kota Batu.

Baca Juga: Dinilai Pelatih Berpengalaman Women's NBA, Mey Putri Diana Tembus DBL All-Star Terbang ke Amerika Serikat

Di sela menunggu wisatawan, Galuh memanfaatkan waktu untuk terus mengasah kemampuan landing, aspek yang menjadi penilaian utama dalam nomor ketepatan mendarat.

Bagi Galuh, IPAC bukan sekadar berburu gelar juara. Kejuaraan kategori 2 tersebut juga menjadi kesempatan menambah poin untuk mendongkrak peringkat nasional maupun internasional. Saat ini dia masih berada di posisi ke-15 nasional dan menargetkan masuk jajaran atlet terbaik Indonesia.

Arena Sulit dengan Turbulensi Angin

IPAC Series 1 2025 berlangsung di Bukit Sultan, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada 4–7 Juni lalu. Arena tersebut memiliki karakter berbeda dibanding lokasi latihan Galuh di Kota Batu.

Area pendaratan relatif sempit dan dikelilingi perkebunan kelapa sawit yang memicu turbulensi angin dari berbagai arah.

"Sementara di sekeliling landing itu area sawit. Kondisi geografis ini memicu adanya turbulensi angin yang arahnya tidak menentu," ungkap Galuh.

Meski demikian, kondisi tersebut bukan hal baru baginya. Selama berlatih di Kota Batu, dia juga terbiasa menghadapi turbulensi akibat kontur hutan maupun rumpun bambu di sekitar area pendaratan.

Sempat Gagal di Ronde Terakhir, Tetap Jadi Juara

Pada kejuaraan tersebut, Galuh turun di tiga kategori sekaligus, yakni overall, U-26, dan beregu. Seluruh kategori dihitung berdasarkan akumulasi poin dari 12 ronde penerbangan.

Sejak ronde awal, penampilannya cukup konsisten. Berkali-kali dia mencatat rata-rata dua poin dalam setiap pendaratan. Dalam nomor accuracy landing, semakin kecil poin yang diperoleh, semakin besar peluang menjadi juara.

Persaingan berlangsung sangat ketat. Hingga pertengahan lomba, Galuh masih berada di kisaran lima hingga tujuh besar sebelum perlahan naik ke posisi terdepan.

Drama terjadi pada ronde terakhir. Embusan angin kencang membuatnya gagal mendarat di landing pad sehingga menerima penalti maksimal sebesar 200 poin.

Baca Juga: Borong Tiga Emas di Jakarta International Roller Skate Competition 2026, Atlet Sepatu Roda Kabupaten Malang Ini Kalahkan Strategi Tim Lawan Seorang Diri

"Saat itu saya sempat skeptis karena gagal mendapatkan poin di ronde terakhir dan jarak dengan pesaing lain sangat ketat," ujarnya.

Namun, akumulasi poin yang telah dikumpulkan sejak ronde sebelumnya masih cukup mengantarkan Galuh menjadi juara kategori overall sekaligus U-26. Kontribusinya juga membawa tim Kota Batu finis di posisi ketiga nomor beregu.

Bidik Seleksi Tim Indonesia Menuju SEA Games

Meski berhasil meraih gelar individu pertamanya di IPAC, Galuh belum ingin cepat berpuas diri.

Dia kini membidik target yang lebih tinggi, yakni menembus enam besar peringkat nasional. Posisi tersebut akan membuka peluang baginya mengikuti seleksi Tim Indonesia untuk ajang SEA Games tahun depan.

Bagi Galuh, medali emas di Paser bukanlah garis akhir, melainkan langkah awal untuk mewujudkan mimpi mengenakan seragam Merah Putih di level internasional.

Editor : Aditya Novrian
#Galuh Ade Pristanto #IPAC 2025 #Paralayang Kota Batu #Indonesia Paragliding Accuracy Championship #Sea games