Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sempat Dituding Pakai AI, Studio Lokal dari Kota Malang ini Berhasil Menembus 5 Besar Sayembara Logo HUT Ke-81 RI  

Nabila Amelia • Senin, 29 Juni 2026 | 14:33 WIB
WAKILI MALANG: Para personel Pola Circa Studio menceritakan perjuangannya masuk lima besar sayembara logo HUT ke-81 RI.
WAKILI MALANG: Para personel Pola Circa Studio menceritakan perjuangannya masuk lima besar sayembara logo HUT ke-81 RI.

 

Desainer grafis asal Kota Malang berhasil menembus lima besar sayembara logo HUT ke-81 RI. Sebelumnya, mereka bersaing dengan 128 studio dari berbagai penjuru di Indonesia.

NABILA AMELIA

BAGI kalangan desainer grafis, Hari Kemerdekaan Indonesia bukan sekadar momentum merah-putih yang berkibar di tiang-tiang kampung. Ia adalah kiblat kreativitas. Sebuah panggung sakral tempat ide-ide terbaik diuji untuk memeriahkan hari jadi melalui karya visual. Hasrat menggebu itulah yang bertahun-tahun dipendam oleh Pola Circa Studio.

Sejak mulai menancapkan taji pada 2020 silam, studio kreatif asal Malang ini bermimpi ikut andil dalam sayembara logo negara. Asa itu sempat membubung lima tahun kemudian, meski harus layu sebelum berkembang karena terjegal di tahap awal. Namun, kegagalan adalah guru yang tenang.

Tahun ini, takdir membawa mereka ke arena laga yang sesungguhnya. Pola Circa Studio berhasil melesat ke posisi lima besar nasional.

”Sebelum lolos ke lima besar, kami harus bersaing dengan 128 studio se-Indonesia,” ungkap Ahmad Rizkiawan, design lead Pola Circa Studi, Sabtu malam (27/6).

Untuk sampai ke posisi lima besar, Pola Circa Studio benar-benar melakukan persiapan yang jauh lebih matang. Termasuk menyuguhkan karya mereka untuk klien tingkat nasional. Salah satunya desain Mie Kober.

Dengan persiapan tersebut, proses interview tahap awal pada 17 Mei lalu, berlangsung lancar. Dua hari setelahnya, mereka dinyatakan lolos lima besar dan berkesempatan mengikuti sayembara logo. Selain dari Malang, ada finalis dari Padang, Batam, Surakarta, dan Bali.

Perjuangan yang sesungguhnya dimulai pada 19 Mei lalu. Normalnya untuk rangkaian pembuatan logo yang pernah dilakukan Pola Circa Studio berlangsung antara 3-6 bulan. Namun pada sayembara logo HUT RI ke-81, hanya berlangsung kurang dari sebulan.

Akibatnya, mereka harus kerja cepat. Mulai mencari konsep, membuat sketsa logo, menyusun narasi, hingga menyuguhkan desain final. Seluruh rangkaian itu melibatkan 8 personel Pola Circa Studio. Meski personel inti ada delapan orang, namun personel di studio yang jumlahnya 13 orang ikut andil dalam menyukseskan pembuatan logo.

Dalam penyusunan konsep, logo 81 yang dibuat Pola Circa Studio mengambil filosofi rotan. Sebab, rotan merupakan salah satu sumber daya unggulan dari Indonesia.

"Untuk diketahui, Indonesia merupakan rumah dari 350 jenis rotan. Selain itu, 70-80 persen pasokan rotan di dunia berasal dari Indonesia," ungkap Rizkiawan.

Terinspirasi dari karakter rotan dan prinsip anyaman, logo yang dibuat Pola Circa Studio memaknai ketangguhan dalam menghadapi perubahan, semangat gotong royong, serta kesetaraan. Itu untuk menggambarkan Indonesia sebagai bangsa yang bersatu, adaptif, dan terus bergerak maju. Agar memahami rotan, Rizkiawan sampai membeli rotan secara online. Rotan yang dibeli kemudian diamati dari sisi material hingga sempat direndam.

Setelah mematangkan konsep, tim kemudian membuat sketsa logo. Total ada sekitar 150 sketsa logo yang dibuat. Namun harus dipilih 3 sketsa logo untuk ditampilkan di hadapan tim kurator. Pada 29 Mei lalu, tim Pola Circa Studio yang terlibat sayembara logo melakukan sesi pemaparan bersama kurator. Pemaparan dilakukan secara daring. Para kurator terdiri atas Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) Pusat yang diwakili Ketua Umum Ritchie Ned Hansel dan Sekjen Muhammad Imaduddin.

Selain dari ADGI Pusat, ada pakar desain dan branding yakni Cita Tahir. Kemudian co-founder Studio Satu Collective Seto Witonoyo.

"Saat sesi pemaparan di hadapan kurator, pertanyaan yang paling mengena adalah apakah rotan benar-benar menggambarkan Indonesia?," kenang Rizkiawan.

Kemudian, para kurator juga membantu merumuskan satu logo. Dari 3 logo yang mereka buat, terpilih logo nomor 2. Gambaran logo itu adalah angka 81 yang tersusun oleh 3 garis. Garis yang dibuat menggambarkan rotan yang tersusun dari serat-serat. Logo tersebut memiliki makna yakni berdaya, setara, sinergi bersama. Hal tersebut untuk menjawab tema HUT RI tahun ini yakni Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Para finalis yang lolos ke 5 besar juga mempresentasikan karya-karyanya di hadapan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Momentum itu berlangsung pada 17 Juni.

Meski pemaparan secara online, namun mereka gugup.

Akhirnya mereka berhasil mengemas presentasi dalam waktu 7 menit sesuai yang ditentukan.

"Kalau dari Bu Menteri tidak ada feedback langsung, tapi lebih ke feedback secara umum bahwa sayembara tahun ini memang lebih meriah," sambung laki-laki berkacamata tersebut.

Dua hari setelah wawancara di hadapan menteri, Pola Circa Studio menerima kejutan. Rupanya karya-karya dari 5 finalis akan dilempar ke publik untuk dinilai. Keputusan itu dilakukan karena ada permintaan dari Presiden Prabowo Subianto.

Kemudian pada 26 Juni lalu, mereka harus memaparkan karya secara live streaming di YouTube. Selama live streaming, mereka menerima berbagai komentar netizen. Mulai logo yang dinilai mirip tahun sebelumnya, mirip logo salah satu penyedia jasa ojek online, hingga dituduh dibuat menggunakan artificial intelligence (AI).

Logo yang mereka buat juga mendapat atensi dari pelaku industri kreatif. Meski sempat gugup bukan main, para personel Pola Circa Studio tetap merasa bangga. Sebab karya mereka mendapat atensi.

Berbagai dukungan pun mengalir dari para desainer grafis asal Kota Malang. Ada banyak yang turut memberikan voting. Termasuk klien mereka.

 "Voting terakhir pada 28 Juni ini. Sedangkan pengumumannya pada 1 Juli depan. Apa pun hasilnya nanti, kami tetap bangga bisa mewakili Kota Malang di kancah nasional," pungkas Rizkiawan.(*/dan)

Editor : Mahmudan
#Studi lokal Malang #Sayembara logo HUT RI #Kreasi