Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Website EWS Sound Horeg Buatan Arek Malang Dikembangkan Jadi Aplikasi, Bantu Warga Hindari Jalur Karnaval

Nahdiatul Affandiah • Rabu, 15 Juli 2026 | 16:51 WIB
Seorang warga melihat jadwal karnaval di Malang Raya lewat website EWS Sound Horeg rancangan Andi Soerjo kemarin siang. (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)
Seorang warga melihat jadwal karnaval di Malang Raya lewat website EWS Sound Horeg rancangan Andi Soerjo kemarin siang. (Nahdiatul Affandiah/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Website Early Warning System (EWS) Sound Horeg yang dikembangkan warga Kota Malang mulai disiapkan menjadi aplikasi dengan fitur notifikasi lokasi dan pelaporan pengguna. Platform tersebut dibuat untuk membantu masyarakat mengetahui jadwal serta lokasi karnaval sound horeg sehingga dapat mengatur aktivitas maupun menghindari paparan kebisingan berintensitas tinggi.

Penggagas EWS Sound Horeg, Andi Soerja, mengatakan ide tersebut lahir dari keresahannya melihat fenomena sound horeg yang semakin marak, terutama menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Sebagai pekerja di bidang Information Technology (IT), dia memilih menawarkan solusi berbasis teknologi daripada terlibat dalam perdebatan mengenai keberadaan sound horeg.

"Awalnya saya berpikir, bagaimana kalau ada website yang memuat jadwal karnaval sound horeg sehingga masyarakat yang tidak berkenan bisa menghindari lokasi tersebut lebih dulu," ujarnya.

Berawal dari Website Jadwal Karnaval

Ide itu kemudian diwujudkan dengan membeli domain seharga sekitar Rp 15 ribu. Andi mengumpulkan informasi jadwal karnaval dari berbagai unggahan di Instagram, TikTok, hingga Threads, lalu menyusunnya dalam sebuah website yang mudah diakses masyarakat.

Melalui platform tersebut, pengguna dapat mengetahui lokasi penyelenggaraan, waktu pelaksanaan, hingga memperkirakan jarak acara dari posisi mereka. Informasi itu diharapkan membantu kelompok rentan, seperti keluarga yang memiliki bayi, lansia, maupun warga yang sensitif terhadap kebisingan, untuk mengatur aktivitas saat karnaval berlangsung.

Dalam proses pengembangannya, Andi mengaku justru mengalami kesulitan mencari referensi ilmiah mengenai tingkat kebisingan sound horeg. Menurutnya, penelitian yang secara khusus membahas fenomena tersebut masih sangat terbatas.

Sebagai acuan awal, dia menggunakan berbagai referensi umum yang menyebut paparan suara pada kisaran 100 hingga 135 desibel sudah masuk kategori berbahaya apabila berlangsung dalam durasi tertentu.

Baca Juga: Sound Horeg EWS, Website yang Bantu Cek Lokasi dan Radius Dampak Sound Horeg

Respons Publik Melampaui Perkiraan

Website tersebut rampung hanya dalam waktu sekitar tiga hari. Respons masyarakat pun cukup besar. Saat diperkenalkan melalui media sosial Threads, unggahan mengenai EWS Sound Horeg telah dilihat lebih dari 120 ribu akun. Sebagian besar pengguna mengaku terbantu karena dapat mengetahui lokasi dan jadwal karnaval di berbagai daerah.

Namun, tidak semua tanggapan bernada positif. Di TikTok, Andi menerima sejumlah kritik dari pengguna yang menilai dirinya terlalu mempermasalahkan tradisi masyarakat. Meski demikian, dia menegaskan platform tersebut tidak dibuat untuk menolak keberadaan sound horeg.

"Ada yang berkomentar kalau tidak suka sound horeg ya tinggal pergi saja. Padahal website yang saya buat juga bisa dimanfaatkan pemburu event sound horeg untuk mencari jadwal karnaval," katanya.

Dukungan juga datang dari salah satu perusahaan teknologi informasi di Kota Malang yang membantu menyediakan layanan domain dengan kapasitas lebih besar sehingga performa website menjadi lebih stabil.

Target Menjadi Aplikasi EWS Sound Horeg

Ke depan, Andi menargetkan EWS Sound Horeg berkembang menjadi aplikasi yang lebih interaktif. Sejumlah fitur yang tengah dirancang antara lain laporan langsung dari pengguna, notifikasi lokasi acara, hingga pengingat otomatis apabila terdapat kegiatan sound horeg di sekitar tempat tinggal.

Baca Juga: Jadwal Karnaval Malang Raya Pekan Ini, Catat Lokasinya untuk Antisipasi Macet dan Sound Horeg

Menurutnya, pengembangan aplikasi membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai perusahaan teknologi, penyedia layanan hosting, hingga mitra yang memiliki perhatian terhadap inovasi berbasis teknologi untuk pelayanan masyarakat.

Saat ini, website EWS Sound Horeg telah memuat sedikitnya 31 agenda sound horeg di wilayah Malang Raya. Selain menampilkan lokasi dan jadwal, platform tersebut juga membantu masyarakat memperkirakan tingkat paparan kebisingan berdasarkan lokasi acara sehingga dapat menjadi referensi sebelum beraktivitas. 

Editor : Aditya Novrian
EWS Sound Horeg website sound horeg jadwal sound horeg Malang aplikasi sound horeg Andi Soerja