TORAJA UTARA, RADAR MALANG – Jalan berkelok, tanjakan terjal, hingga kawasan perbukitan menjadi bagian dari rutinitas Elce Putri Bontong setiap hari. Sebagai Mantri BRI di Unit Bolu, Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, ia menembus wilayah pegunungan untuk memastikan masyarakat di pelosok tetap mendapatkan akses layanan perbankan dan pembiayaan usaha.
Bertugas di kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) tidak membuat semangatnya surut. Bagi Elce, setiap perjalanan menuju desa-desa terpencil bukan sekadar menjalankan pekerjaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui akses keuangan yang lebih mudah.
Karier Elce di BRI dimulai pada 2013 sebagai teller. Setelah sempat menjalankan tugas sebagai customer service, ia memutuskan mengikuti seleksi Mantri BRI pada 2020 karena ingin lebih dekat dengan masyarakat.
"Tertarik menjadi Mantri karena menurut saya jangkauan pelayanannya akan lebih luas. Kalau sebelumnya sebagai teller dan CS terbatas di dalam kantor, sekarang saya bisa jemput bola di lapangan. Nasabah yang ditemui juga lebih beragam kebutuhannya," ujar Elce.
Kini, ia bertugas di BRI Unit Bolu dengan wilayah layanan mencakup Desa Karre Pananian, Kecamatan Nanggala, Kabupaten Toraja Utara. Jarak menuju desa tersebut sekitar 35 kilometer dari kantor unit. Meski tidak terlalu jauh, perjalanan harus ditempuh melalui jalan pegunungan yang menantang dengan kondisi medan yang tidak selalu bersahabat.
Sebagai perempuan, Elce mengakui tantangan di lapangan cukup besar. Ia harus melintasi jalan yang sepi, kawasan hutan, hingga perbukitan demi menemui para nasabah. Namun, hal itu tidak mengurangi tekadnya untuk terus memberikan pelayanan terbaik.
Mayoritas nasabah yang didampinginya merupakan petani dan peternak, mulai dari peternak babi hingga kerbau. Mereka memanfaatkan berbagai layanan BRI untuk mengembangkan usaha.
"Kalau nasabah di desa kebanyakan petani dan peternak. Layanan yang saya berikan biasanya pinjaman dan tabungan. Pinjaman dimanfaatkan untuk menambah modal usaha, misalnya membeli indukan atau penggemukan ternak agar usahanya berkembang," jelasnya.
Tak hanya menyalurkan pembiayaan, Elce juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menabung di lembaga keuangan formal. Menurutnya, sebagian warga masih terbiasa menyimpan uang di rumah sehingga literasi keuangan terus diperkuat melalui pendekatan langsung.
Untuk mempermudah transaksi masyarakat, ia juga menghadirkan Agen BRILink di desa.
"Saya juga edukasikan pelan-pelan pentingnya menabung di bank. Saya buat satu Agen BRILink di desa agar masyarakat lebih mudah menyimpan atau mengambil uang. Banyak warga Toraja yang merantau, sehingga keluarganya kini lebih mudah menerima kiriman uang tanpa harus menitipkan kepada orang lain," tuturnya.
Baginya, kepuasan terbesar bukan sekadar mencapai target kerja, melainkan melihat usaha para nasabah berkembang dari waktu ke waktu.
"Tentunya saya merasa bangga. Awalnya melihat nasabah hanya memiliki satu atau dua ternak, lalu setahun kemudian jumlahnya sudah mencapai ratusan setelah memperoleh tambahan modal dari BRI. Meskipun itu bukan uang saya, ada kebahagiaan tersendiri karena bisa ikut membantu menggerakkan perekonomian masyarakat," katanya.
Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa peran Mantri BRI tidak hanya sebagai penyalur pembiayaan, tetapi juga pendamping usaha yang memahami karakteristik wilayah dan kebutuhan setiap nasabah.
"BRI selalu menanamkan nilai-nilai budaya kerja yang positif kepada seluruh pekerja sehingga tercipta komitmen dan dedikasi para mantri di lapangan. Kisah Elce menjadi bukti nyata bahwa perempuan mampu beradaptasi sekaligus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui pendampingan yang berkelanjutan," ujar Dhanny.
Editor : Aditya Novrian