Cerita Kiper Arema FC Women Laita Ro’ati Masykuroh sabet Gelar Best Goalkeeper AFF Women’s Cup 2026: Sukses Comeback dari Cedera di Bagian Bahu

M. Affan Fauzan • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 18:03 WIB
COMEBACK SEMPURNA: Laita Ro’ati Masykuroh mendapat predikat best goalkeeper di ajang AFF Women’s Cup 2026. (Laita Ro’ati Masykuroh For Radar Malang)
COMEBACK SEMPURNA: Laita Ro’ati Masykuroh mendapat predikat best goalkeeper di ajang AFF Women’s Cup 2026. (Laita Ro’ati Masykuroh For Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Enam bulan sebelum dipanggil ke Timnas Putri Indonesia Senior, Laita Ro’ati Masykuroh harus bolak-balik ke rumah sakit. Itu jadi bagian dari proses pemulihan cedera bahunya yang diderita saat menjalani Training Center (TC) di Jepang untuk persiapan SEA Games, Oktober 2025 lalu.

Saat itu, Laita awalnya hanya merasakan nyeri di bagian bahu selama mengikuti pemusatan latihan. Baru saat mengikuti TC lanjutan di Jogjakarta, rasa sakit tersebut tidak tertahankan. Beranjak dari itu, dia memutuskan untuk menjalani pemeriksaan medis. 

Laita cukup terkejut karena diharuskan menjalani operasi untuk menyambungkan jaringan labrum dan otot supraspinatus yang robek. Setelah menjalani operasi pada Desember tahun lalu, dia meninggalkan semua agenda Timnas Putri maupun Arema FC Women. 

Fokusnya hanya satu, memulihkan diri secepat mungkin. Selama proses pemulihan, mendapat pengawasan ketat dari dokter dan fisioterapis. Setelah menjalani enam bulan proses pemulihan, Laita mendapatkan kabar dari Timnas Garuda Putri pada 5 Juli lalu. 

Dia masuk dalam skuad untuk tampil di AFF Women’s Cup 2026. Saat itu, namanya tidak langsung masuk skuad akhir, melainkan harus mengikuti proses seleksi terlebih dahulu. Ketika itu, proses penyembuhan cederanya juga belum menyentuh angka 100 persen.

Setelah enam bulan, Laita perlu jeda dua bulan lagi untuk menjalani fase return to sport (RTS). Itu dilakukan untuk menilai kesiapan fisik sebelum kembali ke lapangan.

”Akhirnya dokter mengizinkan saya untuk mengikuti seleksi, dengan catatan jika terjadi keluhan berlanjut, saya harus merelakan tidak berpartisipasi di AFF tahun ini,” tutur perempuan asal Banyuwangi tersebut.

Meski imbauan itu sempat membuatnya khawatir, proses seleksi Laita berjalan lancar. Perjuangannya untuk kembali mengisi posisi di bawah mistar membuat dia masuk dalam skuad akhir yang berisikan 23 pemain. Skuad akhir itu lah yang dibawa ke Kuala Lumpur, Malaysia. 

Bersama dia ada nama Alleana Ayu dan Edelweiz Auradiva di sektor penjaga gawang. Mengingat kondisinya belum pulih sepenuhnya, dia mendapatkan arahan khusus dari Pelatih Kiper Mukti Ali Raja dan Pelatih Kepala Satoru Mochizuki. 

Alih-alih memberikan tekanan, mereka justru membangun kepercayaan diri Laita setelah pulih dari cedera. Mereka mengatakan bahwa aspek paling penting di turnamen AFF terletak pada mentalitas. Itu membuat dia tidak terlalu memikirkan cedera dan fokus mengembalikan insting penjaga gawangnya.

Tekad pantang menyerah tersebut mendapatkan perhatian khusus dari tim pelatih, sehingga dia kembali dipercaya mengisi posisi utama kiper. Sejak saat itu, dia tidak pernah absen tampil dari fase grup sampai melaju ke babak final.

Sepanjang turnamen, Laita tidak pernah menargetkan gelar individu. Baginya, berhasil comeback setelah menjalani pemulihan enam bulan merupakan sesuatu yang patut dibanggakan. Dalam benaknya, saat turun ke lapangan, tugas utamanya adalah meringankan dan membantu rekan setim meraih kemenangan. 

Performa Laita di bawah mistar sukses mengantarkan Garuda Pertiwi hanya mengalami satu kebobolan sepanjang turnamen. Itu tidak hanya membantu meraih trofi AFF edisi tahun ini, melainkan juga mendapatkan gelar best goalkeeper

”Saat mengetahuinya sangat senang karena itu di luar prediksi saya, ternyata masih bisa mendapatkan titel itu lagi (setelah terakhir mendapatkannya pada AFF Women’s Cup 2024 lalu),” kenang penjaga gawang Arema FC Womens tersebut. Perjuangan Laita dalam mencapai titik tersebut rupanya sudah ditunjukkan sejak meniti karier sebagai pesepak bola. 

Pada 2019 lalu, dia memulai perjalanan bersama Arema FC Women setelah melihat performanya di kompetisi futsal kampus. Setelah lolos seleksi, dia tidak langsung mendapatkan posisi utama.

Selama periode awal, dia hanya penghangat bangku cadangan dan hanya tampil satu kali saja. Karena posisinya saat itu hanya menjadi kiper ketiga. Meski belum mendapatkan kesempatan, Laita tetap bersabar sembari berlatih dengan giat. Titik baliknya terjadi pada HUT Arema FC pada 2021 lalu.

Dalam momen tersebut terjadi pergantian pelatih dan dia mendapatkan kesempatan untuk tampil sejak menit awal. Laita tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan berhasil tampil apik. Performa tersebut membuatnya semakin dilirik untuk mengisi posisi kiper, bergantian dengan kiper utama saat itu.

Performa konsisten selama membela Ongis Nade Kodew juga membuatnya mendapatkan panggilan timnas Indonesia Putri Senior. Saat itu pertama kali dia dipanggil untuk Kualifikasi Olimpiade 2023, di mana kiper andalan Garuda Putri saat itu sedang mengalami cedera dan tidak ada opsi pengganti. 

Setelah itu, dia membutuhkan waktu setahun agar bisa kembali dipercaya. Setelah menjalani beberapa kali seleksi, dia berhasil masuk skuad untuk AFF Women’s Cup 2024. Sekaligus membawa skuad Garuda meraih trofi juara. Setelahnya, dia jarang absen dalam mengikuti event Timnas Putri.

Setelah berhasil comeback di AFF Women’s Cup 2026, Laita ingin fokus mempercepat pemulihannya. Agar saat mendapatkan kesempatan panggilan Arema FC Women dan Timnas Putri, dia bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya. (*/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
Laita Ro’ati Masykuroh AFF Womens Cup 2026 kiper terbaik AFF Womens Cup 2026 kiper arema fc women