Sempat Gagal di 2024, Michael Yordan Sisokhi Zebua Akhirnya Tembus Gita Bahana Nusantara 2026

Nabila Amelia • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:35 WIB
Michael Yordan Sisokhi Zebua foto di Istana Negara setelah tampil bersana GBN dalam peringatan HUT Ke-81 RI, Senin (17/8) lalu. (Dokumen Michael Yordan Sisokhi Zebua)
Michael Yordan Sisokhi Zebua foto di Istana Negara setelah tampil bersana GBN dalam peringatan HUT Ke-81 RI, Senin (17/8) lalu. (Dokumen Michael Yordan Sisokhi Zebua)

UNGGAHAN GBN 2022 di media sosial menjadi titik balik bagi Michael Yordan Sisokhi Zebua. Saat itu, ia tidak sengaja menemukan video penampilan kelompok paduan suara tersebut. Format medley yang memadukan banyak karakter suara membuatnya terpikat.

“Rasanya seperti melihat berbagai macam karakter suara yang menjadi kesatuan dan pertunjukan indah,” ungkap Michael.

Sejak menonton video tersebut, keinginan untuk menjadi bagian dari GBN mulai tumbuh. Michael yang saat itu masih berusia 14 tahun mulai memasang target. Ia ingin suatu hari bisa berdiri di panggung yang sama.

Keinginan itu bukan muncul secara tiba-tiba. Ketertarikannya terhadap dunia tarik suara sudah tumbuh sejak kecil. Saat masih TK, Michael pernah melihat penampilan seorang penyanyi di televisi. Meski kini sudah lupa siapa penyanyi dan lagu yang dibawakan, momen tersebut menjadi salah satu pengalaman awal yang membuatnya tertarik bernyanyi.

“Jujur sudah lupa siapa penyanyi dan lagu yang pernah saya tonton saat TK. Waktu itu random saja,” cerita Michael saat tiba di Malang, kemarin (19/8).

Minat tersebut kemudian berkembang meski Michael tidak berasal dari keluarga dengan latar belakang musik. Kedua orang tuanya, Noverianto Zebua dan Anik Siswati, bukan penyanyi. Michael pun banyak belajar secara mandiri.

Kesempatan mengembangkan kemampuan vokal datang ketika ia mendapat tawaran bergabung dalam paduan suara gereja. Dari sana, Michael mulai mengenal not balok dan mempelajari teknik vokal.

Setelah melihat GBN pada 2022, latihan Michael semakin serius. Hampir setiap hari ia melatih kemampuan olah suara. Dua tahun persiapan kemudian membawanya pada audisi GBN 2024.

Saat itu, Michael yang berusia 16 tahun memberanikan diri mendaftar. Namun, hasilnya tidak sesuai harapan. Ia gagal lolos seleksi.

“Rasanya cukup jatuh karena saya sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari,” ujarnya.

Kegagalan tersebut tidak membuat targetnya berubah. Michael tetap berlatih dan mengikuti sejumlah kompetisi untuk memperkaya pengalaman. Di antaranya FLS2N Cipta Lagu 2023, KICC 2025, dan Fespa Ubaya 2026.

Pada 2025, ia sebenarnya kembali berniat mendaftar GBN. Namun, rencana tersebut batal karena ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan. Ia pun kembali menunggu kesempatan berikutnya.

Kesempatan itu datang pada 2026. Michael kembali mengikuti audisi GBN tingkat provinsi yang digelar Disbudpar Jawa Timur. Rasa gugup sempat muncul. Bahkan, ia mengaku tidak bisa tidur menjelang pelaksanaan audisi.

Michael memilih membawakan Sepasang Bola Mata karya Ismail Marzuki berdasarkan masukan dari alumni GBN. Setelah tampil, ia mendapat beberapa catatan, termasuk soal kepercayaan diri.

Kali ini, hasilnya berbeda. Michael dinyatakan lolos bersama tiga peserta lain dari Jawa Timur.

Keempatnya kemudian mengikuti karantina GBN pada 1–18 Agustus. Michael bergabung dengan 120 peserta paduan suara dari 30 provinsi. Ia mendapat posisi sebagai penyanyi bass.

Karantina menjadi pengalaman baru bagi Michael. Tidak hanya menjalani latihan intensif, ia juga bertemu peserta dari berbagai daerah dan mengenal beragam budaya Indonesia.

“Perasaan saya tentunya... wow. Saya baru menyadari ternyata Indonesia sangat kaya dengan budaya,” beber mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Brawijaya (UB) angkatan 2025 itu.

Latihan berlangsung dari pagi hingga malam. Para peserta biasanya mulai berlatih pukul 08.00 dan baru selesai sekitar pukul 21.00. Mereka harus menyatukan karakter suara dari peserta yang memiliki latar belakang berbeda.

Di sela proses tersebut, Michael juga bertemu sejumlah tokoh musik, salah satunya Purwatjaraka yang terlibat dalam penggarapan aransemen GBN.

“Beliau keren. Setiap aransemen lagu dari beliau sangat antimainstream dan seru,” tegasnya.

Setelah empat tahun menunggu sejak melihat GBN di media sosial, impian Michael akhirnya terwujud pada 17 Agustus. Ia berdiri di Istana Negara bersama para talenta muda GBN dalam rangkaian peringatan HUT Ke-81 RI.

Bagi Michael, penampilan tersebut bukan akhir perjalanan. Ia ingin terus menekuni dunia tarik suara, terutama sebagai penyanyi solois. Di tengah kesibukan kuliah, latihan vokal tetap akan menjadi bagian dari kesehariannya. (*/adn)

 

Editor : Aditya Novrian
GBN Michael Yordan HUT Ke-81 RI Sosok