SUARA pedal yang dikayuh berpadu dengan deru roda di lintasan National BMX Arena, Negeri Sembilan, Malaysia, awal Agustus lalu. Di antara delapan pembalap muda yang berdiri di garis start, terselip satu nama asal Kota Malang. Balqis Humairah Aji Khairunnisa, pembalap kelas Women Junior datang membawa ambisi sekaligus kegugupan.
Ajang tersebut bukan sekadar perlombaan biasa bagi alumnus SMAN 4 Malang itu. Sebab, lawan yang dihadapinya datang dari berbagai negara Asia. Ada pembalap dari Tiongkok, Thailand, Korea Selatan, Singapura, hingga tuan rumah Malaysia. Satu lainnya juga berasal dari Indonesia.
Balqis tak menampik tekanan sempat terasa ketika hari balapan tiba. Terlebih, beberapa lawan yang dihadapinya memiliki rekam jejak mentereng. Namun, dukungan orang-orang di sekitarnya membuat rasa gugup itu perlahan bisa dikendalikan.
”Pada saat hari balapan saya sangat nervous tapi saya tetep yakin sama diri saya. Itu terbantu juga dengan dorongan pelatih, teman dan orang orang terdekat saya, saya bisa menunjukan hasil yang maksimal, dan saya berada di posisi ketiga,” kata Balqis.
Baca Juga: Menginspirasi, Pemuda Asal Malang yang Meraih Beasiswa LPDP di London setelah 15 Kali Gagal
Posisi ketiga itu diraihnya dalam rangkaian kejuaraan BMX yang berlangsung di Negeri Jiran. Balqis mengikuti dua agenda sekaligus di arena yang sama. Yakni Asian BMX Championship yang berlangsung pada 6–8 Agustus dan Malaysia BMX International Race 2026 pada 9 Agustus.
Ia sudah meninggalkan Malang sehari sebelum rangkaian perlombaan dimulai. Tepatnya pada 5 Agustus. Namun, keberangkatan tersebut dilakukan secara mandiri. Balqis tidak menjadi bagian dari pembiayaan tim nasional BMX Indonesia.
Meski begitu, ia tetap bertanding bersama tim BMX JM95. Dari tim tersebut, tujuh pembalap lain ikut berangkat. Mereka berasal dari sejumlah daerah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan.
“Ada timnas BMX Indonesia juga datang, tapi saya ke sana mandiri bersama tim BMX saya namanya JM95. Dari tim itu yang berangkat selain saya ada 7 orang dari Jabar, Jateng, Jatim, dan Sumsel,” sebutnya.
Konsekuensinya, berbagai kebutuhan selama berada di Malaysia harus disiapkan sendiri. Mulai akomodasi hingga makan dan minum. Beruntung, JM95 turut memberikan sokongan. Meski begitu, perjalanan tersebut tetap menguras kantong. Total biaya yang dikeluarkan Balqis sejak berangkat dari Malang hingga kembali ke rumah berkisar Rp 18 juta–Rp 20 juta.
Beban persiapan pun tidak berhenti pada persoalan biaya. Sebelum bertanding, Balqis sudah menjalani latihan dan persiapan matang di Malang. Ia juga menyempatkan diri menjajal karakter lintasan National BMX Arena sebelum perlombaan dimulai.
Namun, pengalaman dan persiapan itu belum sepenuhnya menghilangkan rasa gugup. Apalagi, kelas Women Junior diisi pembalap yang secara kemampuan relatif berimbang.
“Saya ada nervous waktu itu. Apalagi berhadapan dengan lawan yang agak berat, ada 2 orang dari Tiongkok, dan dua lagi dari Korsel dan Singapura, di sisi lain Korsel ini adalah juara bertahan di turnamen itu,” ucapnya.
Strategi lawan yang sulit ditebak juga menjadi tantangan tersendiri. Balqis harus menjaga konsentrasi sekaligus membaca gerakan pembalap lain di lintasan. Hasil akhirnya, medali perunggu berhasil dibawa pulang ke Malang.
Ada satu detail kecil yang juga membedakan penampilannya di dua kejuaraan tersebut. Saat berlaga di Asian BMX Championship, Balqis mengenakan jersey Indonesia. Sementara ketika turun di Malaysia BMX International Race yang berstatus C1, ia menggunakan seragam JM95.
“Kalau kejuaraan asia harus pakai jersey indonesia, dan untuk C1 (Malaysia BMX International) saya baru pake baju JM95,” sebutnya.
Medali tersebut sekaligus menambah panjang catatan prestasi Balqis sepanjang 2026. Sejak menekuni BMX pada 2015, ia telah mengikuti berbagai kompetisi, baik nasional maupun internasional. Tahun ini saja, sedikitnya lima turnamen sudah diikutinya dan semuanya menghasilkan medali.
Baca Juga: Salah Start, Ruby Bangkit Kejar Tiga Pembalap hingga Raih Perunggu Asian BMX Championship
Ia sebelumnya menjadi juara pertama Women Junior C1 International BMX SX Banyuwangi round 1 dan 2 2026. Setelah itu, ia kembali meraih juara pertama Women Junior BMX National Championships 2026.
Dua medali perunggu dari Malaysia kemudian melengkapi koleksi tersebut. Bagi Balqis, pencapaian itu terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan momen kelulusannya dari SMA.
“Alhamdulillah ini (medali perunggu di Malaysia) jadi hadiah kelulusan saya dari SMA,” kata dia sambil semringah. (*/adn)
Editor : Aditya Novrian