Ketika Honda Grand Astrea Punya Pasar di Tangan Ahmad Dani: Unit Baru Masuk Showroom Bisa Langsung Terjual

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 16:46 WIB
Ahmad Dani ketika ditemui di showroom miliknya pada Selasa (22/9). Di hadapannya berjajar Honda Grand Astrea yang siap dijual kepada konsumen. (Andika Satria/Radar Malang)
Ahmad Dani ketika ditemui di showroom miliknya pada Selasa (22/9). Di hadapannya berjajar Honda Grand Astrea yang siap dijual kepada konsumen. (Andika Satria/Radar Malang)

BAGI sebagian orang, Honda Grand Astrea mungkin tinggal bagian dari masa lalu. Motor bebek yang identik dengan era 1990-an itu kini kalah jauh dari kendaraan keluaran terbaru. Namun, anggapan tersebut tidak berlaku di showroom Pastilaku.id, Jalan Notojoyo Gondang Nomor 112, Kelurahan Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Di tempat itu, Grand Astrea justru bergerak cepat. Unit datang dan pergi dalam hitungan hari. Bahkan, beberapa kendaraan belum sempat lama menghuni showroom sudah berpindah ke tangan pembeli.

Ahmad Dani, pemilik Pastilaku.id mengatakan, rata-rata menjual lebih dari 30 unit Grand Astrea setiap bulan. Rekor penjualannya mencapai 42 kendaraan dalam sebulan. Pernah pula enam unit terjual hanya dalam sehari.

Angka tersebut cukup untuk menggambarkan bahwa motor lawas belum kehilangan peminat. Apalagi, rentang harganya relatif terjangkau. Dani biasanya menjual unit dengan harga Rp 4 juta hingga Rp 8 juta, tergantung kondisi kendaraan dan kelangkaannya.

Padahal, ketika pertama membuka showroom pada 2023, Dani tidak secara khusus menjual Grand Astrea. Berbagai motor bekas tersedia di sana. Mulai Vespa, motor bebek, sampai jenis sport.

Namun, Grand Astrea justru menjadi kendaraan yang paling cepat terserap pasar. Kondisi tersebut membuat Dani mengubah arah bisnisnya.

”Akhirnya mulai 2024 saya memilih fokus Grand Astrea saja sampai sekarang,” tutur pria 32 tahun tersebut.

Keputusan itu membuat showroom yang awalnya menjual beragam motor bekas berubah menjadi tempat berburu kendaraan lawas. Sekitar 16 unit terlihat berjajar di showroom pada Selasa (22/9). Mayoritas berwarna hitam dan putih.

Beberapa rangka bekas Honda Grand Astrea bahkan sengaja digantung di dinding. Bukan sebagai stok, melainkan ornamen yang memperkuat identitas Pastilaku.id sebagai showroom yang lekat dengan motor klasik.

Motor yang ditawarkan Dani juga memiliki rentang tahun produksi cukup panjang. Ada Astrea Prima keluaran 1990 yang menjadi cikal bakal Grand Astrea. Kemudian Grand Astrea produksi 1991 dan setelahnya. Unit termuda yang dimiliki adalah Honda Legenda keluaran 2004.

Peminatnya pun tidak selalu berasal dari kalangan pencinta motor lawas. Pelajar dan mahasiswa justru menjadi pelanggan yang cukup dominan. Penjualan biasanya meningkat ketika memasuki tahun ajaran baru dan masa penerimaan mahasiswa.

Bagi kelompok pembeli tersebut, harga menjadi salah satu pertimbangan utama. Dengan dana sekitar Rp 4 juta sampai Rp 8 juta, mereka sudah bisa mendapatkan kendaraan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Namun, pasar Grand Astrea tidak berhenti di kalangan anak muda. Ada pula kolektor dan penggemar yang memang sengaja mencari tipe tertentu. Sebagian mengetahui Pastilaku.id melalui TikTok.

Dani rutin melakukan siaran langsung di platform tersebut. Kini akunnya telah memiliki sekitar 21 ribu pengikut. Dari sana, pembeli berdatangan dari berbagai wilayah.

Surabaya dan Gresik menjadi beberapa daerah asal pembeli di Jawa Timur. Pengiriman bahkan pernah dilakukan hingga Aceh. Permintaan juga sempat datang dari wilayah Indonesia Timur, meski biaya pengiriman membuat calon pembeli harus berpikir ulang.

”Terjauh saya pernah mengirim ke Aceh. Asalkan orangnya mau membayar ongkir, bisa seluruh Indonesia,” terang alumnus SMK PGRI 3 Kota Malang itu.

Popularitas di media sosial tersebut membuat perputaran stok semakin cepat. Tidak ada motor yang terlalu lama berada di showroom. Beberapa unit bahkan langsung terjual pada hari yang sama ketika didapatkan.

Situasi itu sekaligus menjadi pekerjaan rumah Dani. Permintaan yang tinggi tidak selalu diikuti ketersediaan barang. Pekan ini saja dia membutuhkan delapan unit tambahan. Tim pencari stok yang dimilikinya pun harus menyisir berbagai wilayah di Malang Raya.

Tidak semua Grand Astrea yang ditemukan langsung dibeli. Dani memiliki sejumlah patokan. Surat kendaraan harus lengkap dan pajak masih hidup. Kondisi mesin juga harus dipastikan sehat meskipun usia motor sudah lebih dari 30 tahun.

”Minimal bisa di-starter dengan normal,” ujarnya.

Harga beli juga menjadi pertimbangan terakhir. Motor dengan kondisi bagus tetapi dibanderol terlalu mahal justru berisiko sulit dijual kembali.

Karena itu, Dani tidak sekadar mencari motor tua. Dia mencari motor tua yang masih layak, memiliki dokumen lengkap, dan bisa tetap berada dalam jangkauan pembeli. Di titik itulah Grand Astrea terus menemukan pemilik baru, meski usianya sudah jauh meninggalkan zaman ketika motor tersebut menjadi kendaraan harian banyak keluarga Indonesia. (*/adn)

Editor : Aditya Novrian
ahmad dani grand astrea honda malang