Rex Alexander Joseph Syauta Kembali Jabat Direktur Transkon Jaya (TRJA) hingga 2028, Kini Juga Aktif Mengajar di Balikpapan

Ali Azhar D • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB
Foto Rex Alexander Joseph Syauta. (Foto: Dokumen istimewa)
Foto Rex Alexander Joseph Syauta. (Foto: Dokumen istimewa)

 
Rex Alexander Joseph Syauta kembali dipercaya menduduki kursi Direktur PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) untuk periode kedua. Pengangkatan kembali itu diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa pada Rabu (20/5/2026), dengan masa jabatan berlaku hingga penutupan RUPS Tahunan 2028.

Keputusan tersebut tertuang dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) bernomor 2401/TJ/OUT/V/2026 tertanggal 22 Mei 2026. Agenda perubahan susunan pengurus perseroan disetujui oleh 98,91 persen suara pemegang saham yang hadir. Dalam agenda itu, seluruh anggota direksi dan dewan komisaris diberhentikan dengan hormat, kemudian sebagian di antaranya diangkat kembali, termasuk Alex Syauta. Surat keterbukaan informasi tersebut ditandatangani langsung oleh Alex dalam kapasitasnya sebagai Director & Corporate Secretary.

Dukungan mayoritas mutlak pemegang saham ini menjadi sinyal kesinambungan kepemimpinan di tubuh emiten penyedia jasa sewa kendaraan operasional tersebut, terutama di tengah rencana perluasan bidang usaha yang tengah digarap perseroan.


Pria kelahiran Lumajang berusia 47 tahun itu merintis karier di sektor keuangan sejak 2001 di PT Bank Artha Graha Internasional Tbk dan bertahan hingga 2011. Setelah itu, ia dipercaya sebagai Group Chief Financial Officer di Prima Makmur Lestari pada 2011–2012.

Alex bergabung dengan TRJA pada Januari 2013 sebagai Chief Financial Officer. Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menjadi Sekretaris Perusahaan sejak Februari 2020, lalu resmi menjabat Direktur Keuangan sejak Juni 2024. Ia turut berada di jajaran manajemen saat TRJA mencatatkan sahamnya di BEI pada 27 Agustus 2020, ketika pandemi Covid-19 tengah melanda.

Momen tersebut menjadi salah satu titik paling berkesan dalam perjalanan kariernya. Alex menyebut capaian yang paling ia banggakan dalam menghadapi tantangan bisnis periode 2018 hingga 2021 adalah "membawa Transkon Jaya go public di tengah pandemi". Ia mengaku kala itu manajemen punya keyakinan tinggi terhadap langkah yang diambil.

"Meskipun di tengah pandemi COVID-19, kami menawarkan 375 juta lembar saham dengan nominal Rp250 per lembar," ujarnya.


Dalam posisinya sebagai Sekretaris Perusahaan, Alex kerap tampil sebagai juru bicara emiten. Melalui keterbukaan informasi pada 14 April 2026, ia menjelaskan bahwa penambahan bidang usaha baru perseroan dilakukan untuk "memenuhi kebutuhan pasar dan demi terciptanya kepuasan pelanggan".

Ia juga pernah memaparkan arah ekspansi TRJA. Pada 2022, Alex menyebut pembukaan kantor perwakilan di Makassar sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat kehadiran perseroan di kawasan timur Indonesia.

"Beberapa rencana bisnis juga sudah berhasil terealisasikan meskipun baru di awal tahun 2022, di antaranya pembukaan kantor perwakilan di Makassar yang merupakan tindak lanjut dari keseriusan ekspansi perseroan di Kawasan Indonesia Timur dan penambahan cakupan wilayah operasional di beberapa titik di Pulau Kalimantan," jelasnya.

Tak berhenti di situ, Alex mendorong perseroan membuka sumber pendapatan baru melalui sektor kendaraan listrik.

"Saya juga mengarahkan perusahaan untuk terus mencari inovasi yang baru. Saat ini perusahaan sedang mengarahkan pandangan untuk melakukan investasi di bidang mobil listrik," kata dia.

Kiprah Alex turut mendapat pengakuan dari luar perusahaan. Ia tercatat sebagai salah satu penerima penghargaan Indonesia Best CFO 2021 dari Majalah SWA. Profil biografinya juga dimuat dalam buku direktori Successful People in Indonesia terbitan British Publishing House (Britishpedia).

Di luar dunia korporasi, Alex menapaki jalur akademik secara konsisten. Ia merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Surabaya angkatan 2000 dan meraih gelar Magister Hukum dari Universitas Balikpapan pada 2022. Saat ini, ia tengah menempuh program doktoral Ilmu Administrasi Publik di Universitas Terbuka. Sejak September 2023, Alex juga mengajar sebagai dosen di STMIK Borneo Internasional, Balikpapan.

"STMIK Borneo Internasional merupakan kampus yang mendukung saya untuk mewujudkan cita-cita sebagai pengajar demi memberikan sumbangsih kepada pembangunan sumber daya manusia masyarakat muda Balikpapan," imbuh dia.

Bagi Alex, mengajar di Balikpapan menjadi bentuk pengabdian kepada kota yang telah menjadi tempatnya berkarier selama bertahun-tahun.

"Balikpapan telah menjadi kota yang menerima saya dan saatnya bagi saya untuk mengabdi kepada Balikpapan, jadi STMIK Borneo Internasional telah memberikan kesempatan untuk saya melaksanakan kewajiban dan kerinduan saya untuk memberikan yang terbaik kepada Balikpapan," tuturnya.


Alex juga aktif menulis publikasi ilmiah, di antaranya kajian tentang perbandingan sistem hukum pada 2022 serta riset berjudul Financial Anxiety, Financial Self-Efficacy, and Investment Decision-Making: A Mediation Perspective yang terbit pada 2026.

Menanggapi persaingan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Alex menilai praktisi keuangan dituntut punya kemampuan adaptasi tinggi serta kesediaan untuk memperbarui kompetensi secara berkala agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Dari berbagai sumber
Rex Alexander Direktur RUPS