Lantaran, sejak 1960-an dia berjualan di gang yang sama, yakni di Jalan Suruji Gang 1, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Pelanggannya tak pernah hilang ditelan zaman. Pengelola Rujak Cingur Bude Ruk, Luluk Farida, 48, mengatakan bahwa saat ini usahanya sudah pindah di generasi ketiga. ”Nenek saya berjualan sekitar 45 tahun, kemudian diteruskan oleh ibu saya, Ibu Mislihah, dan kemudian saya yang meneruskan mulai 2016,” ujarnya.
Luluk Farida menjadi pengelola generasi ketiga rujak "Bude Ruk". Foto: Fikyansyah/Radar Malang
Dia menjelaskan bahwa pelangganya juga sudah berganti dari generasi ke generasi. Namun, mereka tak pernah lupa dengan langganan para leluhurnya. ”Beberapa pelanggan saya yang ada di luar kota selalu mampir apabila mereka pulang kampung,” imbuh Luluk.
Dari penjelasan perempuan paro baya tersebut, ada beberapa resep yang dia yakini bisa membuat para pelanggannya tak lari ke lain hati. Yakni, dengan menggunakan bahan dasar yang semuanya serba istimewa. Mulai dari cingur, kacang, hingga petisnya.
Dia mengaku bahwa dari penilaian pelanggan, ulekannya yang paling mirip dengan pendiri pertama. ”Saya tidak pernah diajari ngulek sama Mbah, tapi mulai kecil saya selalu membantunya berjualan sehingga mungkin bakatnya nular,” lanjutnya.
Ada satu hal lain yang tampaknya membuat cita rasa rujak cingur ini memang bukan main lezatnya. Yakni, karena ngulek bumbunya dilakukan satu per satu meski pesanannya sangat banyak. ”Di tempat lain, biasanya kalau ada pesanan tiga, ya nguleknya langsung jadi satu. Tapi, kalau di sini satu per satu,” tegasnya.
Dibanderol dengan harga Rp 15 ribu per porsi, warung ini selalu konsisten dalam urusan buka tutup usahanya. Mereka hanya punya jam kerja selama 3 jam. Yakni, pada pukul 11.00–14.00. ”Kalau lagi ada pesenan banyak, di atas 100 porsi, maka kami tidak buka warung,” ucapnya.
Dalam penuturannya, usaha rujak cingur yang telah melegenda inilah yang dulunya selalu diandalkan untuk membiayai anak cucu Bude Ruk. Yang mana rata-rata dalam sehari dia bisa menjual seratus porsi, baik yang datang langsung ke sana maupun yang memesannya lewat media sosial. ”Kebanyakan instansi-instansi pemerintahan yang pesan ke sini. Seperti kejaksaan dan Pemkab Malang,” pungkasnya.
Pewarta: Fikyansyah
Foto: Fikyansyah
Editor: Mardi Sampurno/Indra M Editor : Mufarendra