Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pengembangan Wisata Lembah Kera Masih Jauh Panggang dari Api

Editor : Hendarmono Al S. • Sabtu, 22 Agustus 2020 | 02:24 WIB
FAVORIT: Lembah Kera, venue wisata panjat tebing di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. (Foto: Intan Refa/Radar Malang)
FAVORIT: Lembah Kera, venue wisata panjat tebing di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. (Foto: Intan Refa/Radar Malang)
PAGAK - Wacana pengembangan Lembah Kera di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, sebagai wisata ekstrem yaitu panjat tebing, tampaknya ibarat pepatah jauh panggang dari api alias tidak seperti apa yang diharapkan.

Pasalnya, area yang menjadi spot favorit pecinta alam ini statusnya hingga kini masih menjadi milik Perum Perhutani. Akibatnya, pemerintah desa setempat belum memiliki hak untuk mengelola potensi wisata tersebut.

Ditambah lagi masa pandemi, sebagian anggaran Pemkab Malang dialokasikan untuk penanganan Covid-19. “Ya tidak sekarang, karena anggaran desa sangat terbatas,” terang Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Gampingan Siswanto.

Sebenarnya, Siswanto melanjutkan, rencana pengembangan itu sudah ada sejak tahun 2019. Lembah Kera akan dibuat untuk wisata dan konservasi alam.

“Di 2019 itu masih dalam proses menyelesaikan perjanjian dengan Perhutani, tetapi sampai sekarang belum selesai. Kalau perjanjiannya sudah selesai, nanti kami akan ke sana (mengembangkan),” jelas dia.

Namun demikian, meski masih belum memiliki pengelola yang jelas, Siswanto mengatakan, minat para pecinta alam untuk menikmati wisata tersembunyi ini tetap tinggi.

Terutama pada hari Jumat hingga Minggu, banyak wisatawan datang untuk berkemah dan panjat tebing. Di area Lembah Kera sendiri sudah ada fasilitas toilet umum, warung, dan perpustakaan kecil.

Pewarta: Intan Refa Editor : Editor : Hendarmono Al S.
#Kabupaten Malang #panjat tebing #Desa Gampingan #lembah kera #Kecamatan Pagak #Bumdes Gampingan