Namanya adalah Es Campur Pak Dji. Bagi warga Malang, terutama yang berdomisili di sekitar Sawojajar Kota Malang mungkin sudah tidak asing dengan varian kuliner yang satu ini. Nama pemilik usaha kuliner itu adalah Sutadji yang sudah eksis sejak tahun 1979.
Sebelum berpindah ke Jalan Danau Maninjau Sawojajar Kecamatan Kedungkandang sejak 3 tahun yang lalu, atau tepatnya 2017, warung es campur tersebut lokasinya ada di daerah rampal. Tepatnya yakni di Jalan Urip Sumoharjo.
Pengelolaan usaha kuliner itu kini dilanjutkan anak dan menantu Sutadji. Yakni Tenti dan Roni. Sekilas memang tidak ada yang berbeda dari tampila es campur Pak Dji dengan lainnya.
Lantas apa yang membuat usaha kuliner tersebut tetap bertahan hingga puluhan tahun? Tenti menyebutkan bahwa resep dan pengolahan es campur disana memang tidak pernah berubah sejak pertama kali dijual.
Dalam semangkok es campur, ada 10 macam isian, biasanya bisa lebih. Yakni kolang kaling, cincau, dawet hijau, dawet merah, nanas, pepaya, tape singkong, kelapa muda, kacang hijai dan roti.
”Mungkin biasanya kalau es campur itu isinya 5 sampai 6 saja, kalau di kami ini ada 10 isian,” kata dia.
Saat Jawa Pos Radar Malang bertandang kesana, tampak pembeli terlihat terus berdatangan. Baik untuk menyantap langsung di tempat, ataupun pembeli yang lewat aplikasi ojek online.
Tiidak hanya es campur, di warung tersebut juga ada varian menu lainnya. Seperti es kacang ijo, es teler, juga es buah. ”Kalau dulu tahun 1979 itu, bapak menunya hanya dua, gorengan dan es campur saja. Sekarang ya kami tambah varian menunya,” sambung ibu satu anak tersebut.
Sensasi pertama yang bisa dirasakan dari es campur Pak Dji adalah manisnya campuran sirup dan susu. Serta potongan-potongan buah yang masih segar. Tenti menjamin sirup yang dipakainya 100 persen dari gula pasir.
”Dari dulu pakai gula pasir, tidak ada tambahan lainnya, tidak pakai pemanis buatan juga,’’ tutup dia.
Pewarta: Arlita Ulya Kusuma Editor : Editor : Hendarmono Al S.